Periskop.id - Bitcoin kembali menembus level US$60.000 pada Rabu setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, menyatakan bahwa risiko inflasi telah mereda. Ia juga menegaskan kembali komitmen bank sentral AS untuk menjaga inflasi tetap di target 2%.

melansir CoinDesk, Kamis (2/7), harga Bitcoin (BTC) tercatat di US$60.121,18 dan berhasil naik lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya sempat melemah.

Dalam pernyataannya, Warsh tidak memberikan petunjuk mengenai keputusan suku bunga berikutnya. Ia mengatakan bahwa para pembuat kebijakan akan membahas data ekonomi terbaru dalam pertemuan The Fed yang akan berlangsung empat minggu lagi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi panel di forum tahunan Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal.

Warsh menekankan bahwa fokus utama The Fed tetap pada stabilitas harga. Ia menyebut bahwa risiko inflasi kini telah menurun. Menurutnya, jika ada pihak di rumah tangga, sektor bisnis, atau pasar keuangan yang berharap bank sentral akan mentoleransi inflasi di atas 2%, maka harapan itu akan berujung kekecewaan. Ia menegaskan bahwa The Fed berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga di Amerika Serikat.

Selain itu, Warsh juga menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) yang dinilai berpotensi mengubah perekonomian AS. Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI saat ini mendorong lonjakan belanja modal (capital expenditure), yang sementara ini terlihat dari sisi permintaan. Namun ke depan, ia memperkirakan investasi tersebut akan memperluas kapasitas produksi atau sisi penawaran ekonomi.

Berbeda dengan periode sebelumnya, ketika perusahaan lebih banyak mengandalkan rekayasa keuangan seperti pembelian kembali saham (buyback), kini perusahaan mulai berinvestasi karena melihat potensi AI dalam meningkatkan produktivitas. Jika investasi ini benar-benar memperkuat sisi penawaran ekonomi, Warsh menilai hal tersebut bisa berdampak besar terhadap kebijakan moneter, meskipun masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.

Diskusi panel tersebut juga dihadiri oleh Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, Gubernur Bank of England Andrew Bailey, dan Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem. Secara umum, mereka sepakat bahwa bank sentral sebaiknya mulai mengurangi penggunaan panduan kebijakan yang terlalu eksplisit (forward guidance).

Lagarde mengaku menyesal pernah merasa terlalu terikat dengan forward guidance. Ia kini lebih memilih pendekatan yang disebutnya sebagai “framework guidance”, yaitu menjelaskan kerangka pengambilan keputusan tanpa memberikan arah pasti terkait suku bunga ke depan. Warsh juga memiliki pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa prioritas utama The Fed adalah mengambil kebijakan yang tepat, dan alat komunikasi sebaiknya ditinggalkan jika justru menghambat pengambilan keputusan terbaik.