Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 8% Jadi 2,17 Juta TEUs hingga Juli 2026
Arus peti kemas IPC TPK mencapai 2,17 juta TEUs hingga Juli 2026, naik 8%. Kinerja Juli tumbuh 13,7% ditopang Teluk Bayur dan Panjang

Periskop.id - Kinerja bongkar muat IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus menguat sepanjang 2026. Arus peti kemas perusahaan mencapai 2,17 juta TEUs selama Januari-Juli 2026, tumbuh 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan bahkan berakselerasi pada Juli dengan kenaikan 13,7% secara tahunan.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan peningkatan tersebut ditopang optimalisasi layanan dan efisiensi operasional di seluruh terminal yang dikelola perusahaan.
"IPC TPK kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif dengan membukukan pertumbuhan arus peti kemas secara kumulatif (yoy) sebesar 8 persen pada periode Januari hingga Juli 2026," kata Daniel dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Secara volume, IPC TPK menangani 2.171.202 TEUs peti kemas dalam tujuh bulan pertama 2026. Jumlah itu bertambah 162.017 TEUs dibandingkan Januari-Juli 2025 yang mencapai 2.009.185 TEUs.
"Capaian positif ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan IPC TPK dalam menjaga operational excellence serta memperkuat sinergi dengan para pengguna jasa," ujarnya.
Kinerja tujuh bulan tersebut sekaligus melanjutkan tren peningkatan yang terlihat sejak awal tahun. Pada Januari 2026, IPC TPK membukukan arus peti kemas sebanyak 299.891 TEUs atau tumbuh sekitar 6,82% secara tahunan. Hingga Februari, volumenya meningkat menjadi 600.416 TEUs dengan pertumbuhan 8,7%.
Pertumbuhan Makin Cepat Dibanding Semester I
Data terbaru menunjukkan laju pertumbuhan IPC TPK menguat dibandingkan posisi akhir semester I 2026. Hingga Juni, perusahaan mencatat arus peti kemas sebesar 1.817.738 TEUs, naik 7% dari 1.698.339 TEUs pada periode yang sama 2025.
Dengan tambahan volume pada Juli, pertumbuhan kumulatif kemudian meningkat menjadi 8%. Ini menunjukkan aktivitas bongkar muat pada bulan ketujuh memberikan dorongan cukup kuat terhadap kinerja sepanjang tahun.
Pada Juli 2026 saja, IPC TPK melayani 353.465 TEUs, meningkat 13,7% dibandingkan Juli 2025 yang sebanyak 310.846 TEUs. Secara volume, terdapat tambahan sekitar 42.619 TEUs dalam satu bulan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Juli tersebut juga lebih tinggi dibandingkan Juni 2026. Pada Juni, throughput IPC TPK tercatat 325.017 TEUs atau meningkat 11,5% secara tahunan.
Artinya, selain volume peti kemas yang meningkat, laju pertumbuhan bulanan secara tahunan turut menunjukkan akselerasi dari 11,5% pada Juni menjadi 13,7% pada Juli.
Teluk Bayur Tumbuh Paling Tinggi
Peningkatan arus peti kemas pada Juli terjadi di sejumlah terminal. Terminal Teluk Bayur menjadi terminal dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 30,8%, disusul Terminal Panjang 29,1%, Terminal Tanjung Priok 15,2%, serta Terminal Jambi 6%.
Kinerja Terminal Panjang sebelumnya juga menonjol. Pada Juni 2026, arus peti kemas di terminal tersebut melonjak 73,7% secara tahunan, menjadikannya salah satu pendorong pertumbuhan IPC TPK pada semester pertama tahun ini.
IPC TPK terus mendorong integrasi operasional dan efisiensi sistem kepelabuhanan untuk mempercepat proses bongkar muat. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran arus barang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
"Kami berharap pencapaian ini dapat terus menjadi pemicu semangat bagi seluruh tim IPC TPK untuk konsisten menjaga kualitas layanan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempertahankan tren kinerja positif," kata Daniel.
Aktivitas Perdagangan Ikut Menguat
Pertumbuhan arus peti kemas IPC TPK berlangsung di tengah peningkatan aktivitas perdagangan Indonesia pada 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia selama Januari-Mei 2026 mencapai US$115,36 miliar, naik 3,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas bahkan tumbuh 3,89% menjadi US$110,19 miliar.
Di sisi lain, nilai impor Januari-Mei 2026 mencapai US$111,33 miliar, meningkat 15,24% secara tahunan. Impor nonmigas tercatat sebesar US$93,88 miliar atau naik 13,16%.
Meski nilai perdagangan tidak dapat dibandingkan langsung dengan volume peti kemas, peningkatan aktivitas ekspor-impor memberikan gambaran bahwa pergerakan barang dalam perdagangan internasional tetap tinggi. IPC TPK sendiri melayani arus peti kemas domestik maupun internasional melalui jaringan terminalnya.
Dengan realisasi 2,17 juta TEUs hingga Juli, IPC TPK kini mempertahankan tren pertumbuhan yang telah berlangsung sejak awal tahun. Tantangan berikutnya adalah menjaga kecepatan dan efisiensi layanan ketika volume barang meningkat, terutama di terminal-terminal yang mencatat lonjakan arus peti kemas cukup tinggi.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai peti kemas, dan ekspor-impor dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.