Periskop.id - Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026 di fase grup setelah hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan. Presiden Lee Jae-myung langsung memerintahkan investigasi menyeluruh, sementara pelatih kepala Hong Myung-bo memilih mundur dari jabatannya.
Lee mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka. Ia menilai kegagalan tersebut bukan sekadar persoalan teknis di lapangan, melainkan cerminan lemahnya tata kelola organisasi dan proses penunjukan pejabat yang mengabaikan kompetensi.
"Akhirnya, ini kembali membuktikan bahwa penempatan orang yang tepat adalah segalanya. Ketika favoritisme dan kedekatan lebih diutamakan daripada kompetensi dalam memilih pemimpin, hasilnya dapat diprediksi seperti api yang membakar kertas," tulis Lee melalui akun X resminya, Sabtu (28/6).
Lee, yang pernah menjabat manajer kehormatan klub sepak bola profesional, menegaskan sistem pengawasan dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi olahraga perlu diperkuat. Menurutnya, proses pengambilan keputusan harus berlangsung transparan dan objektif agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Karena itu, ia meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menyelidiki penyebab tersingkirnya Korea Selatan secara menyeluruh, termasuk menganalisis akar masalah dan menyusun langkah perbaikan.
"Mengingat dana publik dan sumber daya negara dalam jumlah besar telah diinvestasikan untuk partisipasi di Piala Dunia, saya meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengungkap secara cermat penyebab kejadian ini, menganalisis akar masalahnya, serta menyusun langkah-langkah pencegahan dan perbaikan secara menyeluruh," tulisnya.
Lee turut menyampaikan permohonan maaf kepada publik Korea Selatan atas hasil yang dinilai jauh dari ekspektasi. Pemerintah, tegasnya, akan segera mendorong reformasi tata kelola olahraga nasional.
"Saya sungguh meminta maaf karena telah menimbulkan kekecewaan yang begitu besar kepada masyarakat. Kami akan segera mendorong reformasi tata kelola olahraga agar hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi," ujarnya.
Di tengah tekanan tersebut, Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala. Mantan kapten tim nasional itu menyatakan siap menanggung penuh konsekuensi atas hasil yang diraih skuad Taegeuk Warriors di turnamen tersebut, sekaligus membuka jalan bagi Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) untuk memulai pembenahan dengan kepemimpinan baru.
"Saya menerima tanggung jawab penuh atas hasil ini. Saya meminta maaf kepada para pendukung yang selalu memberikan dukungan tanpa henti," ujar Hong.
Korea Selatan bertolak ke Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan target minimal lolos ke babak 16 besar. Kegagalan di fase grup memicu kritik luas dari publik dan media terhadap performa tim, strategi permainan, hingga tata kelola KFA.
KFA menyatakan akan bekerja sama penuh dengan pemerintah dalam proses investigasi, sekaligus segera memulai pencarian pelatih kepala baru untuk mempersiapkan tim menghadapi agenda internasional berikutnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar