iklan periskop
Slow Mode

Hari Pramuka 2026, Saatnya Kenalan dengan Tokoh Perempuan di Dunia Kepanduan

Hari Pramuka 2026 jadi momen mengenal tokoh perempuan dunia kepanduan, dari Juliette Gordon Low hingga Olave Baden Powell.

1 hari yang lalu · 3 mnt baca
Hari Pramuka 2026, Saatnya Kenalan dengan Tokoh Perempuan di Dunia Kepanduan
Ilustrasi - Tiga siswa perempuan menggunakan seragam Pramuka. Ilustrasi dihasilkan oleh AI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Tanggal 14 Agustus 2026 menjadi momen istimewa karena kita merayakan Hari Pramuka ke 65. Peringatan Hari Pramuka 2026 di Indonesia tentu tak lepas dari sejarah panjang dan perjuangan para tokoh penting yang telah membentuk karakter jutaan generasi muda.

Saat berbicara tentang kepanduan, nama Lord Baden Powell hampir selalu menjadi sosok pertama yang terlintas sebagai Bapak Pramuka Dunia. Namun, tahukah kamu kalau keberhasilan dan pesatnya perkembangan gerakan pramuka di seluruh dunia juga tak bisa dilepaskan dari peran luar biasa para perempuan hebat? 

Ada tiga tokoh perempuan inspiratif yang memiliki kontribusi besar dalam membangun fondasi kepanduan, mulai dari skala global hingga di tanah air.

Juliette Gordon Low

Sosok perempuan pertama yang memiliki peran sangat krusial adalah Juliette Gordon Low. Perempuan energik kelahiran Georgia, Amerika Serikat ini merupakan pendiri dari Girl Scouts of the USA. 

Pertemuannya dengan Baden Powell di Inggris pada 1911 menjadi titik balik yang menginspirasinya untuk membawa semangat kepanduan bagi anak-anak perempuan di tanah airnya.

Pada 12 Maret 1912, Juliette mengumpulkan 18 anak gadis di Savannah untuk melangsungkan pertemuan Girl Scouts pertama. 

Ia memiliki visi besar agar para perempuan muda bisa mengembangkan keterampilan hidup, kepemimpinan, serta kemandirian di tengah zaman yang saat itu masih sangat membatasi ruang gerak wanita. 

Berkat kegigihannya, organisasi yang ia dirikan tumbuh pesat hingga memiliki jutaan anggota di seluruh dunia. 

Agnes Baden Powell

Selanjutnya ada Agnes Baden Powell, yang tak lain adalah adik kandung dari Lord Baden Powell. 

Ketika gerakan Boy Scouts mulai mewabah pada 1909, banyak anak perempuan di Inggris yang menunjukkan ketertarikan besar untuk bergabung. Melihat tingginya antusiasme tersebut, Baden Powell meminta bantuan sang adik untuk membentuk wadah khusus bagi anak-anak perempuan.

Pada 1910, Agnes secara resmi mendirikan dan memimpin organisasi Girl Guides. Ia memimpin penulisan panduan kepanduan putri pertama berjudul The Handbook for Girl Guides or How Girls Can Help to Build Up the Empire

Di bawah kepemimpinannya, anak-anak perempuan diajarkan berbagai keterampilan bertahan hidup, pertolongan pertama, hingga pemikiran kritis tanpa menghilangkan identitas keperempuanan mereka. 

Olave St Clair Baden Powell

Nama perempuan hebat berikutnya adalah Olave St Clair Baden Powell, istri dari Lord Baden Powell. 

Setelah menikah pada 1912, Olave mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mendampingi sang suami dan mengembangkan gerakan kepanduan putri secara global. Pada 1918, ia menggantikan posisi Agnes sebagai Chief Guide di Inggris.

Dedikasi dan kecintaannya yang sangat besar pada dunia kepanduan membuat Olave dianugerahi gelar World Chief Guide atau Ibu Pandu Sedunia pada 1930. 

Ia melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia untuk menginspirasi puluhan juta anggota Girl Guides dan Girl Scouts. Hari kelahirannya yang jatuh pada 22 Februari bahkan dirayakan secara internasional oleh para pandu putri sebagai World Thinking Day

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Hari Pramuka dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.