Citi Indonesia Raup Laba Bersih Rp994 Miliar di Semester I 2026
Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp994 miliar pada semester I 2026, dengan kredit Rp29,9 triliun, DPK Rp72,6 triliun dan NPL 0,19%

Periskop.id - Citi Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp994 miliar sepanjang semester I 2026, ditopang pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta kualitas aset yang tetap terjaga. Penyaluran kredit mencapai Rp29,9 triliun, sementara DPK tumbuh 23,29% secara tahunan menjadi Rp72,6 triliun.
Meski profitabilitas mengalami moderasi akibat volatilitas pasar yang memengaruhi keuntungan dari penjualan aset keuangan, Citi Indonesia tetap mencatat rasio biaya terhadap pendapatan atau Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 51,17%.
Kinerja keuangan juga ditopang kualitas aset yang relatif kuat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Citi Indonesia berada di level 0,19%, sementara Capital Adequacy Ratio (CAR/KPMM) mencapai 31,43%. Dari sisi likuiditas, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 276,26%.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, capaian tersebut menunjukkan daya tahan bisnis perseroan di tengah dinamika ekonomi dan pasar sepanjang paruh pertama tahun ini. “Hasil yang kami capai pada semester pertama tahun 2026 menegaskan ketangguhan dan daya saing franchise Citi Indonesia," ujarnya, Kamis (20/8).
Ia melanjutkan, pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid, serta rasio NPL yang terjaga mendekati nol mencerminkan kepercayaan mendalam para klien terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia. “Kami akan terus berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung yaitu Banking, Markets, dan Services, sekaligus menghadapi dinamika perekonomian dengan keyakinan dan kehati-hatian,” tuturnya.
Dari sisi pendanaan, DPK Citi Indonesia tumbuh 23,29% secara tahunan menjadi Rp72,6 triliun. Pertumbuhan terutama berasal dari giro yang melonjak 36,54% menjadi Rp60,4 triliun.
Kenaikan giro turut mendongkrak rasio Low-Cost-Fund menjadi 83,23%, dibandingkan 75,16% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, penyaluran kredit tumbuh 8,05% secara tahunan dan meningkat 11,05% dibandingkan posisi akhir 2025 hingga mencapai Rp29,9 triliun.
Pertumbuhan DPK Citi tersebut lebih tinggi dibandingkan industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan DPK perbankan pada Juni 2026 tumbuh 10,21% secara tahunan menjadi Rp10.281,8 triliun.
Sementara itu, kredit perbankan nasional tumbuh 12,67% secara tahunan menjadi Rp9.080,9 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan kredit Citi sebesar 8,05% masih berada di bawah pertumbuhan industri pada periode yang sama.
Kualitas kredit Citi juga relatif lebih baik dibandingkan industri. OJK mencatat NPL gross perbankan nasional sebesar 2,09% pada Juni 2026, sedangkan NPL Citi Indonesia berada di 0,19%.
Bisnis Institusional Tetap Jadi Penopang
Sepanjang semester I 2026, lini Banking Citi Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan dan aset dengan fokus pada nasabah perusahaan lokal dan multinasional, lembaga keuangan, hingga organisasi sektor publik.
Citi terlibat dalam sejumlah transaksi bernilai besar, termasuk sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner penerbitan obligasi global perdana senilai US$1,5 miliar untuk PT Danantara Investment Management.
Citi juga menjalankan peran serupa dalam penerbitan obligasi global senilai US$1,5 miliar milik PT PLN. Selain itu, Citi menjadi Mandated Lead Arranger untuk sindikasi pinjaman tiga tahun senilai US$1 miliar bagi PT Danantara Investment Management.
Pada bisnis Services, pertumbuhan kuartal II 2026 didorong kenaikan saldo rata-rata sebesar 16% dan penggunaan kartu komersial yang melonjak 254%.
Pemanfaatan Simplified Trade Loan dan eLoan juga mendorong aset pembiayaan modal kerja tumbuh 36%. Sementara konektivitas digital berbasis API meningkat 50%.
Bisnis Markets Citi Indonesia turut mencatat peningkatan aktivitas transaksi valuta asing dan solusi lindung nilai atau hedging, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan nasabah menghadapi volatilitas pasar.
Citi juga memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam operasional dengan menyediakan perangkat seperti Citi Stylus Workspaces dan Citi Assist bagi karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat akses terhadap informasi internal.
Pada Juni 2026, Citi Indonesia meraih tiga penghargaan FinanceAsia Awards 2026, yakni International - Best Bank, International - Best Bank for Large Corp & MNCs, serta International - Best Bank for Public Sector Clients.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Citi Indonesia, laba bersih, dan Kinerja Keuangan dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.