iklan periskop
‹ Kembali ke Esai Foto

Menjemput Air di Lereng Hutan: Rutinitas Panjang Warga Gunung Batu 2 di Tengah Kemarau

1 minggu yang lalu · 📷 Arief Rachman
Seorang warga mengisi galon dari sumber mata air Sumur Bendung, Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Jumat (31/7/2026). Periskop/Arief Rachman1/19
1/19Seorang warga mengisi galon dari sumber mata air Sumur Bendung, Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Jumat (31/7/2026). Periskop/Arief Rachman

Air tidak selalu dapat diperoleh hanya dengan memutar keran. Bagi warga Kampung Gunung Batu 2, Kota Cilegon, musim kemarau berarti dimulainya perjalanan panjang untuk mendapatkan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan: air bersih.Setiap hari, warga membawa galon kosong menuju sebuah sumber mata air di kawasan hutan Gunung Batur. Jalur yang harus dilalui bukan jalan yang mudah. Tanjakan curam, bebatuan, dan jalan setapak menjadi bagian dari rutinitas yang terus berulang selama sumber-sumber air di sekitar permukiman mengering.Sesampainya di mata air, perjalanan berganti menjadi penantian. Air mengalir perlahan sehingga satu galon membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit hingga penuh. Dalam kondisi seperti itu, antrean menjadi hal yang tak terhindarkan.Untuk menjaga agar setiap keluarga tetap memperoleh air, warga menyusun sistem antrean secara bergiliran. Sebagian mendapat jadwal mengambil air sejak pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, sementara kelompok lainnya bergantian pada malam hari...

Fotografer
Arief Rachman