iklan periskop
Internasional

Iran Tolak Buka Selat Hormuz sampai AS Penuhi Tuntutan

Garda Revolusi Iran menegaskan blokade Selat Hormuz akan terus berlanjut sampai AS memenuhi tuntutan, sementara Trump memilih menunggu tanpa terburu-buru.

7 jam yang lalu · 2 mnt baca
Iran Tolak Buka Selat Hormuz sampai AS Penuhi Tuntutan
Ilustrasi Selat Hoemuz. Dihasilkan oleh AI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Garda Revolusi Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan, Minggu (9/8). Blokade tersebut telah meresahkan negara sekutu, mengguncang pasar, dan mendorong kenaikan harga energi dunia.

Presiden AS Donald Trump di sisi lain mengisyaratkan tidak akan terburu-buru menghadapi Teheran. Ia memilih menunggu sampai tekanan ekonomi semakin membebani Iran.

"Sampai musuh menerima seluruh persyaratan kami, selat ini sekarang benar-benar menjadi medan perang bagi kami, bukan sekadar jalur perairan," tegas Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya, Minggu (9/8).

Pasca-perang, Iran bersikeras tetap mengendalikan Selat Hormuz dan ingin memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas. Iran juga berulang kali menyerang kapal yang dituduh mencoba menghindari jalur pelayaran yang ditetapkannya.

Laporan CNA menyebutkan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu (8/8) menetapkan sejumlah syarat untuk membuka kembali selat tersebut. Menurut kantor berita Tasnim, tuntutan itu mencakup penghentian perang di seluruh front, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, penghapusan sanksi, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat perang. Tuntutan tersebut sejalan dengan ketentuan dalam kesepakatan Juni yang membuka jalan menuju perundingan damai.

Penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga yang dirasakan para pemilih di AS. Persoalan ini dinilai menjadi beban politik bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu pada November.

"Kami memilih menanganinya dengan tenang," kata Trump kepada Axios mengenai pendekatannya terhadap Iran.

Trump menyebutkan, AS hanya melakukan negosiasi terbatas dengan Iran sembari mengamati kondisi ekonomi negara tersebut.

"Semua akan terselesaikan," klaimnya. "Ini seperti permainan catur."

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi, pihaknya sejauh ini hanya "bertukar pesan" dengan AS melalui perantara. Di lapangan, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun tajam akibat serangkaian serangan. Uni Emirat Arab melaporkan sedikitnya satu kapal tanker terkena serangan pada Sabtu, sementara Oman menyebutkan perundingan mengenai pengaturan pelayaran di selat itu masih berlangsung.

Sebelum perang, Selat Hormuz dapat dilalui dengan bebas. Serangkaian serangan terhadap kapal di jalur tersebut membuat gencatan senjata pada April runtuh, hingga para mediator mendesak kedua pihak kembali pada kesepakatan Juni yang membuka jalan menuju perundingan damai.

Araghchi menyebut pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz "mendekati tahap akhir".

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Garda Revolusi Iran, Donald Trump, dan Abbas Araghchi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.