iklan periskop
Bisnis

Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Rusia, dan Afrika Selatan

Shell Plc tak cuma melepas bisnis SPBU di Indonesia. Rusia dan Afrika Selatan juga masuk daftar negara yang terdampak restrukturisasi portofolio hilir migas raksasa energi asal Ero...

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Rusia, dan Afrika Selatan
Suasana SPBU Shell di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (19/9/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Shell Plc melepas lini bisnis hilir minyak dan gas di sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia. Raksasa energi asal Eropa itu turut menarik diri dari bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Rusia dan Afrika Selatan.

Langkah ini bukan kejadian baru. Perusahaan sudah mengumumkan rencana pelepasan sekitar 800 gerai SPBU bermerek Shell di berbagai negara sejak tahun lalu.

"Dalam bisnis pemasaran, kami meraih hasil yang kuat seiring upaya kami untuk terus merestrukturisasi portofolio dengan penutupan atau penjualan sekitar 800 gerai ritel bermerek yang kinerjanya kurang memuaskan," kata Chief Executive Officer Shell Plc Wael Sawan dalam laporan keuangan Shell 2025 dikutip Kamis (20/8).

Restrukturisasi portofolio jadi alasan utama di balik pelepasan ratusan gerai tersebut. Wael Sawan menyebutkan, penutupan dan penjualan itu menyasar gerai yang dinilai kurang memberikan kinerja optimal bagi perusahaan.

Bisnis pemasaran Shell secara keseluruhan justru disebutnya masih mencatatkan hasil yang kuat. Ia menegaskan, langkah pelepasan ratusan SPBU ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk merampingkan portofolio globalnya.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak kebijakan ini. Rusia dan Afrika Selatan juga masuk daftar lokasi tempat Shell melepas aset SPBU-nya.

Pelepasan bisnis SPBU di berbagai negara ini menunjukkan skala restrukturisasi Shell tidak terbatas pada satu kawasan saja. Perusahaan tampak konsisten menjalankan strategi pemangkasan gerai ritel bermerek di berbagai belahan dunia.

Sekitar 800 jaringan SPBU bermerek Shell diumumkan bakal dilepas melalui penutupan maupun penjualan. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya skala perubahan yang tengah dijalankan Shell dalam bisnis hilir migasnya.

Keputusan ini diambil di tengah upaya perusahaan menjaga kinerja bisnis pemasaran tetap solid. Wael Sawan menilai, penutupan gerai yang kurang produktif justru mendukung penguatan hasil bisnis pemasaran Shell secara keseluruhan.

"Kami meraih hasil yang kuat seiring upaya kami untuk terus merestrukturisasi portofolio," kata Wael Sawan dalam laporan keuangan Shell 2025.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Shell, dan spbu shell dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.