Periskop.id - Harga solar nonsubsidi yang melambung membuat pasar mobil diesel bekas ikut tertekan. Depresiasi sejumlah model populer melonjak jauh di atas kondisi normal, bahkan mendekati level pandemi.

Sekjen Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI) Ricky Prawiro menyebutkan, minat calon pembeli terhadap kendaraan diesel bekas turun signifikan sejak harga bahan bakar solar naik. Penurunan itu terlihat dari berkurangnya pertanyaan masuk lewat berbagai kanal, baik kunjungan langsung ke showroom, telepon, maupun media sosial.

"Bicara minat mobil diesel bekas, sejak harga solar naik ini memang ada penurunan, dari yang enquiry, baik yang walk-in maupun yang dari telepon, ataupun media sosial," kata Ricky dalam Forum Sidkom (Sidak Komunitas) di Jakarta, Jumat (27/6).

Lesunya minat beli itu langsung memukul harga di pasar. Beberapa model diesel populer mencatatkan angka depresiasi yang jarang terjadi di luar masa krisis.

"Depresiasi Fortuner misalnya, bisa mencapai 26% dibanding harga baru setelah adanya kenaikan bahan bakar. Depresiasi Pajero sampai 33,15%, terus Hyundai Palisade sampai 21,5%," papar Ricky.

Kondisi itu memaksa para pelaku usaha membanderol unit diesel bekas di bawah harga pasaran. Ricky menegaskan, strategi tersebut menjadi satu-satunya cara agar kendaraan bisa keluar dari showroom.

"Fortuner ini tidak pernah depresiasinya segede ini dalam sejarah, kecuali zaman pandemi Covid. Di barunya 663 juta rupiah tahun 2024 itu, turunnya lumayan 26%, biasanya sekarang 485 juta rupiah," ujar Ricky.

Ia menjelaskan, angka Rp485 juta itu merupakan harga jual dari showroom-nya sendiri. Harga beli unit dari penjual pertama dipastikan jauh lebih rendah, karena sepinya permintaan membuat showroom harus menawarkan harga yang benar-benar menarik agar unit bisa terjual.

Sebagai konteks, harga Pertamina Dex sempat menyentuh Rp27.900 per liter pada Mei 2026. Saat ini angkanya telah turun ke Rp24.800 per liter, namun tekanan terhadap pasar diesel bekas masih terasa.

"Tadinya ini mobil sangat mudah saya jual. Mudah banget. Tapi akhir-akhir ini, susah," pungkas Ricky.