periskop.id - Norton akhirnya mengungkap spesifikasi lengkap Atlas dan Atlas GT, dua model baru yang menjadi bagian penting dari kebangkitan pabrikan Inggris tersebut di bawah kepemilikan TVS Motor. Kehadiran keduanya menandai langkah serius Norton memasuki segmen adventure touring menengah yang saat ini menjadi salah satu pasar paling kompetitif di dunia.

Kedua motor ini dibangun menggunakan platform baru bermesin dua silinder segaris berkapasitas 585 cc. Norton menargetkan pengendara yang menginginkan kombinasi performa, teknologi modern, dan karakter khas motor Inggris dalam kemasan yang lebih terjangkau dibanding produk premium mereka sebelumnya.

Advertisement

Mesin Baru 585cc dengan Karakter Khas Twin Inggris

Melansir Visordown, jantung mekanis Atlas dan Atlas GT adalah mesin parallel-twin 585 cc berpendingin cairan yang menggunakan konfigurasi crankshaft 270 derajat. 

Tata letak ini dipilih untuk menghasilkan karakter tenaga dan suara yang lebih berisi, menyerupai mesin V-twin namun tetap mempertahankan keunggulan dimensi kompak dari mesin paralel.

Output tenaga yang dihasilkan mencapai 69 hp pada 9.300 rpm dengan torsi puncak 57,5 Nm pada 7.500 rpm. Angka tersebut menempatkannya tepat di tengah persaingan motor adventure dan sport touring kelas menengah yang saat ini dihuni model seperti Yamaha Tracer 7, Triumph Tiger Sport 660, hingga Kawasaki Versys 650.

Norton juga mengklaim mesin ini dikembangkan untuk memberikan kurva torsi yang lebar sehingga tetap nyaman digunakan dalam perjalanan jauh maupun berkendara harian. Sistem pelumasan menggunakan dua pompa oli, sementara pendinginan dirancang untuk tetap stabil dalam kondisi lalu lintas padat maupun cuaca panas.

Atlas dan Atlas GT, Dua Karakter yang Berbeda

Walaupun berbagi basis yang sama, Atlas dan Atlas GT ditujukan untuk pengguna berbeda.

Versi Atlas dirancang lebih dekat ke dunia adventure. Model ini menggunakan roda depan 19 inci, ground clearance lebih tinggi, serta suspensi dengan travel lebih panjang sehingga lebih siap menghadapi jalan rusak maupun medan ringan di luar aspal.

Sebaliknya, Atlas GT mengusung pendekatan yang lebih berorientasi ke jalan raya. Motor ini memakai roda depan 17 inci berbahan cast wheel, setelan suspensi yang lebih fokus pada kenyamanan dan kestabilan di aspal, serta karakter yang cocok untuk touring jarak jauh dan penggunaan harian.

Keduanya menggunakan rangka baja trellis dengan mesin sebagai stressed member. Suspensi depan dan belakang dipasok KYB dengan pengaturan penuh, sementara sistem pengereman mengandalkan cakram ganda 310 mm di depan yang dipadukan kaliper radial.

Norton Atlas. Dok. Norton

Fitur Elektronik Premium

Salah satu daya tarik utama Atlas dan Atlas GT adalah paket elektronik yang sangat lengkap untuk kelasnya.

Norton membekali kedua motor dengan IMU Bosch enam sumbu yang menjadi otak berbagai fitur keselamatan modern. Pengendara mendapatkan cornering ABS, traction control, cornering cruise control, wheelie control, hingga slide control. Selain itu tersedia lima mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi jalan dan preferensi pengendara.

Pada varian Apex yang lebih tinggi, Norton menambahkan electronic combined braking system serta fitur vehicle hold yang membantu saat berhenti di tanjakan.

Panel instrumen juga menjadi salah satu yang paling canggih di kelasnya. Layar TFT sentuh berukuran 8 inci hadir sebagai standar dengan navigasi terintegrasi, konektivitas Bluetooth, pembaruan perangkat lunak over-the-air, serta integrasi aplikasi Norton Rider.

Desain yang Berani dan Berbeda

Dari sisi tampilan, Norton berusaha menghadirkan identitas baru yang berbeda dari motor adventure pada umumnya. Desain Atlas dan Atlas GT mengusung garis bodi tajam dan proporsi yang tidak mengikuti pakem adventure konvensional.

Kepala desain Norton, Simon Skinner, menjelaskan filosofi di balik proyek ini. Ia mengatakan:

“Kategori motor adventure kelas menengah lebih banyak ditentukan oleh aspek praktis. Tantangan kami adalah menerapkan strategi desain Norton untuk meningkatkan sisi emosionalnya tanpa menghilangkan rasionalitas tersebut.”

Pendekatan tersebut membuat Atlas tampil cukup unik. Sebagian pengamat bahkan melihat kemiripan siluetnya dengan Honda Transalp generasi lawas, meski Norton menghadirkan interpretasi yang jauh lebih modern.

Di luar spesifikasi dan teknologi, tantangan terbesar Norton justru berada pada aspek yang tidak terlihat, yakni kualitas produk, jaringan layanan, dan kepercayaan konsumen.

Sejarah panjang Norton sempat diwarnai berbagai masalah finansial dan operasional sebelum akhirnya diakuisisi TVS Motor pada 2020. Karena itu, Atlas dan Atlas GT menjadi ujian penting apakah Norton benar-benar mampu bersaing dengan merek Jepang dan Eropa yang sudah mapan.

Sebagai bentuk komitmen, Norton menyertakan garansi tiga tahun beserta layanan bantuan darurat (roadside assistance) untuk kedua model tersebut. Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun kembali kepercayaan terhadap merek legendaris asal Inggris tersebut.

Di Inggris, Norton Atlas dipasarkan mulai £8.250 (Rp196 juta), sementara Atlas Apex dibanderol £9.450 (Rp224 juta). Harga tersebut sengaja ditempatkan agar dapat bersaing langsung dengan pemain utama di segmen adventure touring menengah.

Jika strategi harga tersebut dapat dipertahankan di berbagai pasar, Atlas dan Atlas GT berpotensi menjadi salah satu produk paling menarik dari kebangkitan Norton. Kombinasi mesin twin berkarakter, teknologi modern, dan citra merek Inggris yang legendaris membuat keduanya layak diperhitungkan dalam persaingan motor adventure beberapa tahun ke depan.