Bisnis

DeepSeek Cetak Pendapatan Rp1,25 Triliun, Naik 10 Kali Lipat

Pendapatan DeepSeek melonjak hampir 10 kali lipat dalam tujuh bulan, didorong efisiensi biaya dan margin laba API yang mengungguli OpenAI serta Anthropic.

22 jam yang lalu · 2 mnt baca
deepseek
Seseorang menggunakan aplikasi DeepSeek di ponsel pada 17 Februari 2025. ANTARA/Xinhua/Huang Zongzhi
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Perusahaan kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, membukukan pendapatan sebesar 475 juta yuan atau sekitar Rp1,25 triliun sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Angka tersebut melonjak hampir sepuluh kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan ini turut didorong oleh margin laba kotor bisnis application programming interface (API) DeepSeek yang mencapai 82,9%. Capaian tersebut disebut jauh melampaui dua pesaing asal Amerika Serikat, OpenAI dan Anthropic.

The Information melaporkan, kerugian bersih DeepSeek menyempit menjadi 715 juta yuan pada periode Januari-Juli 2026, meski pengeluaran infrastruktur perusahaan justru melonjak hingga 11 miliar yuan dalam laporan yang dipublikasikan Rabu (26/8).

Secara keseluruhan, margin laba kotor DeepseeK dalam tujuh bulan tersebut tercatat 44,6%. Angka margin laba kotor bisnis API yang mencapai 82,9% itu bahkan disebut termasuk yang tertinggi di industri AI global saat ini.

Sebagai pembanding, OpenAI mencatatkan pendapatan US$5,7 miliar pada kuartal pertama tahun ini dengan margin laba kotor 39%. Selisih margin ini menunjukkan efisiensi operasional DeepSeek yang lebih tinggi dibanding kompetitornya.

Efisiensi tersebut, menurut laporan itu, terutama ditopang pengendalian biaya infrastruktur AI yang ketat. DeepSeek disebut berhasil menekan biaya inferensi model lewat peningkatan efisiensi sistem, sehingga mampu menjalankan lebih banyak tugas dengan chip yang lebih sedikit.

Untuk mendongkrak pendapatan lebih jauh, DeepSeek menaikkan harga layanan API-nya bulan ini. Mengambil contoh model unggulan V4-Pro, biaya output pada jam sibuk naik menjadi US$3,96 per juta token, sementara di luar jam sibuk dipatok US$1,98.

Kenaikan itu jauh lebih tinggi dibanding harga sebelumnya yang hanya US$0,87 per juta token. Meski naik signifikan, harga DeepSeek disebut masih tergolong paling murah di kelasnya.

Sebagai perbandingan, Kimi K3 milik Moonshot AI mematok biaya US$15 per juta token untuk output, sedangkan Claude Opus 5 buatan Anthropic dibanderol hingga US$25 per juta token.

Popularitas model sumber terbuka DeepSeek di kalangan pengembang global turut menopang pertumbuhan pendapatan perusahaan. Seri unggulan V4, khususnya varian ringan V4-Flash, banyak diadopsi pengembang dunia karena biaya rendah dan kemampuannya yang mumpuni.

Tren ini sejalan dengan pergeseran struktural di industri AI global, di mana perusahaan kini lebih menyukai model hemat biaya ketimbang produk unggulan yang mahal.

DeepSeek berencana menggelar putaran pendanaan kedua dengan target 50 miliar yuan. Perusahaan itu juga bersiap mencatatkan sahamnya di bursa Shanghai pada tahun depan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai deepseek, dan OpenAI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.