Periskop.id - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum memasuki aliran Sungai. Dengan begitu, tidak memperparah kondisi banjir di Ibu Kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Jumat (23/1) menjelaskan, peningkatan intensitas hujan berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu dan menyebabkan penyumbatan sungai maupun saluran air.
Karena itu, SSTBS dioptimalkan sebagai garda terdepan untuk menahan sampah padat seperti plastik, kayu dan berbagai jenis sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. "Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar,” ujar Asep.
Selain mengoperasikan SSTBS, DLH DKI Jakarta juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim penghujan dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir.
Upaya tersebut diperkuat dengan optimalisasi 29 unit saringan sampah otomatis, serta dukungan sarana pendukung berupa kubus apung, bus toilet, tangki air dan toilet portabel.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, DLH DKI juga menyiagakan 1.790 personel pasukan oranye yang didukung sarana dan prasarana, berupa 101 unit truk pengangkut sampah dan 116 unit alat berat.
Selain itu disiapkan juga 15 perahu karet, 25 bus toilet dan 48 toilet portabel serta ribuan peralatan kerja seperti cangkrang, cangkul, sapu dan plastik untuk menampung sampah. Di sisi lain, Asep mengingatkan, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam menekan risiko banjir.
“Dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, masyarakat turut berperan menjaga lingkungan sekaligus bersama-sama mengurangi risiko banjir di Jakarta,” imbuhnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar