Periskop.id - Peta babak 32 besar Piala Dunia 2026 mulai terbentuk setelah Meksiko, Swiss, dan Brasil menuntaskan fase grup sebagai juara grup masing-masing. Ketiganya melaju ke fase gugur dengan catatan kuat: Meksiko sempurna tanpa kebobolan, Swiss tak terkalahkan di Grup B, dan Brasil kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat juara.

Meksiko memuncaki Grup A dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Swiss menjadi juara Grup B dengan tujuh poin. Sementara Brasil menguasai Grup C, juga dengan tujuh poin, unggul selisih gol atas Maroko yang finis sebagai runner-up.

Selain ketiga juara grup tersebut, Afrika Selatan, Kanada, dan Maroko juga memastikan diri lolos ke babak 32 besar sebagai peringkat kedua di grup masing-masing. Dengan format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim, dua tim teratas dari 12 grup berhak melaju otomatis ke babak 32 besar. Mereka akan ditemani delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Meksiko Sapu Bersih Grup A

Meksiko menjadi salah satu tim paling meyakinkan di fase grup. Tuan rumah Piala Dunia 2026 itu menyapu bersih tiga pertandingan Grup A dan mengoleksi sembilan poin. Pada laga terakhir, Meksiko mengalahkan Ceko 3-0 di Stadion Azteca, Mexico City. Tiga gol El Tri dicetak Mateo Chavez pada menit ke-55, Julian Quinones enam menit kemudian, dan Alvaro Fidalgo pada menit 90+4.

Kemenangan itu melengkapi perjalanan sempurna Meksiko di fase grup. Sebelumnya, mereka membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan, lalu mengalahkan Korea Selatan 1-0 dalam laga ketat.

Lebih menarik lagi, Meksiko menutup fase grup tanpa kebobolan. Catatan ini membuat mereka bukan hanya lolos sebagai juara grup, tetapi juga memberi sinyal kuat bahwa pertahanan mereka siap diuji di babak gugur.

Pelatih Meksiko Javier Aguirre menyebut, keberhasilan lolos ke fase gugur sebagai momen emosional. Ia membandingkan momen itu dengan pengalaman 40 tahun lalu saat Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986. "Empat puluh tahun lalu (tahun 1986) hal yang mirip terjadi saat mengalahkan Irak 1-0," kata Aguirre.

"Bedanya sekarang saya lebih tua dan lebih sensitif," tambah pria kelahiran 1 Desember 1958 itu.

Kutipan itu menggambarkan betapa besar arti kelolosan Meksiko, apalagi terjadi di depan pendukung sendiri. Meksiko kini membawa harapan besar tuan rumah untuk melangkah jauh di fase gugur.

Afrika Selatan Bangkit dan Dampingi Meksiko

Afrika Selatan finis di posisi kedua Grup A dengan empat poin. Bafana Bafana sempat kalah dari Meksiko pada laga pembuka, tetapi mampu bangkit pada dua pertandingan berikutnya.

Mereka meraih poin pertama setelah bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Pada laga terakhir, Afrika Selatan mengalahkan Korea Selatan 1-0 untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.

Kemenangan itu menjadi titik balik penting. Afrika Selatan menunjukkan bahwa kekalahan di laga pertama tidak menghancurkan mental mereka. Justru setelah takluk dari Meksiko, mereka mampu menjaga peluang dan memaksimalkan laga terakhir.

Sementara itu, Korea Selatan harus puas di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin. Kemenangan 2-1 atas Ceko pada laga awal tidak cukup untuk membawa Ksatria Taegeuk mengamankan posisi dua besar. Ceko menjadi juru kunci Grup A dengan satu poin. Hasil imbang melawan Afrika Selatan menjadi satu-satunya poin mereka di turnamen ini.

Swiss Puncaki Grup B

Swiss menjadi juara Grup B setelah mengalahkan Kanada 2-1 di Stadion BC Place, Vancouver. Kemenangan tersebut membuat La Nati menutup fase grup dengan tujuh poin dari tiga laga.

Swiss memulai perjalanan dengan hasil imbang 1-1 melawan Qatar. Setelah itu, mereka tampil lebih meyakinkan dengan kemenangan 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina. Pada laga terakhir, Swiss menundukkan tuan rumah Kanada lewat gol Ruben Vargas dan Johan Manzambi.

Kanada sempat memperkecil ketertinggalan melalui Promise David pada menit ke-76. Namun, Swiss mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

Hasil ini memastikan Swiss lolos sebagai juara grup, sementara Kanada tetap melaju sebagai runner-up. Kanada mengoleksi empat poin, sama dengan Bosnia dan Herzegovina, tetapi unggul selisih gol.

Swiss menunjukkan pola khas mereka di turnamen besar: jarang terlalu mencolok, tetapi stabil dan sulit dikalahkan. Dari tiga laga grup, mereka tidak tersentuh kekalahan dan mampu menjaga konsistensi di momen penting.

Kanada Tetap Lolos meski Kalah

Sementara itu, Kanada gagal menjadi juara Grup B setelah kalah dari Swiss. Namun, posisi mereka tetap aman sebagai runner-up.

Kanada mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul selisih gol atas Bosnia dan Herzegovina yang juga mengumpulkan empat poin. Qatar berada di dasar klasemen dengan satu poin.

Bagi Kanada, kelolosan ini tetap berarti besar. Sebagai salah satu tuan rumah, mereka berhasil menjaga harapan publik sendiri untuk melihat tim nasionalnya tampil di fase gugur. Namun, kekalahan dari Swiss juga menjadi peringatan. Kanada harus memperbaiki konsentrasi bertahan dan efektivitas serangan jika ingin bertahan lebih lama di babak 32 besar.

Brasil Juara Grup C tanpa Kekalahan

Adapun Brasil memastikan status juara Grup C setelah mengalahkan Skotlandia 3-0 di Miami Stadium, Amerika Serikat. Vinicius Junior menjadi bintang kemenangan dengan dua gol, masing-masing pada menit ke-7 dan masa tambahan waktu babak pertama. Matheus Cunha menambah gol ketiga pada menit ke-60.

Kemenangan ini membuat Brasil mengoleksi tujuh poin. Selecao tidak terkalahkan sepanjang fase grup setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 dengan Maroko dan menang 3-0 atas Haiti.

Brasil menunjukkan peningkatan performa dari laga ke laga. Setelah sempat berbagi poin dengan Maroko, mereka memperlihatkan ketajaman dengan mencetak enam gol dalam dua laga berikutnya tanpa kebobolan.

Kemenangan atas Skotlandia juga menjadi momen penting bagi Neymar Jr. Ia menjalani penampilan pertamanya di Piala Dunia 2026 setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76.

Brasil selanjutnya akan menghadapi tim peringkat kedua Grup F pada babak 32 besar di Houston, Senin (29/6). Dengan komposisi pemain yang makin lengkap, Brasil kembali masuk dalam daftar kandidat kuat juara.

Maroko Ikut Lolos dengan Tujuh Poin

Maroko sendiri finis sebagai runner-up Grup C meski memiliki poin sama dengan Brasil, yakni tujuh poin. Singa Atlas kalah selisih gol dari Selecao. Maroko membuka fase grup dengan hasil imbang 1-1 melawan Brasil. Setelah itu, mereka menang 1-0 atas Skotlandia, lalu menutup fase grup dengan kemenangan 4-2 atas Haiti.

Hasil tersebut membuat Maroko juga melaju ke 32 besar tanpa kekalahan. Meski hanya finis kedua, performa mereka tetap mengesankan karena mampu bersaing ketat dengan Brasil di puncak klasemen.

Capaian ini melanjutkan reputasi Maroko sebagai tim yang sulit dikalahkan di panggung dunia. Setelah menjadi semifinalis Piala Dunia 2022, Maroko kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar kuda hitam.

Skotlandia Menunggu Jalur Peringkat Ketiga

Adapun Skotlandia finis di posisi ketiga Grup C dengan tiga poin. Mereka meraih kemenangan 1-0 atas Haiti, tetapi kalah dari Maroko dan Brasil. Dengan tiga poin, Skotlandia masih harus menunggu hasil dari grup lain untuk melihat apakah mereka bisa lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun, peluang mereka tidak sepenuhnya aman karena selisih gol minus bisa menjadi kendala.

Haiti menjadi juru kunci Grup C tanpa poin. Meski sempat memberi perlawanan saat kalah 2-4 dari Maroko, Haiti gagal meraih hasil positif dalam tiga laga.

Daftar Tim yang Lolos dari Grup A-C

Dari tiga grup yang sudah tuntas, enam tim telah memastikan tiket otomatis ke babak 32 besar.

Grup A:
Meksiko sebagai juara grup
Afrika Selatan sebagai runner-up

Grup B:
Swiss sebagai juara grup
Kanada sebagai runner-up

Grup C:
Brasil sebagai juara grup
Maroko sebagai runner-up

Sementara itu, tim-tim peringkat ketiga seperti Korea Selatan, Bosnia dan Herzegovina, dan Skotlandia masih harus menunggu hitung-hitungan klasemen mini peringkat ketiga terbaik.

Format Baru Bikin Laga Terakhir Makin Panas

Piala Dunia 2026 menggunakan format baru dengan 48 tim. FIFA menetapkan 12 grup berisi empat tim. Dua tim dengan poin terbanyak di setiap grup lolos langsung ke babak 32 besar, lalu bergabung dengan delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Format ini membuat fase grup lebih dinamis. Tim yang gagal finis dua besar masih punya peluang, tetapi nasib mereka bergantung pada perbandingan dengan peringkat ketiga dari grup lain.

Bagi tim yang sudah mengunci juara grup seperti Meksiko, Swiss, dan Brasil, fokus berikutnya adalah menjaga kondisi pemain dan menyiapkan strategi untuk fase gugur. Sementara bagi tim peringkat ketiga, setiap gol dan selisih gol bisa menjadi penentu hidup-mati.

Tiga Wajah Juara Grup

Meksiko, Swiss, dan Brasil menunjukkan tiga wajah berbeda sebagai juara grup.

Meksiko tampil paling sempurna dari sisi poin. Mereka menyapu bersih tiga pertandingan, mencetak enam gol, dan tidak kebobolan. Selain kuat secara teknis, mereka juga mendapat energi besar dari status tuan rumah.

Swiss menunjukkan stabilitas. Mereka memulai dengan hasil imbang, lalu menaikkan level permainan dalam dua laga berikutnya. Tim asuhan Murat Yakin memperlihatkan kedewasaan taktik dan efektivitas saat peluang datang.

Brasil menunjukkan kualitas bintang. Setelah ditahan Maroko, Selecao merespons dengan dua kemenangan 3-0. Vinicius Junior, Matheus Cunha, dan kembalinya Neymar memberi dimensi tambahan bagi lini depan Brasil.

Ketiganya lolos dengan cara berbeda, tetapi sama-sama membawa pesan kuat: fase gugur akan jauh lebih sulit, dan tidak ada ruang untuk kesalahan.