iklan periskop
Pendidikan

Prabowo Targetkan Sekolah Negeri Tak Lagi Pungut Biaya

Prabowo menargetkan sekolah negeri gratis, peningkatan sarana pendidikan, serta digitalisasi kelas dengan layar interaktif dan sistem pembelajaran jarak jauh.

4 jam yang lalu · 2 mnt baca
Prabowo Targetkan Sekolah Negeri Tak Lagi Pungut Biaya
Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026, Jakarta, Jumat (14/8). Foto: Setpres.dok
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id – Presiden Prabowo Subianto menargetkan sekolah negeri di seluruh Indonesia tidak lagi memungut biaya dari siswa. Kebijakan ini disebut sebagai upaya pemerintah mewujudkan cita-cita pendiri bangsa agar pendidikan dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia.

"Pemerintah juga akan memperjuangkan sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri bangsa kita, pendidikan adalah hak semua anak Indonesia," ucap Prabowo dalam pidato kenegaraan RAPBN 2027 di Jakarta, Sabtu (15/8).

Meski demikian, Prabowo menegaskan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi tetap dapat memilih sekolah swasta yang dinilai memiliki kualitas pendidikan unggul. Sementara itu, pemerintah akan memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses pendidikan gratis melalui sekolah negeri.

"Bagi mereka yang punya kemampuan silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat. Tapi pemerintah akan perjuangkan agar anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis," tegasnya.

Selain menggratiskan sekolah negeri, Prabowo juga menargetkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi sekolah yang mengalami kerusakan berat, ruang kelas roboh, maupun fasilitas yang tidak layak digunakan dalam jangka waktu lama.

Menurutnya, seluruh sekolah harus berada dalam kondisi aman, bersih, dan nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pemerintah juga akan memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

Di bidang digitalisasi pendidikan, Prabowo mengungkapkan pemerintah akan melengkapi ruang kelas dengan Interactive Flat Panel (IFP) atau layar pintar interaktif.

Hingga akhir Desember 2026, pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia menerima tambahan tiga unit IFP sehingga setiap sekolah memiliki sedikitnya empat ruang kelas yang dilengkapi perangkat tersebut.

"Di akhir bulan Desember 2026 kita perjuangkan semua sekolah akan menerima tambahan tiga layar. Akhir tahun ini semua sekolah di Indonesia akan punya empat ruangan dengan IFP. Ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah akan mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh (long distance learning) yang memungkinkan guru-guru terbaik mengajar dari studio pendidikan di Jakarta maupun ibu kota provinsi untuk diakses siswa di berbagai daerah.

"Kita juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh. Guru terbaik akan bisa mengajar dari studio di Jakarta atau di ibu kota provinsi. Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan," tutup Prabowo.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.