Artikel

6 Jenis Teh yang Perlu Diketahui, Bukan Cuma Teh Hijau dan Teh Hitam

Kenali 6 jenis teh dari Camellia sinensis, mulai teh hijau, putih, kuning, oolong, hitam, hingga teh gelap.

21 jam yang lalu · 5 mnt baca
Ilustrasi Teh Hijau
Ilustrasi teh hijau. Foto/Ilustrasi: Envato/karaidel.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Teh menjadi salah satu minuman paling populer di dunia. Namun, tidak semua minuman yang disebut teh sebenarnya berasal dari tanaman teh. Secara teknis, teh sejati berasal dari daun tanaman Camellia sinensis. Dari satu tanaman inilah lahir berbagai jenis teh dengan warna, aroma, rasa, dan karakter yang berbeda.

Dalam klasifikasi umum, terdapat enam jenis utama teh. Jenis tersebut meliputi teh hijau, teh putih, teh kuning, teh oolong, teh hitam, dan teh gelap. Keenam jenis ini dibedakan berdasarkan teknik pengolahan serta tingkat oksidasi selama proses produksi.

Dalam proses pengolahan teh, oksidasi adalah reaksi kimia yang terjadi setelah daun dipetik. Proses ini mengubah senyawa alami dalam daun teh, termasuk polifenol yang berperan membentuk rasa, aroma, warna, dan karakter seduhan. Semakin lama oksidasi berlangsung, daun teh akan menghasilkan senyawa seperti theaflavin dan thearubigin yang membuat warna seduhan lebih gelap serta rasa teh menjadi lebih kuat.

Produsen teh dapat mengontrol proses ini. Ada teh yang oksidasinya dihentikan cepat dengan pemanasan. Ada pula yang dibiarkan mengalami oksidasi sebagian, penuh, atau bahkan diproses lebih lanjut dengan fermentasi mikroba.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai keenam jenis teh tersebut:

Teh Hijau

Teh hijau dikenal sebagai teh dengan proses oksidasi yang sangat rendah. Setelah daun dipetik, proses oksidasi segera dihentikan melalui pemanasan. Pada beberapa tradisi produksi, daun teh dipanaskan dengan uap. Pada tradisi lain, daun teh dipanaskan di wajan atau melalui proses sangrai.

Karena oksidasinya minim, teh hijau biasanya mempertahankan karakter daun yang lebih segar. Seduhannya cenderung berwarna hijau kekuningan hingga kuning muda, dengan rasa yang ringan, vegetal, sedikit sepat, dan kadang memiliki aroma rumput segar atau kacang panggang, tergantung asal dan cara pengolahannya.

Dalam kehidupan sehari hari, teh hijau sering dipilih oleh orang yang menyukai rasa ringan dan segar. Namun, karakter teh hijau bisa sangat beragam. Teh hijau Jepang yang dikukus dapat terasa lebih vegetal, sedangkan teh hijau China yang disangrai dapat memiliki aroma lebih hangat dan nutty.

Teh Putih

Teh putih biasanya diproses dengan cara yang lebih minimal. Daun atau pucuk muda teh dibiarkan layu secara perlahan, lalu dikeringkan. Teh jenis ini sangat berkaitan dengan proses pelayuan yang lebih panjang.

Karena prosesnya cenderung sederhana, teh putih sering memiliki rasa yang halus, lembut, dan ringan. Aromanya dapat terasa floral, manis samar, atau menyerupai jerami kering. Warna seduhannya umumnya lebih pucat dibanding teh hitam atau oolong.

Meski disebut teh putih, warna seduhannya tidak benar-benar putih. Nama ini lebih banyak dikaitkan dengan tampilan pucuk teh tertentu yang memiliki bulu halus berwarna keperakan atau putih. Teh putih cocok bagi penikmat teh yang mencari rasa lembut dan tidak terlalu pekat.

Teh Kuning

Teh kuning termasuk jenis teh yang lebih jarang ditemui dibanding teh hijau atau teh hitam. Prosesnya mirip dengan teh hijau, tetapi memiliki tahapan tambahan yang disebut yellowing atau penguningan. 

Pada proses ini, daun teh yang sudah dipanaskan biasanya dibungkus atau dibiarkan dalam kondisi lembap dan hangat untuk waktu tertentu. Tujuannya adalah mengubah karakter daun agar rasa grassy atau aroma rumput yang tajam menjadi lebih lembut.

Hasil akhirnya adalah teh dengan rasa yang cenderung lebih bulat, halus, dan tidak setajam sebagian teh hijau. Warna seduhannya biasanya kuning keemasan. Karena proses pembuatannya lebih khusus, teh kuning sering dianggap sebagai kategori yang lebih langka di pasar.

Teh Oolong

Teh oolong berada di tengah antara teh hijau dan teh hitam. Jika teh hijau mengalami oksidasi sangat ringan dan teh hitam mengalami oksidasi penuh, maka teh oolong mengalami oksidasi sebagian.

Dalam prosesnya, daun teh oolong biasanya diguncang, digulung, atau dimemarkan secara perlahan untuk memicu oksidasi pada bagian tertentu. 

Karena tingkat oksidasinya bisa berbeda beda, karakter teh oolong sangat luas. Ada oolong yang terasa ringan, floral, dan segar. Ada pula oolong yang lebih gelap, panggang, dan memiliki rasa lebih dalam. Inilah yang membuat oolong sering dianggap sebagai salah satu kategori teh dengan spektrum rasa paling kompleks.

Oolong cocok untuk orang yang ingin mencari rasa di antara teh hijau yang ringan dan teh hitam yang lebih kuat. Dalam beberapa jenis oolong, aroma bunga, madu, buah matang, atau panggangan dapat muncul cukup jelas.

Teh Hitam

Teh hitam adalah teh yang mengalami oksidasi penuh. Daun teh biasanya dilayukan, digulung atau dimemarkan, lalu dibiarkan mengalami oksidasi sebelum akhirnya dikeringkan.

Pada teh hitam, struktur sel daun terganggu sehingga cairan daun dan enzim bercampur. Proses ini memungkinkan oksidasi terjadi secara penuh. Senyawa polifenol banyak berubah menjadi theaflavin dan thearubigin, yang memberi warna merah kecokelatan serta rasa lebih kuat pada seduhan.

Teh hitam umumnya memiliki karakter pekat, tegas, dan cocok dipadukan dengan susu, gula, rempah, atau lemon. Di banyak negara, teh hitam menjadi jenis teh yang paling umum dikonsumsi karena rasanya kuat dan relatif stabil untuk berbagai cara penyajian.

Teh Gelap

Teh gelap atau dark tea adalah teh yang mengalami proses pascafermentasi. Teh pascafermentasi mengalami proses penuaan selama beberapa bulan hingga bertahun tahun. Selama proses tersebut, daun teh dapat mengalami oksidasi lambat dan fermentasi mikroba dengan pengaturan kelembapan serta suhu.

Fermentasi mikroba berarti proses perubahan bahan oleh mikroorganisme. Dalam teh gelap, proses ini dapat mengubah aroma dan rasa sehingga seduhan terasa lebih lembut, dalam, earthy, dan kadang memiliki karakter kayu, tanah, atau rempah.

Salah satu contoh teh gelap yang terkenal adalah pu erh. Teh jenis ini sering dijual dalam bentuk padat seperti cakram, bata, atau kepingan terkompresi. Proses penuaan membuat karakter teh gelap dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga sebagian orang memperlakukannya seperti produk yang bisa disimpan lama.

Teh Herbal Tidak Masuk Enam Jenis Teh Ini

Di pasaran, banyak minuman disebut teh meskipun tidak berasal dari Camellia sinensis. Contohnya adalah teh chamomile, teh jahe, teh rosella, atau teh bunga telang. Minuman seperti ini lebih tepat disebut tisane atau seduhan herbal.

Perbedaannya penting karena enam jenis teh utama memiliki dasar tanaman yang sama, sedangkan seduhan herbal bisa berasal dari bunga, akar, rempah, buah, atau daun tanaman lain. Jadi, ketika membahas teh hijau, putih, kuning, oolong, hitam, dan gelap, yang dimaksud adalah teh sejati dari Camellia sinensis.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Teh dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.