Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan dukungan penuh, terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek “gentengisasi”. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.

“Untuk seng, diubah menjadi genteng, 1.000% saya setuju,” kata Pramono di Jakarta Barat, Selasa (3/2). 

Dia pun mengaku mendukung gagasan tersebut karena menginginkan agar Jakarta sebagai kota global, tampak indah dan rapi. Untuk itu, dia menegaskan, seluruh arahan Presiden Prabowo tersebut segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kendati demikian, dia belum merinci penerapan kebijakan "gentengisasi" tersebut, apakah dengan mengganti atap rumah-rumah di Jakarta yang masih menggunakan seng atau metode lainnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau "gentengisasi", sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.

Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, Presiden mengatakan penggunaan atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.

Menurutnya, hal itu tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah, karena cenderung panas dan mudah berkarat.

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi, nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo.

Libatkan Koperasi
Gagasan proyek gentengisasi nasional itu, kata Prabowo, akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), sebagai ujung tombak produksi.

Nantinya, koperasi akan dilengkapi dengan pabrik genteng skala lokal, dengan peralatan yang relatif terjangkau. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga mudah diperoleh karena berasal dari tanah yang dapat dicampur dengan bahan lain, sehingga lebih ringan dan kuat.

Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia akan berubah lebih indah, serta terbebas dari atap-atap seng berkarat yang dinilai sebagai simbol kemunduran.

"Jadi nanti Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat," jelasnya.

Presiden mengungkap adanya kajian dari para akademisi yang menyebutkan, limbah abu batu bara (fly ash) dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan genteng. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menghasilkan genteng berkualitas, tetapi juga menjadi solusi pemanfaatan limbah industri.

Kepala Negara menegaskan program gentengisasi akan mendapat dukungan pemerintah, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaannya. Ia pun mengajak para kepala daerah untuk ikut ambil bagian dalam program tersebut.

"Kita akan bantu saudara, sebelum gentengisasi, sesudah gentengisasi. Ini serius ya, Bupati, Wali Kota, yang tidak mau kotanya indah, terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah," tegas Presiden.