iklan periskop
Pasar Modal

IHSG Diproyeksi Variatif, Cermati MSCI dan Inflasi AS

IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.350-6.450 pada Kamis, dipengaruhi hasil review MSCI Agustus 2026 dan data inflasi AS yang melunak.

2 jam yang lalu · 2 mnt baca
Demutualisasi, BEI, IHSG, OJK
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1). Foto: Periskop.id/Maria Jessica Elvira Marus
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variatif pada perdagangan Kamis (13/8/2026), di rentang 6.350-6.450. Proyeksi tersebut muncul di tengah sentimen dari hasil MSCI August 2026 Index Review dan data inflasi Amerika Serikat.

Ratih menyebutkan, salah satu sentimen dari dalam negeri berasal dari hasil review MSCI yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Dalam review tersebut, dua saham keluar dari MSCI Global Standard Indexes, sementara sembilan saham keluar dari MSCI Small Cap Indexes.

"Fokus MSCI saat ini melihat konsistensi implementasi kebijakan tersebut, mengingat proses penyesuaian (clean-up) konstituen sebagian besar telah dieksekusi pada review indeks edisi Mei 2026," ujar Ratih dalam risetnya, Kamis (13/8).

Pasar dinilai merespons positif hasil review itu seiring langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat tata kelola pasar. Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain High Shareholding Concentration (HSC), batas minimum free float 15%, reklasifikasi 39 kategori investor, serta peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1%.

Meski respons pasar positif, bobot Indonesia dalam MSCI Global Standard Index Emerging Markets justru masih tergerus.

Berdasarkan perhitungan Free Float Adjusted Market Capitalization (FFMC), bobot Indonesia tercatat sebesar 0,44% per 12 Agustus 2026. Posisi ini turun dibandingkan bobot Indonesia pada rebalancing MSCI edisi Maret 2026 yang sempat mencapai 0,92%.

Dari pasar global, bursa Wall Street bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Indeks Nasdaq menguat 0,54%, sedangkan Dow Jones terkoreksi tipis 0,04%.

Sentimen pasar juga dipengaruhi rilis data inflasi Amerika Serikat. Inflasi berdasarkan Consumer Price Index (CPI) AS pada Juli 2026 tercatat 3,4% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Angka tersebut sesuai ekspektasi pasar dan lebih rendah dibandingkan 3,5% pada bulan sebelumnya. Perkembangan inflasi ini menjadi salah satu indikator yang dicermati investor dalam melihat arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve.

Kombinasi sentimen dari hasil review MSCI, langkah pengetatan tata kelola BEI, serta pergerakan inflasi AS itulah yang membentuk proyeksi variatif IHSG pada perdagangan Kamis ini. Pelaku pasar diperkirakan tetap mencermati konsistensi implementasi kebijakan bursa domestik ke depan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ajaib Sekuritas, Bursa Efek Indonesia (BEI), Federal Reserve (The Fed), Morgan Stanley Capital International (MSCI), dan inflasi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.