iklan periskop
Nasional

Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Gerhana Matahari Total Hari Ini, Berikut Link Live Streaming-nya

Warga Indonesia bisa menyaksikan fenomena gerhana Matahari total 12 Agustus 2026 melalui siaran daring NASA dan ESA dari wilayah Eropa secara gratis.

3 jam yang lalu · 2 mnt baca
Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Gerhana Matahari Total Hari Ini, Berikut Link Live Streaming-nya
Ilustrasi gerhana. (Pexels)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama Badan Antariksa Eropa (ESA) menjadwalkan siaran langsung fenomena gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026. Penayangan daring tersebut disiapkan agar masyarakat dunia, termasuk Indonesia, dapat menikmati momen astronomi langka ini secara langsung.

Lembaga-lembaga antariksa internasional itu akan mentransmisikan seluruh proses fenomena dari kawasan terlintasi. Jalur utama gerhana Matahari total kali ini dikabarkan bakal mencakup wilayah Greenland, Islandia, Spanyol bagian utara, hingga Portugal bagian timur laut.

Masyarakat di belahan bumi utara lainnya, seperti bagian utara Amerika Serikat, mayoritas Kanada, Eropa, dan Afrika barat laut, disebutkan hanya dapat menikmati gerhana Matahari sebagian.

Sementara itu, wilayah Indonesia dipastikan tidak terlintasi oleh jalur utama maupun area gerhana sebagian tersebut secara langsung.

Untuk memfasilitasi publik Indonesia, NASA bakal memulakan siaran daring pada Kamis (13/8) pukul 00.15 WIB atau Rabu (12/8) pukul 13.15 EDT.

Layanan pemantauan ini dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui kanal resmi https://www.nasa.gov/live.

Pada waktu bersamaan, ESA juga menyiarkan fenomena fenomena ini via laman https://watch.esa.int/ serta kanal YouTube resminya.

Pusat penyiaran ESA dipusatkan dari Observatorio Astrofísico de Javalambre di Teruel, Spanyol, dengan panduan ilmuwan Maggie Aderin.

"Gerhana Matahari total adalah salah satu momen langka ketika jutaan orang dapat menengadah bersama dan merasakan keajaiban serta rasa ingin tahu," kata Direktur Sains ESA Carole Mundell.

Ia menambahkan, momen kolektif ini mampu mempererat hubungan manusia dengan alam semesta sekaligus memicu semangat eksplorasi.

Proses penutupan penuh atau fase totalitas di kawasan Javalambre diproyeksikan terjadi pada Kamis (13/8) pukul 01.31 WIB atau pukul 20.31 CEST.

Dalam rentang 1 menit 21 detik, Bulan dinilai bakal menutup penuh cakrawala Matahari hingga menciptakan kegelapan sesaat di area tersebut.

ESA menyebutkan, siaran visual nantinya bakal diperkaya dengan tangkapan teleskop canggih serta rekaman udara via drone.

Sebagai informasi latar belakang, fenomena 12 Agustus ini tercatat sebagai gerhana Matahari total pertama yang melintasi daratan Spanyol sejak 1905.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian tiga gerhana Matahari yang diprediksi melintasi Spanyol secara berurutan hingga 2028.

NASA memperkirakan jalur gerhana Matahari total berikutnya akan menyapa Spanyol bagian selatan, Afrika Utara, Arab Saudi, dan Yaman pada 2 Agustus 2027.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai NASA, dan Gerhana Matahari dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.