Periskop.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut potensi ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai lebih dari Rp120 triliun per tahun belum sepenuhnya dinikmati petani, peternak, nelayan, koperasi, dan pelaku UMKM lokal. Temuan itu ia ungkapkan setelah bertemu pimpinan Badan Gizi Nasional untuk mengevaluasi tata kelola program tersebut.
Luhut memaparkan, pertemuan itu melibatkan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Agenda utamanya mencakup evaluasi sekaligus perbaikan tata kelola program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu.
Dalam pertemuan tersebut, DEN juga menyerahkan hasil survei lapangan MBG yang sebelumnya telah dilaporkan kepada Presiden. "Sesuai keinginan Presiden, saya kembali mengingatkan bahwa program sebesar ini harus dikelola dengan berorientasi kepada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar tata kelola dan pengawasannya berjalan lebih akuntabel," ujar Luhut melalui unggahan Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Selasa (23/6).
Berdasarkan kajian DEN di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perputaran belanja pangan dari MBG diperkirakan melampaui Rp120 triliun setiap tahun. Program ini juga berpotensi menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja.
Luhut mengakui dampak berganda (multiplier effect) program itu mulai tampak di sejumlah daerah. Namun, manfaat ekonomi yang besar tersebut dinilainya belum benar-benar mengalir hingga ke lapisan terbawah masyarakat.
"Banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal yang belum mampu terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok," ujarnya.
Ia merinci, tantangan utama MBG bukan pada penyediaan fasilitas dapur, melainkan pada ketahanan rantai pasok, ketersediaan komoditas, kapasitas pemasok skala kecil, dan tata kelola kemitraan.
Karena itu, Luhut berpandangan persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh SPPG seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, perbankan, koperasi, hingga pelaku usaha agar manfaat program sampai lebih luas ke masyarakat.
DEN, menurutnya, siap berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem rantai pasok MBG.
"Hasil kajian yang kami serahkan hari ini merupakan bentuk komitmen penuh kami agar pelaksanaan MBG semakin akuntabel, efisien, dan membawa dampak ekonomi yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkas Luhut.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar