Periskop - Fase grup Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan drama kelolosan dan kejutan dari para debutan. Turnamen edisi terbaru ini juga mencatat ledakan gol yang belum pernah terjadi sebelumnya.

FIFA mencatat sebanyak 215 gol tercipta dalam 72 pertandingan fase grup. Angka itu menjadi rekor baru dalam sejarah Piala Dunia dan membuat persaingan memilih gol terbaik turnamen semakin menarik.

Dari ratusan gol tersebut, FIFA mempersempit pilihan menjadi 12 gol terbaik fase grup. Daftar nominasi menghadirkan kombinasi menarik antara bintang dunia dan pemain yang baru mencuri perhatian di panggung global.

Nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Gio Reyna masuk daftar. Namun, ada pula gol-gol mengejutkan dari Kevin Pina bersama Tanjung Verde, Wilson Isidor bersama Haiti, Kerim Alajbegovic dari Bosnia dan Herzegovina, hingga Eldor Shomurodov yang mencetak momen terbaik Uzbekistan dalam debut Piala Dunia mereka.

Voting ini menjadi tahap pertama penentuan Gol Terbaik Turnamen versi Hyundai. Pengguna FIFA.com diberi waktu 48 jam untuk memilih gol favorit dari fase grup. Setelah periode pemungutan suara ditutup, pemenang untuk tahap fase grup akan diumumkan.

Voting Dilakukan Bertahap sampai Final

Pemilihan gol terbaik Piala Dunia 2026 tidak berhenti pada fase grup. FIFA akan menggelar beberapa periode pemungutan suara lanjutan setelah babak-babak berikutnya.

Setelah fase grup, voting berikutnya akan dibuka setelah Babak 32 Besar, Babak 16 Besar, perempat final, serta semifinal yang digabung dalam satu periode. Pemungutan suara terakhir akan dilakukan setelah turnamen berakhir.

Dengan format tersebut, gol-gol indah dari fase gugur masih bisa masuk persaingan utama. Namun, daftar 12 gol fase grup ini menjadi gambaran awal tentang betapa produktif dan variatifnya Piala Dunia 2026.

Gol-gol yang masuk nominasi tidak hanya dinilai dari jarak tembakan atau kekuatan sepakan. Beberapa gol dipilih karena proses kerja sama tim, teknik individu, nilai historis, hingga konteks pertandingan.

Daftar 12 Gol Terbaik Fase Grup Piala Dunia 2026

Berikut daftar 12 nominasi gol terbaik fase grup Piala Dunia 2026 versi FIFA.

Gio Reyna, Amerika Serikat vs Paraguay, Grup D, 12 Juni

Gio Reyna mencetak salah satu gol paling indah tuan rumah bersama saat Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1. Dari sisi kanan kotak penalti, Reyna menggunakan sisi luar kaki kanannya untuk mengarahkan bola ke sudut jauh. Gol itu menjadi penutup kemenangan besar AS pada laga pembuka.

Ismael Saibari, Maroko vs Brasil, Grup C, 13 Juni

Ismael Saibari masuk nominasi berkat penyelesaian berkelas saat Maroko menahan Brasil. Ia bergerak di antara dua bek tengah Brasil, menyambut umpan terobosan yang membelah pertahanan, lalu mencungkil bola melewati Alisson Becker hanya dengan satu sentuhan.

Vinicius Junior, Brasil vs Maroko, Grup C, 13 Juni

Vinicius Junior juga masuk daftar dari pertandingan yang sama. Penyerang Brasil itu menusuk dari dekat garis gawang, lalu melepaskan tembakan dari sudut sempit yang bersarang di tiang jauh. Gol tersebut menyelamatkan Brasil dari kekalahan dan memastikan laga berakhir imbang.

Felix Nmecha, Jerman vs Curacao, Grup E, 14 Juni

Gol pertama Jerman di turnamen dicetak Felix Nmecha dengan proses yang rapi. Ia memainkan kombinasi satu-dua dengan Florian Wirtz sebelum menyelesaikan peluang ke sudut jauh gawang. Gol ini menonjol karena kerja sama pendek yang efektif dan penyelesaian yang tenang.

Elijah Just, Selandia Baru vs Iran, Grup G, 15 Juni

Elijah Just masuk nominasi setelah mencetak gol indah lewat kombinasi bersama Chris Wood dan Sarpreet Singh. Setelah menerima bola kembali di kotak penalti, Just mengangkat bola dengan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan keras ke bagian atas gawang. Gol itu juga membuatnya menjadi pemain Selandia Baru pertama yang mencetak dua gol dalam satu laga Piala Dunia.

Kylian Mbappe, Prancis vs Senegal, Grup I, 16 Juni

Kylian Mbappe mencuri perhatian lewat tembakan jarak jauh dari sekitar 32 yard saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1. Bola melesat melewati Edouard Mendy dan menambah koleksi gol Mbappe bersama tim nasional Prancis. Gol itu juga mempertegas statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di turnamen.

Lionel Messi, Argentina vs Aljazair, Grup J, 16 Juni

Lionel Messi kembali menunjukkan sentuhan khasnya. Setelah menerima bola sambil berputar, kapten Argentina itu menggiring bola ke depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung yang menaklukkan Luca Zidane. Gol ini menjadi salah satu momen pembuka yang menegaskan ambisi Argentina mempertahankan gelar.

Kevin Pina, Tanjung Verde vs Uruguay, Grup H, 21 Juni

Gol Kevin Pina memiliki nilai historis besar bagi Tanjung Verde. Ia mencetak gol pertama negaranya di putaran final Piala Dunia melalui tendangan bebas jarak jauh dari lebih dari 30 yard. Bola meluncur keras menyusuri tanah, melewati celah pagar betis Uruguay, dan menaklukkan Fernando Muslera.

Kerim Alajbegovic, Bosnia dan Herzegovina vs Qatar, Grup B, 24 Juni

Kerim Alajbegovic menunjukkan kualitas teknik luar biasa. Pemain berusia 18 tahun itu melewati dua pemain bertahan dengan olah kaki cepat, lalu melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti. Gol ini menjadi salah satu aksi individu terbaik fase grup.

Wilson Isidor, Haiti vs Maroko, Grup C, 24 Juni

Wilson Isidor mencetak gol spektakuler untuk Haiti. Tembakannya melesat diagonal ke sudut atas gawang Yassine Bounou dengan kekuatan dan akurasi tinggi. Gol tersebut menjadi salah satu bukti bahwa fase grup Piala Dunia 2026 tidak hanya dikuasai negara-negara unggulan.

Daizen Maeda, Jepang vs Swedia, Grup F, 25 Juni

Daizen Maeda masuk nominasi berkat gol yang lahir dari kerja sama tim. Ritsu Doan memainkan umpan satu-dua dengan Ayase Ueda, lalu mengirim umpan terobosan menyilang ke jalur lari Maeda. Penyerang Jepang itu menuntaskannya dengan penyelesaian tenang.

Eldor Shomurodov, Uzbekistan vs RD Kongo, Grup K, 28 Juni

Eldor Shomurodov mencetak salah satu momen terbaik Uzbekistan dalam debut mereka di Piala Dunia. Kapten White Wolves itu menerima peluang di area berbahaya dan menyelesaikannya dengan cungkilan presisi. Meski Uzbekistan akhirnya tersingkir, gol tersebut tetap menjadi kenangan penting bagi mereka.

Messi dan Mbappe Tetap Jadi Magnet Utama

Masuknya Messi dan Mbappe dalam nominasi tidak mengejutkan. Keduanya menjadi sorotan besar sejak awal turnamen, baik karena reputasi maupun kontribusi langsung untuk negaranya.

Messi tampil tajam bersama Argentina dan menjadi pemimpin daftar top skor fase grup. Ia juga terus memperpanjang rekornya di Piala Dunia. Gol melawan Aljazair menjadi salah satu contoh klasik dari gaya bermainnya: kontrol ruang sempit, dribel pendek, lalu tembakan melengkung dengan kaki kiri.

Mbappe juga menunjukkan kualitas berbeda. Jika Messi masuk lewat gol yang lahir dari kontrol dan kelengkungan tembakan, Mbappe menonjol melalui kekuatan dan keberanian melepas tembakan dari jarak jauh. Golnya ke gawang Senegal menambah daftar panjang gol besar Mbappe di Piala Dunia.

Namun, daftar nominasi fase grup ini tidak hanya menjadi panggung dua megabintang tersebut. Justru daya tariknya ada pada keberagaman nama dan cerita di balik gol.

Kevin Pina dan Kisah Besar Tanjung Verde

Salah satu nominasi paling emosional datang dari Kevin Pina. Golnya ke gawang Uruguay bukan hanya indah secara teknis, tetapi juga bersejarah bagi Tanjung Verde. seperti diketahui, Tanjung Verde menahan Uruguay 2-2 pada laga Grup H. 

Dalam pertandingan itu, Tanjung Verde sempat unggul lebih dulu melalui sepakan bebas jarak jauh Kevin Pina pada menit ke-21. Gol tersebut menjadi gol pertama Tanjung Verde sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Gol itu ikut memperkuat citra Tanjung Verde sebagai salah satu cerita kejutan terbesar turnamen. Mereka datang sebagai debutan, tetapi mampu menahan Spanyol, Uruguay, dan kemudian lolos ke fase gugur.

Pelatih Tanjung Verde, Bubista, sebelumnya menyebut timnya tetap percaya diri meski berstatus debutan.

“Kami percaya kepada seluruh pemain kami. Kami selalu melakukan perubahan dan tim tetap menghadapi pertandingan dengan keinginan untuk menang serta organisasi permainan yang baik. Kami harus merasa puas dengan apa yang berhasil kami capai hari ini," kata Bubista dikutip dari laman resmi FIFA, Senin.

Pernyataan itu menggambarkan mental Tanjung Verde sepanjang fase grup. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berani menciptakan momen besar, termasuk melalui gol Pina yang kini masuk daftar nominasi terbaik.

Gol Debutan dan Wajah Baru Piala Dunia

Fase grup Piala Dunia 2026 memperlihatkan bahwa format baru dengan 48 tim tidak membuat turnamen kehilangan kualitas. Sebaliknya, banyak pemain dari tim nonunggulan justru menciptakan cerita baru.

Tanjung Verde, Haiti, Bosnia dan Herzegovina, serta Uzbekistan memberi warna berbeda dalam daftar nominasi gol terbaik. Mereka tidak selalu menjadi favorit untuk melaju jauh, tetapi punya momen yang layak dikenang.

Wilson Isidor memberi Haiti gol spektakuler yang memperlihatkan kualitas individu. Kerim Alajbegovic menunjukkan bahwa pemain muda Bosnia bisa tampil berani di panggung terbesar. Eldor Shomurodov memberi Uzbekistan kenangan indah dalam turnamen debut mereka.

Gol-gol seperti ini penting karena Piala Dunia tidak hanya tentang siapa yang juara. Turnamen ini juga tentang momen yang membuat negara kecil, debutan, atau tim yang tidak diunggulkan mendapat tempat dalam ingatan publik global.

Rekor 215 Gol dan Fase Grup yang Produktif

Jumlah 215 gol dalam 72 pertandingan menjadi indikator bahwa fase grup Piala Dunia 2026 berjalan sangat produktif. Rata-rata gol per pertandingan mendekati tiga gol, membuat banyak laga terbuka dan sulit ditebak.

Produktivitas tersebut juga membuat pemilihan gol terbaik semakin ketat. Gol-gol yang masuk nominasi mewakili berbagai tipe: tembakan jarak jauh, tendangan bebas, aksi individu, cungkilan, penyelesaian dari sudut sempit, hingga kerja sama tim.

Bagi penonton, daftar 12 gol ini menjadi cara untuk melihat ulang momen-momen terbaik fase grup. Bagi pemain, nominasi ini menjadi pengakuan atas kualitas teknik dan dampak mereka dalam pertandingan.

Penghargaan yang Ditentukan Penggemar

Gol Terbaik Turnamen versi Hyundai menjadi salah satu penghargaan yang melibatkan penggemar secara langsung. Pengguna FIFA.com dapat memilih gol favorit mereka pada setiap tahap pemungutan suara.

Model voting bertahap membuat persaingan lebih hidup. Gol dari fase grup akan bersaing dalam tahap awal, lalu gol-gol baru dari fase gugur dapat muncul sebagai penantang.

Dengan turnamen yang masih berjalan, belum ada jaminan bahwa pemenang dari fase grup akan menjadi gol terbaik keseluruhan. Namun, daftar awal ini sudah menunjukkan standar tinggi Piala Dunia 2026.

Dari tendangan melengkung Messi, roket Mbappe, aksi luar biasa Reyna, hingga gol bersejarah Kevin Pina, fase grup telah memberi banyak pilihan bagi penggemar.

Kini, keputusan ada di tangan publik. Gol mana yang paling layak disebut terbaik: momen magis sang legenda, tembakan keras sang superstar, atau kejutan indah dari negara yang baru mencuri perhatian dunia?