Periskop.id - Harry Kane kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah tim nasional Inggris. Kapten The Three Lions itu kini resmi menjadi top skor sepanjang masa Inggris di Piala Dunia setelah mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Panama.
Laga Panama melawan Inggris berlangsung di New York New Jersey Stadium, Minggu, 28 Juni 2026 dini hari WIB. Inggris menang 2-0 dan memastikan diri sebagai juara Grup L dengan koleksi tujuh poin.
Kane mencetak gol kedua Inggris pada menit ke-67. Penyerang Bayern Munich itu menyambut umpan silang Jude Bellingham dengan sundulan yang menaklukkan kiper Panama.
Gol tersebut menjadi gol ke-11 Kane di Piala Dunia. Catatan itu membuatnya melewati rekor Gary Lineker, yang sebelumnya menjadi pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia dengan 10 gol.
Lewati Rekor 36 Tahun Gary Lineker
Rekor Gary Lineker bertahan sangat lama. Lineker mencetak 10 gol untuk Inggris di Piala Dunia dan menjadi standar produktivitas penyerang Inggris selama puluhan tahun.
Kane menyamai catatan tersebut saat mencetak dua gol dalam kemenangan Inggris atas Kroasia pada laga pembuka Grup L. Ia kemudian berdiri sendiri di puncak daftar setelah membobol gawang Panama.
Kane memecahkan rekor berusia 36 tahun milik Lineker lewat gol sundulan setelah menerima assist apik dari Bellingham. Capaian ini terasa semakin penting karena Kane melakukannya di tiga edisi Piala Dunia.
Ia mulai membangun catatan golnya pada Piala Dunia 2018 di Rusia, melanjutkannya pada Piala Dunia 2022 di Qatar, dan kini menambah koleksinya di Piala Dunia 2026. Secara keseluruhan, Kane juga sudah mencetak 18 gol di turnamen mayor internasional bersama Inggris. Angka itu mempertegas statusnya sebagai mesin gol utama The Three Lions dalam satu dekade terakhir.
Kane: Ini Membanggakan
Kane tidak menutupi rasa bangganya setelah memecahkan rekor tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa pencapaian pribadi itu harus ditempatkan dalam konteks perjalanan Inggris sebagai tim.
“Tentu saja ini membanggakan. Saya sudah berbicara sebelum turnamen bahwa Piala Dunia adalah kompetisi terbesar yang kami mainkan sebagai pesepak bola profesional. Jadi bisa mencetak 11 gol rasanya membanggakan,” ujar Kane di situs resmi FIFA.
“Gol-gol itu selalu sulit didapat. Saya hanya ingin menikmati momen ini bersama tim, menikmati menjadi juara grup. Saya tidak pernah meremehkan momen-momen seperti ini. Satu lagi pencapaian bagus berhasil diraih dan saya berharap ini bukan yang terakhir di turnamen ini,” tuturnya.
Pernyataan Kane menggambarkan dua hal sekaligus. Di satu sisi, ia sadar, rekornya bernilai historis. Di sisi lain, ia tidak ingin Inggris berhenti hanya pada keberhasilan menjadi juara grup.
Bellingham Jadi Pelayan, Kane Jadi Eksekutor
Gol bersejarah Kane tidak lepas dari kontribusi Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu menjadi pemain paling menentukan dalam kemenangan Inggris atas Panama.
Bellingham lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-62 setelah memanfaatkan sepak pojok Bukayo Saka. Ia memenangi duel dengan bek Panama dan mengarahkan bola ke gawang untuk membawa Inggris unggul 1-0.
Lima menit kemudian, Bellingham kembali berperan. Kali ini ia mengirim umpan silang yang disambut Kane dengan sundulan. Gol itu bukan hanya menggandakan keunggulan Inggris, tetapi juga mengantar Kane melewati Lineker.
Bellingham memberikan pujian besar untuk Kane setelah pertandingan. Ia menyebut bermain bersama Kane sebagai sebuah kehormatan. “Sebuah kehormatan bisa bermain bersamanya. Bagi saya, dia adalah pemain Inggris terbaik sepanjang masa,” kata Bellingham.
“Dialah yang paling sering muncul dan memberi kontribusi dibanding siapa pun, pemain Inggris mana pun. Bermain dengannya terasa cukup mudah. Sejujurnya, level yang sedang ia tunjukkan saat ini sungguh luar biasa,” ujarnya.
Bellingham juga menilai Kane selalu bisa menjadi pembeda, terlepas dari seberapa banyak ia terlibat dalam permainan. “Anda tidak pernah meragukannya sama sekali. Terlepas dari apakah ia banyak terlibat atau tidak, Anda tahu ia akan membuat perbedaan,” ucap Bellingham.
Inggris Juara Grup L
Kemenangan atas Panama membuat Inggris menyelesaikan fase grup tanpa kekalahan. Tim asuhan Thomas Tuchel mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan, hasil dari dua kemenangan dan satu imbang.
Inggris mengawali turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, kemudian bermain imbang 0-0 melawan Ghana, dan menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama.
Dengan status juara Grup L, Inggris berhak melaju ke babak 32 besar. Mereka akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Kemenangan ini juga menjadi jawaban atas kritik setelah Inggris gagal mencetak gol saat ditahan Ghana. Melawan Panama, Inggris memang sempat kesulitan selama lebih dari satu jam, tetapi kualitas individu Bellingham dan Kane akhirnya menjadi pembeda.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menilai timnya sudah melakukan pekerjaan yang dibutuhkan untuk memenangkan laga. “Kami melakukan apa yang diperlukan,” kata Tuchel.
“Ini sesuai dengan yang kami perkirakan: pertandingan sulit melawan lawan yang mengandalkan fisik. Mereka adalah tim yang sulit dibobol dan kami menjadi satu-satunya tim yang mampu menciptakan peluang sebanyak ini serta mencetak dua gol,” ujarnya.
“Kami sangat agresif, tetapi kami juga harus berhati-hati terhadap serangan balik. Kami pantas menang, tetapi ini pekerjaan yang berat,” ucap Tuchel.
Tuchel Yakin Inggris Akan Tumbuh di Fase Gugur
Tuchel juga menilai fase gugur akan menjadi ujian sebenarnya bagi Inggris. Ia percaya timnya memiliki modal penting berupa semangat, kepercayaan, dan karakter bertarung.
“Masih ada banyak hal yang bisa dibangun. Kami harus membuat banyak detail menjadi benar dan menggunakan pendekatan agresif untuk bertahan dalam duel satu lawan satu,” kata Tuchel.
“Turnamen dimulai lagi sekarang di fase gugur. Sekarang kami mengumpulkan kekuatan dan energi, lalu membangun dari apa yang kami punya. Kami punya semangat tim, daya juang, dan keyakinan. Kami akan naik level. Semakin besar pertandingannya, semakin besar pula kami akan berkembang,” ujarnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal, Tuchel belum puas dengan performa Inggris sejauh ini. Meski lolos sebagai juara grup, Inggris masih punya pekerjaan rumah, terutama dalam hal kreativitas saat menghadapi lawan yang bertahan rapat.
Melawan Panama, Inggris harus menunggu hingga menit ke-62 untuk membuka skor. Ini menjadi catatan penting sebelum menghadapi fase gugur, ketika lawan yang lebih kuat bisa menghukum setiap kelengahan.
Kane Tetap Jadi Pusat Harapan Inggris
Rekor baru Kane memperkuat posisinya sebagai simbol utama ambisi Inggris di Piala Dunia 2026. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga kapten, pemimpin, dan titik tumpu serangan.
Sejak lama, Kane menjadi pemain yang paling diandalkan Inggris dalam turnamen besar. Ia memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia 2018 setelah mencetak enam gol, lalu tetap menjadi bagian penting Inggris pada Piala Dunia 2022.
Kini, di usia 32 tahun, Kane masih menunjukkan ketajaman. Gol ke gawang Panama membuktikan, ia tetap bisa menjadi pembeda meski tidak selalu mendominasi permainan selama 90 menit.
Kualitas itulah yang membuatnya berbahaya. Kane tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol. Satu umpan silang akurat dari Bellingham sudah cukup untuk mengubah pertandingan sekaligus sejarah.
Bukan Hanya Rekor Pribadi
Meski pencapaian Kane menjadi sorotan utama, kemenangan Inggris atas Panama juga penting secara kolektif. The Three Lions menghindari tekanan tambahan, lolos sebagai juara grup, dan mendapat jalur yang lebih baik di fase gugur.
Namun, rekor Kane memberi dimensi emosional tersendiri. Ia kini berada di atas semua pemain Inggris lain dalam daftar pencetak gol Piala Dunia. Lineker, yang selama puluhan tahun menjadi tolok ukur penyerang Inggris di turnamen terbesar dunia, akhirnya dilewati.
Rekor ini juga menjadi bukti konsistensi Kane. Ia tidak hanya produktif di laga kualifikasi atau pertandingan persahabatan, tetapi juga di panggung yang paling berat: Piala Dunia.
Bagi Inggris, itu kabar besar. Tim yang ingin mengakhiri penantian panjang sejak 1966 membutuhkan penyerang yang bisa menentukan pertandingan besar. Kane sudah membuktikan bahwa ia punya kemampuan itu.
Tantangan Kane Belum Selesai
Meski sudah mencatat sejarah, Kane masih punya ruang untuk memperpanjang rekor. Inggris masih hidup di turnamen dan akan tampil di babak 32 besar.
Setiap laga berikutnya memberi kesempatan bagi Kane untuk menambah gol dan memperlebar jarak dari Lineker. Namun, tantangan juga semakin berat karena fase gugur tidak memberi kesempatan kedua.
Bagi Kane, rekor individual tentu membanggakan. Tetapi target terbesar tetap membawa Inggris melangkah sejauh mungkin, bahkan mengejar gelar juara dunia yang sudah lama dinanti publik Inggris.
Gol ke gawang Panama menjadi tonggak sejarah. Namun, seperti yang ia katakan, Kane berharap itu bukan pencapaian terakhirnya di Piala Dunia 2026.
Kini, Inggris menatap babak 32 besar dengan modal penting. Mereka punya Bellingham yang semakin matang, Tuchel yang mulai menemukan formula, dan Kane yang resmi berdiri sebagai pencetak gol Piala Dunia tersubur dalam sejarah The Three Lions.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar