Periskop.id - Jakarta mulai menyiapkan diri menuju usia lima abad pada 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sejumlah proyek pembangunan prioritas dapat memperbaiki wajah kota, sekaligus membuat ibu kota lebih nyaman, aman, dan mudah diakses warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan berbagai proyek itu disiapkan sebagai bagian dari transformasi Jakarta menjelang peringatan 500 tahun. Fokusnya tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah pengembangan transportasi publik berbasis rel. Pramono menyebut LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai ditargetkan diresmikan pada Agustus 2026.
“Untuk bisa membuat nyaman Jakarta, nanti bulan Agustus, LRT dari Velodrome sampai dengan Manggarai kita resmikan, dan kita akan segera melanjutkan dari Manggarai sampai Dukuh Atas,” ungkap Pramono di Bundaran HI, dikutip Minggu (28/6).
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa integrasi transportasi publik masih menjadi agenda utama Pemprov DKI. Jika LRT Velodrome-Manggarai sudah beroperasi dan jalurnya dilanjutkan ke Dukuh Atas, konektivitas antarmoda di Jakarta berpotensi semakin kuat.
LRT Velodrome-Manggarai Jadi Proyek Kunci
Pengembangan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai menjadi salah satu proyek penting karena menghubungkan kawasan Jakarta Timur dengan simpul transportasi strategis di Manggarai.
Manggarai selama ini merupakan salah satu titik transit utama bagi pengguna transportasi publik, terutama KRL Commuter Line. Jika terintegrasi dengan LRT, kawasan tersebut dapat menjadi simpul mobilitas yang lebih kuat bagi warga yang bergerak dari dan menuju pusat kota.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai memiliki panjang sekitar 3,6 kilometer. Rangkaian testing and commissioning sistem perkeretaapian proyek ini juga telah dimulai pada 2026.
Setelah rute Velodrome-Manggarai rampung, Pramono menyatakan Pemprov DKI akan melanjutkan pengembangan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Dukuh Atas sendiri sudah dikenal sebagai kawasan transit yang menghubungkan MRT, LRT Jabodebek, KRL, Transjakarta, hingga layanan transportasi lain.
Dengan skema tersebut, transportasi publik Jakarta tidak hanya bertambah secara jumlah rute, tetapi juga semakin terhubung antarjaringan.
Taman Semanggi Ditata Jadi Ruang Publik Baru
Selain transportasi, Pemprov DKI juga menyiapkan wajah baru Taman Semanggi. Pramono mengatakan revitalisasi taman tersebut akan dilakukan bertahap.
Dari empat sisi Taman Semanggi, dua sisi ditargetkan selesai pada akhir 2026. Sementara dua sisi lainnya ditargetkan rampung bertepatan dengan HUT Jakarta pada 2027.
Penataan Taman Semanggi penting karena kawasan ini berada di salah satu simpul paling ikonik Jakarta. Semanggi bukan hanya ruang lalu lintas, tetapi juga simbol kota yang menghubungkan kawasan bisnis, perkantoran, dan mobilitas harian warga.
Jika ditata dengan baik, Taman Semanggi bisa menjadi ruang hijau dan ruang publik yang lebih manusiawi. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan Jakarta untuk memperbanyak ruang terbuka yang nyaman, tidak hanya membangun infrastruktur kendaraan.
Hotel Sekitar Bundaran HI Akan Terhubung MRT
Proyek lain yang juga disiapkan adalah koneksi bawah tanah antara sejumlah hotel di kawasan Bundaran HI dengan stasiun MRT. Pramono menyebut rencana itu masuk dalam prioritas karena dapat meningkatkan kenyamanan mobilitas warga dan pengunjung.
“Sebenarnya, saya merencanakan harusnya selesai sampai dengan awal tahun depan, tapi kelihatannya akan jadi kado untuk ulang tahun Jakarta lima abad,” ujar Pramono.
Koneksi bawah tanah ini berpotensi memperkuat konsep transit-oriented development atau pengembangan kawasan berbasis transportasi publik di pusat kota. Dengan akses langsung ke MRT, tamu hotel, pekerja, wisatawan, dan warga dapat berpindah moda tanpa harus selalu menggunakan kendaraan pribadi.
Kawasan Bundaran HI merupakan salah satu pusat ekonomi, pariwisata, hotel, dan perbelanjaan di Jakarta. Karena itu, koneksi bawah tanah ke MRT dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, dan memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi urban.
RS Sumber Waras Disiapkan Bertaraf Internasional
Di sektor kesehatan, Pramono juga menyampaikan rencana menjadikan Rumah Sakit Sumber Waras sebagai rumah sakit bertaraf internasional.
Rencana ini menunjukkan bahwa pembangunan menuju lima abad Jakarta tidak hanya berfokus pada transportasi dan ruang publik, tetapi juga layanan dasar warga. Kesehatan menjadi salah satu sektor penting untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Jika RS Sumber Waras benar-benar dikembangkan menjadi rumah sakit bertaraf internasional, Pemprov DKI perlu memastikan proyek tersebut tidak hanya mengejar standar fisik dan fasilitas, tetapi juga kualitas pelayanan, tenaga kesehatan, sistem rujukan, akses warga, dan tata kelola yang transparan.
Jakarta sebagai kota besar membutuhkan layanan kesehatan yang kuat. Rumah sakit dengan layanan unggulan dapat membantu mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan lain, sekaligus meningkatkan kapasitas Jakarta dalam menangani kebutuhan medis yang semakin kompleks.
Sampah dan Banjir Masuk Prioritas
Pramono juga menyinggung proyek lain yang dinilai penting untuk memudahkan kehidupan warga. Dua isu klasik yang kembali menjadi prioritas adalah sampah dan banjir.
Untuk menangani sampah, Pemprov DKI mencanangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah. Proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi beban besar Jakarta.
Sementara untuk banjir, Pramono menyebut normalisasi sungai sebagai salah satu agenda penting. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas sungai dan mengurangi risiko banjir, terutama di kawasan rawan genangan.
Dalam kesempatan lain, Pramono menyampaikan bahwa normalisasi sejumlah sungai akan kembali dilanjutkan, termasuk Ciliwung, Krukut Lama, dan Cakung. Ia berharap langkah tersebut dapat membuat banjir di Jakarta tidak separah sebelumnya.
Penanganan sampah dan banjir menjadi krusial karena keduanya langsung memengaruhi kualitas hidup warga. Transportasi publik yang baik dan ruang kota yang tertata tidak akan cukup jika Jakarta masih terus dibayangi krisis sampah dan banjir berulang.
Pramono dan Rano Bagi Tugas
Untuk mengejar berbagai proyek tersebut, Pramono mengatakan dirinya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno akan membagi peran dalam bekerja.
Pembagian tugas itu diperlukan karena agenda menuju lima abad Jakarta mencakup banyak sektor, mulai dari infrastruktur, lingkungan, transportasi, kesehatan, pariwisata, hingga tata ruang.
“Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan wajah Jakarta menjadi lebih menarik, lebih nyaman, lebih aman, dan orang juga datang (berkunjung ke Jakarta),” ungkap Pramono.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak hanya ingin membangun Jakarta untuk warga yang tinggal di dalamnya, tetapi juga menjadikan kota ini lebih menarik bagi pengunjung. Dengan kata lain, Jakarta sedang diposisikan sebagai kota yang nyaman dihuni sekaligus layak dikunjungi.
Lima Abad Jakarta sebagai Momentum Transformasi
Pada 2027, Jakarta akan berusia 500 tahun. Momentum ini menjadi penting karena Jakarta sedang memasuki fase baru setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara dalam arti administratif seperti sebelumnya.
Meski demikian, Jakarta tetap memegang peran besar sebagai pusat ekonomi, bisnis, keuangan, budaya, perdagangan, dan transportasi nasional. Karena itu, pembangunan menjelang lima abad Jakarta perlu diarahkan untuk memperkuat posisi kota ini sebagai kota global.
Program yang dipaparkan Pramono menunjukkan arah tersebut. Transportasi publik diperluas, ruang publik ditata, layanan kesehatan ditingkatkan, koneksi bawah tanah disiapkan, sampah dicarikan solusi, dan banjir kembali ditangani melalui normalisasi sungai.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya menyelesaikan proyek tepat waktu. Tantangannya adalah memastikan semua proyek benar-benar memberi manfaat bagi warga, bukan hanya menjadi simbol perayaan lima abad.
Tantangan: Tepat Waktu, Terintegrasi, dan Berdampak
Agenda pembangunan menuju lima abad Jakarta memiliki pekerjaan rumah besar. Proyek transportasi harus terintegrasi dengan moda lain. Penataan taman harus benar-benar membuka akses publik. Koneksi bawah tanah harus memudahkan pejalan kaki, bukan hanya menguntungkan kawasan komersial. Rumah sakit bertaraf internasional harus tetap menjawab kebutuhan warga. Pembangkit listrik tenaga sampah harus berjalan dengan standar lingkungan yang ketat. Normalisasi sungai harus dilakukan dengan pendekatan sosial yang adil bagi warga terdampak.
Karena itu, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari seremoni peresmian. Pemerintah perlu memastikan proyeknya selesai tepat waktu, anggarannya transparan, manfaatnya terukur, dan pengelolaannya berkelanjutan.
Jakarta membutuhkan pembangunan yang bukan hanya megah, tetapi juga terasa dalam kehidupan sehari-hari. Warga membutuhkan transportasi yang lebih mudah, ruang publik yang lebih nyaman, kota yang lebih aman dari banjir, layanan kesehatan yang lebih baik, dan lingkungan yang lebih bersih.
Menjelang usia 500 tahun, Jakarta memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki arah pembangunan kota. Jika proyek-proyek prioritas itu berjalan konsisten, lima abad Jakarta bukan hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga titik awal untuk membangun kota yang lebih manusiawi, terhubung, dan layak huni.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar