Periskop.id - Karya musisi Indonesia semakin banyak menjangkau pendengar global melalui platform streaming musik. Capaian tersebut dipaparkan dalam Spotify Loud & Clear Indonesia yang digelar di Jakarta pada Kamis (25/6).
Acara ini menjadi bagian dari inisiatif transparansi tahunan Spotify untuk menjelaskan bagaimana royalti dari streaming musik dihasilkan dan didistribusikan kepada para pelaku industri musik.
Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back menyampaikan bahwa karya musisi Indonesia menunjukkan pertumbuhan kuat sepanjang 2025. Karya musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru di platform tersebut.
Efek domino dari masifnya angka pemutaran tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan finansial para artis, di mana pendapatan royalti yang dihasilkan musisi Indonesia melalui platform tersebut juga meningkat lebih dari 16% dibanding tahun sebelumnya.
Hal yang paling menarik dari catatan finansial ini adalah asal muasal dari aliran dana tersebut. Gustav Back menegaskan bahwa sebanyak 60% di antaranya berasal dari pendengar luar negeri.
Mengenai performa impresif ini, pimpinan regional platform streaming tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan ekosistem seni suara di Indonesia.
"Musik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa baik dari pendengar di dalam maupun luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, hingga Inggris. Spotify berkomitmen menciptakan peluang bagi para musisi untuk ditemukan oleh pendengar baru dan membangun komunitas penggemar," ujar Gustav Back, dikutip dari laman resmi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Senin (29/6).
Di pasar domestik, musik Indonesia juga menunjukkan posisi yang sangat kuat. Data Spotify mencatat bahwa 80% lagu dalam Spotify Indonesia Daily Top 50 tahun 2025 merupakan karya musisi Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar