Sefas Group Akuisisi 100% Bisnis SPBU Shell di RI
Sefas Group, distributor pelumas Shell terbesar di RI, sepakat mengakuisisi penuh bisnis SPBU Shell Indonesia. Transaksi masih menunggu restu regulator.

Periskop.id - Sefas Group resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengambil alih 100% bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia. Rencana akuisisi ini masih menunggu persetujuan regulator serta sejumlah persyaratan umum lainnya.
CEO Sefas Group Ricky Roesli menyampaikan, langkah ini merupakan kelanjutan bisnis perusahaan setelah lama berperan sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Tanah Air. Ia menyebut kepemilikan lokal bakal jadi pijakan penting bagi fase pengembangan bisnis Sefas selanjutnya.
"Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia," ungkap Ricky dalam keterangan resmi perusahaan, Kamis (20/8).
Proses akuisisi kepemilikan penuh atas bisnis SPBU Shell RI akan terus berlanjut, dengan target penyelesaian transaksi rampung pada tahun ini. Sefas Group disebut ingin memanfaatkan pemahaman mendalam atas pasar lokal untuk memuluskan fase pertumbuhan berikutnya.
"Kepemilikan lokal memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis selanjutnya. Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling terpercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang," tambah Ricky.
Dari sisi Shell, Presiden Direktur Shell Indonesia Andri Pratiwa turut memberikan pandangannya soal kerja sama jangka panjang dengan Sefas. Menurutnya, rekam jejak kemitraan yang sudah terjalin lama menjadi modal utama kelanjutan bisnis ini.
"Sefas merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya," tutur Andri.
Ricky menegaskan, prioritas utama Sefas saat ini adalah menjaga proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu kegiatan operasional yang aman dan andal. Merek Shell disebut akan tetap dipertahankan lewat skema lisensi, sehingga layanan bagi pelanggan tetap berkesinambungan.
Sefas Group sendiri sudah menjadi distributor resmi pelumas Shell Indonesia sejak 1997, lewat PT Sefas Pelindotama yang berfokus pada sektor pertambangan dan industri terkait. Bisnis ini bermula dari Balikpapan sebelum berkembang ke berbagai kawasan industri pertambangan di Kalimantan.
Perusahaan kini memiliki gudang dan kantor cabang di Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Berau, hingga Tarakan, dengan gudang pendukung di Surabaya dan kantor pusat di Jakarta. Ekspansi berlanjut lewat pendirian PT Tribina Panutan (2005) untuk wilayah Cilegon, PT Sefas Keliantama (2009) untuk area Jabodetabek, hingga PT Blue Coolant Indonesia (2010) yang memasarkan produk coolant premium bermerek Reco-Cool produksi Recochem International.
Pada 2022, Sefas Group kembali memperluas jaringan lewat PT Sinergi Semesta Pratama untuk distribusi pelumas Shell di Karawang dan PT Pancaputra Mitratama Mandiri untuk sektor industri dan transportasi di Jawa Timur. Posisi Komisaris Sefas Group dipegang Herman Soegeng, sedangkan kursi Direktur Utama diisi Ricky Roesli, keduanya merupakan pendiri Sefas sejak 1997.
"Pelanggan akan tetap melihat merek Shell di Indonesia melalui skema lisensi merek, dengan kesinambungan layanan bagi pelanggan, karyawan, dan mitra," pungkas Ricky.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Shell Indonesia, Akuisisi, dan spbu shell dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.