Periskop.id - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi menyelesaikan pencatatan sekunder di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) dan mulai diperdagangkan Jumat (26/6) dalam bentuk Hong Kong Depositary Receipts (HDR) berkode 6228. Ini menjadi tonggak bersejarah bagi pasar modal Indonesia karena EMAS tercatat sebagai emiten pertama yang melakukan dual listing di HKEX dalam lebih dari dua dekade.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke Poerbaya Abidin menyebutkan, pencatatan di HKEX sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di pasar modal global. Ia menilai langkah ini membuka akses lebih luas bagi investor internasional untuk mendapatkan eksposur terhadap salah satu aset pertumbuhan emas paling signifikan di Indonesia, sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani.

"Kami percaya pencatatan ini akan memperluas basis investor, memperkuat visibilitas global, dan mendukung fase pertumbuhan berikutnya bagi Merdeka Gold Resources," ujar Boyke dalam keterangan resmi, Jumat (26/6).

HDR EMAS mulai diperdagangkan di HKEX pada pukul 09.30 waktu Hong Kong atau 08.30 WIB. Harga penawarannya ditetapkan sebesar HK$26,60 per HDR dengan satuan perdagangan 100 HDR per lot.

HDR sendiri merupakan efek yang diperdagangkan di HKEX dan merepresentasikan kepemilikan manfaat atas saham biasa yang tercatat di bursa lain. Dalam kasus EMAS, setiap HDR merepresentasikan kepemilikan manfaat atas saham biasa perusahaan yang sudah tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Struktur HDR memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap EMAS melalui pasar Hong Kong, sekaligus tetap mempertahankan kepentingan ekonomi yang sama atas saham perusahaan yang tercatat di Indonesia.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) selaku pemegang saham pengendali EMAS tidak melepas saham dalam penawaran global ini. Karena itu, transaksi tersebut tidak mengubah modal ditempatkan EMAS dan tidak menyebabkan dilusi bagi pemegang saham eksisting.

EMAS juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemegang HDR di HKEX yang menguasai kepemilikan manfaat lebih dari 5% dari total HDR yang beredar. Status free float di HKEX mencerminkan basis kepemilikan publik yang sama sebagaimana diakui berdasarkan ketentuan pasar modal Indonesia.

Penawaran ini menarik minat sejumlah cornerstone investor bereputasi dari kalangan strategis maupun keuangan global. Investor strategis yang berpartisipasi mencakup Wanguo Gold Group Limited, CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co. Limited, serta perusahaan perdagangan komoditas seperti Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited yang sepenuhnya dimiliki JCHX Mining Management Co Ltd.

Dari sisi investor keuangan, nama-nama seperti Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC turut masuk dalam daftar. Partisipasi para investor tersebut dinilai sebagai sinyal kepercayaan yang kuat terhadap kualitas Tambang Emas Pani serta strategi pertumbuhan jangka panjang EMAS.