Periskop.id - Lazada memangkas 5% tenaga kerjanya di kawasan Asia Tenggara sebagai bagian dari upaya efisiensi. Juru bicara perusahaan membenarkan langkah tersebut pada Kamis (25/6).
Perusahaan mengaku tengah meninjau berbagai posisi di seluruh kawasan. Namun, Lazada tidak merinci jabatan atau divisi mana yang terdampak pemangkasan itu.
"Peninjauan ini sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk memastikan organisasi tetap fokus, efisien, dan selaras dengan kebutuhan bisnis saat ini," kata juru bicara Lazada kepada Asia One, Kamis (25/6).
Lazada menegaskan tidak akan meninggalkan karyawan terdampak tanpa pendampingan. Perusahaan menyatakan siap memberikan dukungan selama periode peralihan berlangsung.
"Kami berkomitmen untuk mendukung karyawan yang terkena dampak selama masa transisi dengan panduan dan dukungan yang relevan, sesuai dengan persyaratan yang berlaku," tutur juru bicara yang sama.
Langkah Lazada ini terjadi di tengah tren serupa yang melanda sejumlah perusahaan teknologi besar di kawasan. Shopee lebih dulu memangkas 8% tenaga developer-nya pada Juni ini.
Meta turut mengumumkan PHK berskala global pada Mei lalu. Sekitar 8.000 orang terdampak dari kebijakan tersebut.
Lazada sendiri pernah menjalani putaran PHK sebelumnya pada Januari 2024. Saat itu, pemangkasan berdampak pada karyawan senior maupun junior di seluruh kawasan.
Perusahaan e-commerce ini didirikan pada 2012 dan berkantor pusat di Singapura. Lazada beroperasi di lima pasar utama Asia Tenggara, yakni Malaysia, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
"Kami berkomitmen untuk mendukung karyawan yang terkena dampak selama masa transisi dengan panduan dan dukungan yang relevan, sesuai dengan persyaratan yang berlaku," pungkas juru bicara Lazada.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar