Gubernur DKI Ungkap Awan Tak Ada, Modifikasi Cuaca Tertunda
Gubernur DKI Pramono Anung buka suara soal kendala modifikasi cuaca di tengah kekeringan dan polusi udara Jakarta yang sudah tiga pekan tak diguyur hujan.

Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap kendala pelaksanaan modifikasi cuaca untuk mengatasi kekeringan dan polusi udara di Jakarta. Upaya itu belum bisa dilakukan lantaran tidak ada awan yang bisa dimodifikasi agar turun hujan.
Pramono menjelaskan, kondisi cuaca dan polusi udara belakangan cukup mengkhawatirkan. Ia menyebutkan wilayah Jakarta sudah hampir tiga pekan tak diguyur hujan.
"Karena memang sekarang ini kondisi cuaca dan juga polusi udara yang cukup terjadi, karena memang kita sudah hampir 3 minggu tidak pernah ada hujan," kata Pramono di Jakarta, Minggu (16/8).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba menggelar modifikasi cuaca. Namun upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil karena kondisi awan yang tidak mendukung.
"Dan Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan modifikasi cuaca, tapi kami mohon maaf karena awannya tidak ada sehingga hujannya juga belum bisa dilakukan," ungkap Pramono.
Ia pun telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Modifikasi cuaca disebutnya bisa segera dilakukan begitu ada awan yang memungkinkan untuk direkayasa.
"Tetapi saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bekerja sama dengan BMKG, kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca," kata Pramono.
Selain mengandalkan modifikasi cuaca, Pramono juga meminta warga beralih menggunakan transportasi umum. Langkah ini dinilainya bisa membantu menekan polusi udara di ibu kota.
Ia menilai fasilitas transportasi publik di Jakarta saat ini sudah semakin memadai untuk menunjang mobilitas warga sehari-hari.
"Dan saya meminta kepada masyarakat sedapat mungkin menggunakan transportasi umum karena sekarang ini fasilitas transportasi umum di Jakarta sudah cukup baik," kata dia.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.