iklan periskop
Pendidikan

Kemendikdasmen Batasi Murid SNT Jadi 80 Per Angkatan

Kemendikdasmen menyeleksi ketat guru, kepala sekolah, dan siswa SNT. Tiap angkatan cuma diisi 80 murid demi menjaga mutu pembelajaran.

1 hari yang lalu · 3 mnt baca
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)
Ilustrasi - Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). dok. Periskop.id/ AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan seleksi ketat untuk menjaring siswa maupun guru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Dari 60.000 pendaftar guru, hanya 204 orang yang lolos menjadi pengajar di 17 lokasi SNT.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menyebutkan, ratusan guru terpilih itu merupakan lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Mereka kini bertugas mendampingi proses pembelajaran di berbagai lokasi SNT.

"Kami juga telah merekrut 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran yang diseleksi dari 60.000 stok PPG Prajabatan," kata Gogot kepada wartawan di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) atau SNT 7 Bogor, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8).

Para guru terpilih itu disebut telah mengantongi pengalaman mengajar yang matang. Sebelum diterjunkan ke lapangan, mereka lebih dulu menjalani pelatihan intensif selama lima hari.

"Mereka telah mengikuti persiapan selama lima hari kemarin untuk memastikan kesiapan di lapangan," kata Gogot.

Selain guru, Kemendikdasmen juga menggelar seleksi ketat untuk kepala sekolah. Dari 1.800 pendaftar di seluruh Indonesia, terpilih 17 kepala sekolah untuk memimpin masing-masing SNT.

"Kami telah menyeleksi 17 Kepala Sekolah dari 1.800 pendaftar di seluruh Indonesia. Jadi kepala sekolah yang terpilih di SNT Bogor adalah kepala sekolah pilihan," kata Gogot.

Seleksi ketat juga berlaku untuk calon siswa. Dari 2.068 pendaftar, hanya 1.360 anak yang dinyatakan lolos dan mulai menjalani sekolah pada tahun ini.

"Dari yang mendaftar 2.068, telah lulus 1.360 untuk anak-anak kita di 17 lokasi ini. Terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA. Adik-adik ini adalah angkatan pertama SNT tahun 2026-2027," ujar Gogot.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menambahkan, siswa SNT merupakan anak-anak dengan kemampuan akademik di atas rata-rata. Ia menyebut mereka unggul, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

"Sekolah Nasional Terintegrasi ini baru kita laksanakan pada periode ini, yang tujuannya adalah memberikan kesempatan dan memberikan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan yang istimewa, khususnya dalam bidang akademik, untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi," kata Mu'ti.

Jumlah murid di setiap SNT dibatasi demi menjaga mutu pembelajaran. Contohnya di SNT 7 Bogor, satu angkatan hanya diisi 80 siswa, terdiri dari 40 murid jenjang SMP dan 40 murid jenjang SMA.

"Kemudian muridnya, kita memang batasi karena menjaga mutu. Maka untuk angkatan pertama ini, jenjang SMP itu kita hanya menerima 40 murid. Kemudian untuk SMA juga kita hanya menerima 40 murid. Jadi jumlahnya hanya 80 murid di masing-masing SNT," kata Mu'ti.

Kuota tersebut dijelaskan akan dipertahankan pada seleksi-seleksi berikutnya. Meski begitu, jumlahnya bisa disesuaikan berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah atau kepala sekolah setempat.

"Jadi tes yang kita pakai adalah tes skolastik yang itu menjadi satu kesatuan dalam seleksi murid di Sekolah Nasional Terintegrasi ini. Jadi fokusnya memang untuk murid yang punya kemampuan di atas rata-rata, baik secara akademik maupun non-akademik," kata Mu'ti.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Gogot Suharwoto, Abdul Mu'ti, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.