Daerah

Warga Pesawaran Resah Kasus Pencurian Pakaian Dalam Berulang

Video pencurian pakaian dalam di Pesawaran, Lampung, viral. Keluarga korban sebut aksi itu sudah kerap terjadi dan bikin warga resah.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
warga menjaga keamanan lingkungan
Ilustrasi. Warga menjaga keamanan lingkungan dari potensi pencurian. Image generated with AI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Aksi pencurian pakaian dalam wanita di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, viral di media sosial. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria mengendap ke halaman rumah warga dan mengambil pakaian dalam yang sedang dijemur, Jumat (28/8) dini hari.

Angga, pihak keluarga korban, menyebutkan aksi pencurian semacam ini diduga bukan kejadian pertama di kawasan tersebut. Menurutnya, warga sekitar sudah lama merasa resah dengan ulah pelaku yang kerap beraksi pada malam hingga dini hari.

"Ini bukan yang pertama kali, kejadian maling celana dalam ini sudah sering. Warga di sekitar sini juga sudah resah," kata Angga, Senin (31/8).

Video rekaman yang beredar luas di media sosial itu, menurut Angga, justru membawa harapan baru bagi warga. Ia berharap pelaku merasa jera usai aksinya terekam kamera dan viral.

"Semoga dengan viralnya video ini, pelaku jadi kapok dan enggak berani lagi untuk beraksi," ujarnya.

Kasatreskrim Polres Pesawaran AKP Rudi Hartono menyatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencurian yang videonya viral tersebut. Meski begitu, kepolisian tetap menelusuri kebenaran informasi dalam rekaman itu.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah peristiwa dalam video benar terjadi di wilayah hukum Polres Pesawaran. Polisi juga berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Selama proses itu berjalan, polisi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi aksi pencurian, khususnya pada malam hingga dini hari.

Warga juga disarankan menempatkan barang atau jemuran di lokasi yang aman dan mudah dipantau agar risiko serupa bisa diminimalkan.

"Sejauh ini belum ada laporan terkait kejadian itu. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran dalam video tersebut, apakah kejadian itu benar terjadi atau seperti apa," kata Rudi.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.