iklan periskop
Investasi

Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas XMES di BEI

Mandiri Investasi meluncurkan ETF Emas syariah XMES di BEI, menargetkan dana kelolaan hingga Rp1 triliun dalam jangka panjang.

3 jam yang lalu · 3 mnt baca
Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas XMES di BEI
Ilustrasi - Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di toko perhiasan,Kota Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Fauzan/pras/aa. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) resmi meluncurkan Reksadana Syariah Mandiri ETF Emas dengan ticker XMES di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8). Produk ini menjadi satu dari lima ETF emas yang tercatat di bursa saat ini.

Direktur Utama Mandiri Investasi Hardiyanto Pilia menjelaskan, peluncuran XMES merupakan langkah perusahaan menangkap perubahan preferensi investor. Ia menyebutkan produk ini turut memperluas pilihan instrumen investasi berbasis aset riil di pasar modal.

"Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat, dan kini akses terhadap investasi emas juga semakin beragam. Karena itu, tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini," kata Hardiyanto dalam keterangan resmi, Selasa (11/8).

XMES hadir di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas dan berkembangnya pasar modal Indonesia. Produk ini memberi alternatif bagi investor untuk memasukkan emas ke portofolio tanpa perlu membeli dan menyimpan fisiknya.

Melalui unit XMES yang diperdagangkan di BEI, investor bisa berinvestasi pada reksadana dengan emas fisik sebagai aset dasar yang dikelola sesuai prinsip syariah.

Emas fisik yang menjadi underlying asset XMES memiliki tingkat kemurnian minimum 99,9% untuk emas bersertifikat SNI atau 99,5% untuk standar internasional LBMA Certified. Dari total nilai aktiva bersih (NAB), minimal 95% ditempatkan pada emas fisik, sementara sisanya maksimal 5% dialokasikan ke instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan/atau kas setara kas.

Pengelolaan XMES melibatkan Deutsche Bank AG Cabang Jakarta sebagai bank kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai dealer partisipan, dan PT Pegadaian sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas.

Hardiyanto mencatat, berdasarkan kajian Mandiri Investasi per 30 Juni 2026, emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9% per tahun dalam 20 tahun terakhir dan 18% per tahun dalam lima tahun terakhir.

Di sisi lain, permintaan emas global tercatat naik 84% menjadi 2.175 ton pada 2025. Sementara itu, produksi tambang emas dunia hanya tumbuh kurang dari 1% per tahun dalam satu dekade terakhir.

Direktur Investasi Mandiri Investasi Ernawan R. Salimsyah menilai kombinasi pertumbuhan permintaan dan keterbatasan pasokan itu menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan dalam portofolio jangka panjang.

"Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang," jelas Ernawan.

Mulai hari peluncurannya, unit XMES diperdagangkan di pasar sekunder dengan mekanisme mirip saham. Investor dapat bertransaksi lewat bursa tanpa perlu mengelola penyimpanan fisik emas secara langsung.

XMES diterbitkan dan dikelola berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 163/DSN-MUI/VII/2025.

Dalam jangka panjang, Mandiri Investasi menargetkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) XMES mencapai Rp1 triliun. Ernawan menyebutkan, target itu akan tercapai seiring meningkatnya pemahaman investor terhadap ETF emas dan berkembangnya ekosistem pasar emas di Indonesia.

"Bagi kami, keberhasilan XMES bukan hanya diukur dari besarnya dana kelolaan, tetapi juga ketika semakin banyak investor memiliki akses dan pemahaman yang lebih baik mengenai peran emas dalam portofolio mereka," tutup Ernawan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Pegadaian, ETF, dan Emas dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.