Periskop.id - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyebut pelemahan rupiah Indonesia lebih dalam dibanding negara peers di tengah ketidakpastian ekonomi global. Padahal, fundamental ekonomi domestik dinilai secara umum masih cukup baik.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengungkapkan, hal ini menjadi salah satu poin yang disepakati dalam forum koordinasi antara DEN, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan. Ia menilai, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian khusus terkait isu confidence dan trust dari pelaku pasar.

"Keadaan ekonomi Indonesia sebetulnya secara fundamental cukup baik. Namun kita memang menghadapi kelemahan rupiah yang lebih daripada peers kita," kata Mari Pangestu dalam konferensi pers rapat koordinasi ekonomi DPR RI, Senin (29/6).

Mari menjelaskan, paparan yang disampaikan DEN dalam forum ini sebelumnya juga telah disampaikan langsung kepada Presiden, sekitar dua sampai tiga minggu lalu. Ia menyebut, seluruh lembaga yang hadir dalam koordinasi ini, termasuk BI dan Kementerian Keuangan, sepakat bahwa stabilitas makroekonomi jangka pendek menjadi prioritas utama.

Ketidakpastian global, menurut Mari, sudah berdampak nyata pada perekonomian domestik. Ia mencontohkan kenaikan harga minyak dunia yang turut mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat dalam negeri.

"Berarti kita juga harus mewaspadai bagaimana menjaga isu confidence dan trust," tegas Mari.

Mari menambahkan, langkah-langkah dari sisi fiskal maupun moneter, beserta koordinasi antar kedua kebijakan tersebut, menjadi inti pembahasan dalam forum ini. Ia menilai, kebijakan yang akan diambil setiap lembaga teknis akan sangat menentukan bagaimana isu confidence itu bisa dijaga ke depan.

Forum koordinasi ini disebut berjalan dengan baik dan menjadi ruang bertukar pikiran antara DEN, otoritas fiskal, dan otoritas moneter. Mari menyebut, semua pihak yang hadir punya tujuan yang sama, yakni memastikan ekonomi Indonesia tetap maju di tengah tekanan global.

"Saya rasa ini forum yang baik untuk melakukan tukar pikiran antara kita semua. Karena kita ingin tentunya ekonomi Indonesia maju," pungkas Mari.