iklan periskop
Kurs

Rupiah Menguat, Ibrahim: Pasar Sambut Positif Pencalonan Destry

Pasar sambut positif pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, dorong rupiah menguat ditopang ekonomi domestik yang solid.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Rupiah Menguat, Ibrahim: Pasar Sambut Positif Pencalonan Destry
Petugas penukaran mata uang asing menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika dan uang pecahan 100 ribu rupiah di Dolarasia Tebet, Jakarta, Senin, (27/4/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar menyambut positif pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar karena Destry merupakan pejabat petahana yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

"Kalau saya lihat bahwa calon gubernur tunggal Ibu Destry Damayanti itu sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Karena kita lihat bahwa biasanya pada saat gubernur Bank Indonesia mengundurkan diri, yang diangkat itu adalah incumbent. Dan ini memang benar bahwa incumbent yang dicalonkan sebagai pengganti dari Pak Perry Warjiyo," kata Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (10/8).

Menurut Ibrahim, pencalonan Destry memberikan sinyal positif bagi pasar karena menunjukkan adanya kesinambungan dalam kebijakan moneter Bank Indonesia. Hal ini menjadi salah satu faktor yang turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Selain faktor pencalonan Gubernur BI, penguatan rupiah juga didorong oleh sejumlah indikator ekonomi domestik yang dinilai cukup solid. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada kuartal II 2026 mencapai 5,29%.

"Artinya apa? Bahwa pasar menerima dengan dipilihnya Ibu Destry sebagai calon gubernur Bank Indonesia, itu yang pertama. Kemudian yang kedua yang membuat harga rupiah kembali menguat cukup tajam itu adalah data pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, di atas 5%. Kemudian kita lihat cadangan devisa pun juga cukup bagus," jelas Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, meskipun neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan, level indeks tersebut masih berada di atas 100. Kondisi itu menunjukkan tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian nasional masih berada dalam zona optimistis.

"Walaupun neraca perdagangan kita juga defisit, kemudian indeks keyakinan konsumen pun juga menyusut, tapi masih di atas 100. Artinya apa? Bahwa data ekonomi di dalam negeri cukup bagus, ini yang membuat harga rupiah kembali menguat tajam," ungkapnya.

Di sisi eksternal, Ibrahim melihat sentimen positif juga datang dari meredanya ketegangan di kawasan Selat Hormuz. Menurut dia, perkembangan terkait upaya perdamaian antara Iran dan Oman turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik dan stabilitas pasokan energi global.

"Sehingga wajar kalau seandainya rupiah ini dalam perdagangan di awal pekan ini mengalami penguatan yang cukup signifikan," tutup Ibrahim.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ibrahim Assuaibi, rupiah hari ini, Nilai tukar rupiah, dan Destry Damayanti dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.