iklan periskop
Politik

Pertemuan di Rumah Sekjen Gerindra, Ini yang Dibahas Parpol Koalisi

Sekjen parpol koalisi pemerintah gelar silaturahmi jelang Sidang Tahunan MPR. Bahas RUU Pemilu, Pilkada, hingga isu reshuffle kabinet.

3 jam yang lalu · 3 mnt baca
Pertemuan para sekjen partai di kediaman Sekjen Gerindra Sugiono. Foto istimewa
Pertemuan para sekjen partai di kediaman Sekjen Gerindra Sugiono. Foto istimewa
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Jajaran sekretaris jenderal (sekjen) partai politik koalisi pendukung pemerintah menggelar pertemuan silaturahmi. Pertemuan ini digelar untuk mempererat koordinasi dan menyamakan pandangan menghadapi agenda politik strategis ke depan.

Konsolidasi informal tersebut berlangsung hanya beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan serta Nota Keuangan RUU APBN 2027 di hadapan Sidang Bersama DPR/DPD/MPR RI. Pertemuan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, pertemuan itu menjadi ruang konsolidasi yang mencairkan komunikasi antarpartai. Sebab, menurutnya, jajaran sekjen sudah lama tak bertatap muka karena fokus pada agenda ekonomi nasional.

"Tentu ada ke depan ada banyak agenda-agenda politik yang ini harus betul-betul disatukan. Satu barisan, satu ide, satu gagasan, meskipun barangkali nanti ada banyak usulan dan pandangan pendapat. Nah inilah yang tadi malam (13/8) coba kita angkat menjadi kebersamaan untuk mendudukkan berbagai persoalan ke depan secara bersama-sama," kata anggota DPR Komisi VI itu, di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8).

Pria yang akrab disapa Hero ini tak menampik ruang komunikasi partai koalisi ke depan diarahkan pada penyelarasan sikap terhadap paket regulasi politik. Beberapa di antaranya Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu), RUU Pilkada, hingga RUU Partai Politik.

"Namanya juga kita entitas politik, kalau bertemu pasti ada banyak agenda politik yang dibicarakan. Namun ke depan tentu banyak agenda politik, ada Undang-Undang Pemilu, ada Undang-Undang Pilkada, mungkin juga Undang-Undang Partai Politik, terus kemudian Undang-Undang lain yang tentu juga berkaitan dengan turunannya. Ini kan harus disamakan supaya kepentingan seluruh partai-partai terakomodir dengan baik," jelas dia.

Soal isu perombakan kabinet (reshuffle) yang santer terdengar belakangan, Hero menegaskan hal itu sepenuhnya wewenang mutlak Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku tidak mengetahui rencana tersebut.

"Wah, tidak tahu saya itu. Itu hak prerogatif Presiden," tegasnya.

Senada dengan Hero, Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji menyebut pertemuan para sekjen koalisi berlangsung santai. Pertemuan itu bertujuan merefleksikan jalannya pemerintahan menjelang peringatan kemerdekaan.

"Sebenarnya pertemuan semalam (Kamis (13/8) enggak ada agenda yang sangat khusus, enggak ada. Pertemuan semalam itu hanya silaturahmi. Silaturahim antar sekjen partai koalisi, dan kita mendiskusikan sekaligus merefleksikan menjelang 17-an, apakah langkah-langkah yang sudah kita lakukan di dalam koalisi, langkah-langkah pemerintah, sudah mendekatkan pada cita-cita kemerdekaan," kata Sarmuji.

Sarmuji melanjutkan, obrolan seputar dinamika politik elektoral belum masuk tahap pembahasan mendalam atau kesepakatan khusus antarfraksi. Isu-isu politik hanya disinggung sekilas dalam pertemuan tersebut.

"Cuman sekadar, namanya obrolan politik, nyinggung-nyinggung politik sedikit ada. Tetapi pembahasan yang khusus enggak ada, belum ada. Mungkin dalam pertemuan selanjutnya," ungkapnya.

Pertemuan silaturahmi ini digelar di kediaman Sekjen Partai Gerindra Sugiono. Hadir jajaran sekjen partai politik pengusung pemerintah, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun nonparlemen, seperti Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PAN, PKS, Partai NasDem, PSI, PBB, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Prima.

Sugiono menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarpartai politik menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

"Ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka," kata Sugiono.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.