periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dirinya siap ikut terbang ke China untuk membahas restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, seiring intensifnya koordinasi pemerintah terkait kelanjutan penataan proyek tersebut.
Pada prinsipnya, Purbaya menegaskan kesiapannya untuk berangkat. Namun keputusan final menunggu kejelasan pihak yang akan ditemui dan skema pembahasan yang akan dibawa dalam negosiasi.
"Jadi, lah. Cuma kita belum (pastikan). Saya bilang begini, saya nggak tahu di Cina ketemu siapa. China Development apa NDRC-nya. Nanti kalau sudah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa, baru kita ke Cina," kata Purbaya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/12).
Purbaya mengungkap hal itu setelah bertemu dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani, yang sebelumnya telah mengajaknya terlibat langsung dalam negosiasi tersebut. Pertemuan keduanya membahas berbagai isu strategis, termasuk proses restrukturisasi KCIC yang saat ini tengah dicarikan formulasi terbaik.
"Dia bahas macam-macam, permintaannya banyak banget ya, Danantara. Tapi kita diskusi. Diskusi baik, lah. Termasuk KCIC masih akan dicari bentuk yang pas seperti apa," kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan bahwa pembahasan teknis akan dilanjutkan oleh tim dari kedua belah pihak. Meski detailnya belum final, arah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah sudah mulai terang.
"Nanti tim teknis dia diskusi dengan tim teknis saya. Ini kan masih belum clear betul seperti apa. Saya sih belum tahu sampai detail. Tapi gambaran besarnya clear kita mau ngapain ke depan. Harusnya, sih," ujarnya.
Sebelumnya, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Perkasa Roeslani menyatakan telah mengajak Purbaya untuk ikut terlibat langsung dalam negosiasi utang Whoosh di China pada Desember 2025.
“Secepatnya, Insya Allah (pada Desember),” kata Rosan di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/11).
Rosan menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intens dengan Kementerian Keuangan serta menyiapkan proposal lengkap yang akan dibawa dalam pertemuan dengan otoritas China.
“Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya. Kita duduk dan kita juga sedang memastikan bahwa nanti kita ke China-nya, kita sudah matang proposal ke China-nya,” ujarnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar