Periskop.id - Volkswagen Grup berencana menutup setidaknya empat pabrik di Eropa, dengan potensi pemutusan hubungan kerja hingga 100 ribu karyawan. Pemerintah Jerman pun bergerak membujuk raksasa otomotif itu agar mengurungkan niat tersebut.

Rencana penutupan mencakup tiga pabrik di Jerman, yakni di Hanover, Emden, dan Zwickau, ditambah fasilitas Audi di Neckarsulm. Keputusan ini dipicu oleh penurunan laba perusahaan sebesar 44%, seiring memburuknya kondisi pasar akibat persaingan ketat dari produsen otomotif China, kebijakan tarif Amerika Serikat, serta kenaikan biaya produksi.

"Tujuan kami adalah untuk mencegah penutupan di beberapa lokasi di Jerman," ujar juru bicara pemerintah Jerman, Selasa (30/6), sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pemerintah Jerman menegaskan, pihaknya siap menyediakan kondisi regulasi yang mendukung agar lokasi-lokasi tersebut tetap beroperasi. Namun di sisi lain, mereka juga mengakui rencana restrukturisasi besar-besaran VW untuk menekan biaya produksi merupakan ranah kebijakan internal perusahaan.

"Untuk mencapai hal ini, kondisi kerangka kerja yang tepat harus ada, termasuk mekanisme kompetitif yang diperlukan. Insentif harus diberikan untuk memastikan bahwa lokasi-lokasi ini tetap beroperasi," lanjut juru bicara tersebut.

VW juga dilaporkan mempertimbangkan pemisahan lini mobil penumpang dan komponen ke dalam dua divisi yang berdiri sendiri. Langkah itu disebut tidak lazim bagi perusahaan dan belum pernah ditempuh selama ini.

"Pada prinsipnya, bagaimanapun, terserah perusahaan untuk membuat keputusan ini berdasarkan pertimbangan komersial," tegasnya.

Di pasar modal, saham Volkswagen mendekati titik terendah dalam 16 tahun terakhir. Sejumlah investor menilai manajemen perlu segera mengubah arah bisnis.

Rencana tersebut belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan. Namun, langkah ini diprediksi bakal mendapat perlawanan dari serikat pekerja dan negara bagian Lower Saxony, yang merupakan pemegang saham terbesar kedua VW. Sementara itu, Porsche SE selaku perusahaan investasi keluarga Porsche dan Piëch sekaligus pemegang saham terbesar VW, menolak memberikan komentar.

Rencana restrukturisasi ini dijadwalkan dibahas dalam rapat dewan pengawas pada Kamis, 9 Juli 2026, yang rencananya juga akan melibatkan perwakilan karyawan. Bagi pemerintah Jerman yang tengah berupaya memulihkan perekonomian domestik yang lesu, rencana penutupan pabrik oleh produsen mobil terbesar di Eropa ini menjadi tekanan tersendiri.