iklan periskop
Internasional

Iran Sindir AS "Kecanduan" Sanksi Ekonomi Saat Diplomasi Gagal

Juru Bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei, menyindir AS yang dinilai kecanduan sanksi ekonomi setiap kali diplomasi gagal, menanggapi klaim Menkeu AS soal "mencekik" perekonomian I...

1 hari yang lalu · 3 mnt baca
tentara bayaran, mata-mata, jaringan intelejen, Iran, AS, israel,
Ilustrasi - Penangkapan 17 orang di Provinsi Ilam, Iran barat, yang dituduh terlibat dalam jaringan sabotase terkait Amerika Serikat dan Israel. dok. Periskop.id/ AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melontarkan sindiran tajam kepada Amerika Serikat (AS) yang dinilainya terus mengandalkan sanksi ekonomi setiap kali upaya diplomasi menemui jalan buntu. Pernyataan ini muncul menyusul klaim Menteri Keuangan AS soal keberhasilan "mencekik" perekonomian Iran.

Baghaei Sebut AS "Kecanduan" Sanksi

Lewat unggahan di platform X pada Senin, Baghaei menyoroti langsung pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang sebelumnya membanggakan diri berhasil menekan ekonomi Iran lewat sanksi. Seperti dilansir Antiwar.com, Baghaei tampak merujuk pada komentar Bessent yang disampaikan pada Mei lalu.

"Di luar kesan berlebihan yang ditimbulkannya, klaim tersebut menjadi bukti nyata ketergantungan kompulsif Amerika pada sanksi. Setiap kali Washington terbukti tidak mampu menjalankan diplomasi, mereka kembali menggunakan sanksi, dan setiap kali sanksi tersebut gagal memberikan hasil, mereka hanya meningkatkan dosisnya," tulis Baghaei.

Ia melanjutkan sindirannya dengan menyebut pola ini sudah bukan lagi sekadar kebijakan. Menurut ANI (Asian News International), Baghaei menegaskan, "Ini bukan lagi 'kebijakan', ini adalah 'kebiasaan'; dan yang lebih berbahaya, ini merupakan kecanduan yang telah menggantikan pemikiran itu sendiri."

Iran Klaim Sudah Kebal Puluhan Tahun

Baghaei tidak berhenti pada kritik soal ketergantungan AS terhadap sanksi. Ia turut menegaskan bahwa Iran telah membuktikan diri mampu bertahan dari tekanan semacam ini selama puluhan tahun. Melansir ANI, Baghaei menyatakan, "Iran telah membuktikan selama beberapa dekade bahwa mereka tidak akan tercekik oleh argumen-argumen usang ini."

Yang menarik, Baghaei membalikkan arah kritik dengan memperingatkan risiko yang justru mengancam Washington sendiri. Ia menambahkan bahwa politisi Amerika yang berpegang teguh pada "kebiasaan buruk" ini justru akan mencekik peluang mereka sendiri untuk keluar dari krisis buatan mereka sendiri dengan cara yang tidak terlalu memalukan.

Konteks di Balik Sindiran: Pernyataan Bessent soal "Mencekik" Iran

Sindiran Baghaei tidak muncul di ruang hampa. Menurut YPA (Yemen Press Agency), pernyataan ini merujuk pada klaim Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyebut Iran bergantung pada aset digital di tengah tekanan sanksi yang terus berlanjut. Bessent sebelumnya juga sempat menyampaikan pernyataan serupa soal kondisi ekonomi Iran pada Mei lalu.

Momentum sindiran ini juga datang sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar soal hubungan AS-Iran saat ini. Seperti dilansir Antiwar.com, Trump menyebut AS hanya "setengah bernegosiasi" dengan Iran dan mengaku terus mengamati kondisi Iran yang mengalami inflasi tinggi serta krisis keuangan, mengisyaratkan niatnya untuk melanjutkan tekanan terhadap perekonomian Iran.

Sanksi Sepihak AS Masih Berlanjut

Pernyataan Baghaei muncul di tengah AS yang terus mengandalkan sanksi unilateral terhadap Iran, setelah berbagai langkah sebelumnya dinilai gagal memaksa Teheran memberikan konsesi politik yang diinginkan Washington. Menurut ANI, sepekan sebelum sindiran ini disampaikan, Bessent juga sempat menulis di X soal ketergantungan Iran pada aset digital sebagai cara menghindari dampak sanksi.

Sindiran terbaru ini menambah daftar panjang saling kritik antara Teheran dan Washington yang terus berlangsung, di tengah kebuntuan diplomatik yang belum menunjukkan tanda akan segera terselesaikan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Esmail Baghaei, iran, Amerika Serikat (AS), dan AS-Israel Serang Iran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.