Periskop.id - Legenda bulu tangkis Indonesia Tri Kusharjanto akan melanjutkan karier kepelatihannya di Kanada. Peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 bersama Minarti Timur itu dijadwalkan berangkat pada Agustus 2026 untuk melatih klub GX Badminton yang berbasis di Calgary.
Keputusan Tri menerima tawaran melatih di Kanada menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya setelah lama dikenal sebagai pemain dan pelatih berpengalaman. Langkah ini juga memperlihatkan bahwa reputasi bulu tangkis Indonesia masih menjadi daya tarik bagi pengembangan pemain di luar negeri.
Tri akan menangani pembinaan pemain muda di GX Badminton, klub yang bermarkas di Calgary South Racquet Sports. Kerja sama tersebut difasilitasi MSD Sport Agency, yang membantu proses administrasi, kontrak, hingga pendampingan keberangkatan.
“Terima kasih kepada MSD Sport Agency yang membantu karier kami sebagai mantan atlet bulu tangkis bisa tersalurkan secara resmi, baik sebagai pelatih maupun pemain di luar negeri,” ujar Tri Kusharjanto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (25/6).
Tantangan Baru Setelah Lama di Dunia Bulu Tangkis
Tri mengatakan kesempatan melatih di Kanada menjadi tantangan baru. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di bulu tangkis sebagai atlet dan pelatih, ia kini akan membawa pengalaman Indonesia ke sistem pembinaan di Amerika Utara.
“Bersama MSD Sport Agency saya dijamin mulai dari berkas keberangkatan hingga nantinya di sana. Setelah saya bilang ke keluarga dan mereka menyetujui, maka saya memutuskan berangkat,” kata pria yang akrab disapa Trikus itu.
Tri mengaku telah berbicara langsung dengan pihak GX Badminton secara daring sebelum memutuskan menerima tawaran tersebut. Menurut dia, komunikasi awal itu membuatnya semakin yakin untuk mengambil kesempatan melatih di Kanada.
“Sekali lagi terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya merasa terhormat karena memang sebelumnya belum pernah mendapatkan tawaran seperti ini. Saya juga sudah berbicara dengan pihak GX Badminton melalui daring dan mereka mengungkapkan ketertarikan kepada saya,” ujar Tri.
Pada tahap awal, Tri belum langsung menetapkan program latihan secara detail. Ia ingin lebih dulu melihat karakter, kemampuan, dan potensi pemain muda di klub tersebut.
“Pada periode awal saya pengin melihat dulu bakat-bakat yang ada di sana. Sehingga saya sangat cukup punya waktu untuk melatih mereka di sana. Dengan nilai kontrak yang sangat bagus, ini tentu menjadi tantangan besar buat saya,” ujar Tri.
Nama Besar Tri Jadi Modal Utama
Tri Kusharjanto bukan nama asing dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Ia dikenal sebagai pemain spesialis ganda, terutama ganda campuran, dan mencapai puncak prestasi saat meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 bersama Minarti Timur.
Dalam final Olimpiade 2000, Tri/Minarti harus mengakui keunggulan pasangan China Zhang Jun/Gao Ling. Meski gagal meraih emas, medali perak tersebut tetap menjadi salah satu capaian penting bagi bulu tangkis Indonesia di panggung Olimpiade.
Selain itu, Tri juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang menjuarai Piala Thomas 2002. Prestasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain penting pada era kejayaan bulu tangkis Indonesia.
Owner MSD Sport Agency Reyhan Moses Tulaar mengatakan nama besar Tri menjadi salah satu alasan GX Badminton tertarik merekrutnya.
“Tri Kusharjanto punya prestasi luar biasa di dunia tepok bulu. Namanya sudah terkenal, baik di Indonesia maupun internasional. Raihan medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu menjadi bukti bahwa dia menjadi salah satu pelatih yang diinginkan oleh klub GX Badminton,” kata Reyhan.
Menurut Reyhan, kehadiran Tri di Kanada diharapkan memberi pengaruh positif terhadap pembinaan pemain muda. Apalagi, bulu tangkis Kanada tengah mendapat perhatian setelah munculnya prestasi besar dari Victor Lai.
“Diharapkan dengan kehadiran Tri Kusharjanto bisa memberikan warna baru dan aura positif untuk kemajuan bulu tangkis Kanada yang kini tengah naik daun berkat keberhasilan Victor Lai menjadi juara Indonesia Open 2026 lalu,” kata Reyhan.
Kanada Sedang Naik Daun Setelah Victor Lai
Kedatangan Tri ke Kanada terjadi pada momen menarik. Bulu tangkis Kanada sedang mendapat sorotan setelah Victor Lai menjuarai Indonesia Open 2026, turnamen level BWF World Tour Super 1000.
Victor membuat kejutan besar di Istora Senayan, Jakarta. Ia menyingkirkan pemain-pemain berpengalaman, termasuk Chou Tien Chen di semifinal, lalu mengalahkan Jonatan Christie pada partai final.
Dalam final Indonesia Open 2026, Victor mengalahkan Jonatan dengan skor 21-19 dan 21-8 dalam tempo 39 menit. Kemenangan itu menjadi salah satu pencapaian terbesar tunggal putra Kanada dan memperlihatkan bahwa negara tersebut mulai punya daya saing di level elite dunia.
Sebelum final, Jonatan Christie sudah mewaspadai keberanian dan daya juang Victor. Menurut Jonatan, generasi pemain muda seperti Victor memiliki modal fisik dan mental yang membuat mereka berbahaya di lapangan.
“Untuk besok, Victor Lai menjadi pemain muda ketiga yang saya hadapi di turnamen ini setelah Alwi Farhan dan Panitchaphon Teeraratsakul. Pemain-pemain muda sekarang punya skill, ketahanan, dan daya juang yang tinggi,” kata Jonatan seusai pertandingan.
Jonatan juga menilai kemenangan Victor atas Chou Tien Chen bukan kebetulan.
“Tadi pertandingan dia melawan Chou Tien Chen juga sangat ketat, dan itu yang perlu saya antisipasi,” ujar Jonatan.
Konteks ini membuat kehadiran Tri di Kanada menjadi semakin relevan. Ketika Kanada mulai menunjukkan potensi di level dunia, kehadiran pelatih berpengalaman dari Indonesia dapat memperkuat proses pembinaan akar rumput dan pemain muda.
GX Badminton Punya Basis Pembinaan Usia Muda
GX Badminton merupakan akademi bulu tangkis di Calgary yang menyediakan program latihan untuk berbagai level dan usia. Klub ini memiliki program latihan kelompok, kelas privat, kamp, serta pelatihan kompetisi untuk anak-anak, remaja, dan pemain yang ingin naik level.
GX Badminton juga memiliki kegiatan di Calgary South Racquet Sports, fasilitas olahraga raket di Calgary bagian tenggara. Fasilitas ini memiliki 16 lapangan badminton dan pickleball, area latihan, serta layanan pendukung seperti pro shop, penyewaan lapangan, dan program pembinaan.
Dengan basis tersebut, Tri akan masuk ke lingkungan yang memang dirancang untuk pembinaan pemain. Pengalaman Tri sebagai mantan atlet elite dan pelatih dapat memperkuat aspek teknik, disiplin, taktik ganda, mental bertanding, hingga pola latihan pemain muda.
Bagi GX Badminton, kehadiran pelatih dengan rekam jejak Olimpiade dapat menjadi nilai tambah besar. Bukan hanya untuk meningkatkan kualitas latihan, tetapi juga untuk menarik minat pemain muda dan orang tua yang ingin mendapat pembinaan berstandar internasional.
MSD Sport Agency Buka Jalur Karier Atlet Indonesia
Chairman MSD Sport Agency Roy Bartolomeus Tulaar mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membuka jalan bagi mantan atlet maupun atlet aktif Indonesia untuk melanjutkan karier di luar negeri.
Menurut Roy, lembaganya memberikan pendampingan kepada atlet, mulai dari kontrak, administrasi keberangkatan, hingga perlindungan hukum. Pendampingan seperti ini penting karena banyak mantan atlet memiliki kemampuan dan reputasi, tetapi tidak selalu memiliki akses resmi menuju pasar kerja olahraga internasional.
“MSD Sport Agency memulai sejarah baru, di mana kami akan melakukan suatu kerja sama dengan mengirimkan talenta terbaik kami yakni Tri Kusharjanto yang diminta oleh klien kami untuk menjadi pelatih di klub GX Badminton di Kanada,” ujar Roy.
Roy menilai reputasi Tri sejalan dengan visi GX Badminton sebagai salah satu klub ternama di Kanada.
“Tri Kusharjanto merupakan mantan pemain yang memiliki reputasi besar dan itu sejalan dengan visi GX Badminton yang merupakan salah satu klub ternama di Kanada. Kehadiran Tri Kusharjanto diharapkan makin bisa mengembangkan bulu tangkis yang ada di Kanada,” ujarnya melanjutkan.
Pernyataan Roy memperlihatkan arah baru bagi karier mantan atlet Indonesia. Setelah pensiun sebagai pemain, pengalaman mereka tetap bisa bernilai tinggi di pasar internasional, terutama sebagai pelatih, mentor, konsultan, atau pemain profesional di klub luar negeri.
Ekspor Pengetahuan Bulu Tangkis Indonesia
Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional bulu tangkis dunia. Karena itu, pengalaman pemain dan pelatih Indonesia memiliki nilai tinggi di negara-negara yang sedang membangun ekosistem bulu tangkis.
Kepindahan Tri ke Kanada bisa dibaca sebagai bentuk ekspor pengetahuan olahraga. Yang dibawa bukan hanya nama besar, tetapi juga pemahaman tentang pembinaan, kebiasaan latihan, cara membaca pertandingan, serta budaya kompetisi yang terbentuk dari tradisi panjang bulu tangkis Indonesia.
Dalam konteks global, banyak negara kini memperkuat pembinaan bulu tangkis melalui pelatih asing. Mereka mencari pelatih yang bukan hanya memahami teknik, tetapi juga pernah merasakan tekanan kompetisi internasional. Tri memenuhi dua unsur itu: berprestasi sebagai atlet dan berpengalaman dalam dunia kepelatihan.
Kehadiran pelatih Indonesia di luar negeri juga dapat memperluas pengaruh bulu tangkis nasional. Jika para pemain Kanada berkembang melalui sentuhan pelatih Indonesia, maka jejak pembinaan Indonesia ikut hadir dalam perkembangan bulu tangkis global.
Peluang Baru bagi Mantan Atlet
Karier Tri di Kanada juga memberi pesan penting bagi mantan atlet Indonesia. Setelah masa bermain selesai, karier olahraga tidak harus berhenti. Ada banyak jalur lanjutan, mulai dari pelatih klub, pelatih akademi, konsultan teknik, pembinaan usia muda, hingga manajemen olahraga.
Namun, jalur tersebut membutuhkan dukungan profesional. Mantan atlet memerlukan pendampingan kontrak, administrasi, perlindungan hukum, dan jaringan internasional. Di titik itulah peran agensi olahraga menjadi penting.
Banyak mantan atlet Indonesia memiliki pengalaman bertanding di level dunia, tetapi belum semua mampu mengonversi reputasi itu menjadi peluang karier yang rapi secara profesional. Kerja sama Tri dengan MSD Sport Agency dapat menjadi contoh bagaimana karier pasca-atlet dikelola lebih serius.
Tantangan Melatih di Kanada
Meski membawa reputasi besar, Tri tetap menghadapi tantangan. Sistem pembinaan di Kanada berbeda dengan Indonesia. Kultur latihan, tingkat kompetisi, jadwal sekolah, fasilitas, karakter pemain, hingga pola komunikasi dengan orang tua atlet bisa tidak sama.
Tri perlu menyesuaikan metode latihan agar cocok dengan lingkungan baru. Ia juga perlu membaca level pemain muda GX Badminton sebelum menentukan program jangka pendek dan jangka panjang.
Tantangan lainnya adalah membangun disiplin latihan tanpa mengabaikan konteks lokal. Di Indonesia, bulu tangkis sering dilatih dengan intensitas tinggi sejak usia muda. Di Kanada, pendekatan pembinaan bisa lebih beragam, terutama karena pemain muda juga memiliki kewajiban akademik dan aktivitas lain.
Karena itu, keputusan Tri untuk melihat lebih dulu potensi pemain pada periode awal menjadi langkah tepat. Dengan memahami kondisi lapangan, program latihan bisa disusun lebih realistis dan efektif.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar