periskop.id - Kawasaki Ninja 250 FI bergaya klasik kini hadir kembali lewat peluncuran Ninja 300 di pasar Amerika Serikat, menghidupkan perdebatan soal mana yang lebih layak dipilih antara model retro ini dan Ninja 250 FI berdesain ZX-25R yang saat ini beredar di Indonesia. Bagi calon pembeli yang sedang mempertimbangkan keduanya, memahami perbedaan spesifikasi dan karakter masing-masing model bisa jadi penentu keputusan.

Kawasaki mengumumkan secara resmi kembalinya Ninja 300 pada Juni 2026, setelah motor ini menghilang dari pasar utama hampir satu dekade. Model ini sejatinya merupakan kembaran langsung dari Ninja 250 FI yang pernah beredar di Indonesia, dengan satu perbedaan utama: kapasitas mesin yang sedikit lebih besar.

Advertisement

Platform yang dipakai pada Ninja 300 terbaru pada dasarnya masih merupakan basis model tahun 2017, tahun terakhir sebelum posisinya diambil alih oleh Ninja 400. Kawasaki nyaris tidak melakukan perombakan besar, artinya karakter mesin dan sasis yang sudah teruji selama bertahun-tahun tetap dipertahankan.

Spesifikasi Mesin Ninja 250 FI Gaya Klasik

Dapur pacu yang digunakan adalah mesin dua silinder sejajar (parallel-twin) 296 cc berpendingin cairan. Kawasaki mengklaim mesin tersebut menghasilkan tenaga 38,9 dk pada 10.000 rpm, dengan torsi puncak 26,1 Nm pada putaran yang sama.

Sasis yang dipakai tetap berupa rangka tubular baja tipe diamond frame. Suspensi depan menggunakan garpu teleskopik berdiameter 37 mm, sementara bagian belakang mengandalkan suspensi Uni-Track khas Kawasaki yang dilengkapi penyetelan preload.

Baik rangka maupun kaki-kaki tidak mengalami perubahan berarti dari versi 2017. Fondasi teknis yang sama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar model lama yang menginginkan karakter berkendara yang familiar.

Perbedaan Desain Klasik dan Tampilan Agresif ZX-25R

Di sinilah jarak paling jelas antara dua generasi Ninja 250 FI ini terlihat. Model yang kini dihidupkan kembali mempertahankan siluet klasik yang pernah menjadi identitas visual Ninja 250 FI saat masih dipasarkan di Indonesia.

Kawasaki Indonesia saat ini memasarkan Ninja 250 FI dengan tampilan yang jauh lebih agresif, mengadopsi garis desain dari ZX-25R. Bagi yang menginginkan estetika sport modern dengan lekukan tajam bergaya superbike, model terbaru ini menawarkan karakter visual yang sama sekali berbeda.

Perbedaan selera desain antara keduanya cukup tajam. Model klasik cenderung terlihat lebih ramping dan membulat, sementara versi ZX-25R menampilkan fascia yang lebih lancip dan penuh sudut. Pilihan antara keduanya banyak bergantung pada preferensi estetika masing-masing pembeli.

Fitur Keselamatan dan Harga Ninja 300 Terbaru

Satu pembaruan paling signifikan pada Ninja 300 yang dihidupkan kembali adalah hadirnya Anti-lock Braking System (ABS) sebagai fitur standar bawaan, bukan opsi tambahan. Kawasaki juga memperbarui sistem pencahayaan dan memasang windshield berukuran lebih besar.

Harga yang dipatok di Amerika Serikat dimulai dari US$4.999 atau setara Rp88,9 juta. Angka itu identik dengan harga Ninja 300 pada 2017, meski unit terbaru sudah menyertakan ABS sebagai perlengkapan standar tanpa biaya tambahan.

Apakah Ninja 250 FI Klasik Akan Masuk Indonesia?

Untuk pasar Indonesia, model bergaya klasik ini belum dipasarkan. Kawasaki Indonesia saat ini berfokus memasarkan Ninja 250 FI berdesain ZX-25R yang lebih modern dan menjadi satu-satunya pilihan di kelas ini untuk konsumen lokal.

Menariknya, Ninja 300 sendiri tidak pernah benar-benar berhenti diproduksi. Model ini tetap dibuat di negara seperti India meski absen dari sejumlah pasar besar, yang menunjukkan bahwa basis produksinya masih tersedia kalau sewaktu-waktu ada permintaan pasar baru.

Dua model ini menawarkan karakter yang berbeda dari akar platform yang sama. Jika prioritas Anda adalah desain modern bergaya superbike dengan ketersediaan purna jual lokal, Ninja 250 FI versi ZX-25R di dealer Indonesia adalah pilihan yang langsung bisa dieksekusi. Bagi yang merindukan tampilan Ninja 250 FI klasik, kebangkitan Ninja 300 di AS setidaknya memberi gambaran bahwa gaya tersebut masih diminati di pasar global.