Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peluncuran bahan bakar baru B50 pada 1 Juli 2026. B50 merupakan solar yang dicampur 50% minyak kelapa sawit atau biodiesel 50%.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode menerangkan, peresmian tersebut rencananya dipimpin langsung oleh Presiden.
"B50, berdasarkan informasi terakhir yang kami terima, itu nanti akan di-launching oleh Pak Presiden sendiri. Rencananya sih tanggal 1 Juli," terang Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/6).
Setelah resmi diterbitkan, B50 tidak serta-merta tersedia 100% di seluruh pasar secara serentak. Laode menjelaskan, distribusi nasional memerlukan masa jeda sekitar tiga bulan untuk penyesuaian, mengingat stok B40 yang masih beredar perlu dihabiskan terlebih dahulu.
"Secara nasional tentu ada masa jeda untuk penyesuaiannya. Masih ada sisa-sisa B40 itu dihabiskan dulu, diberi waktu sampai dengan 3 bulan penyesuaiannya hingga menjadi 100% B50," ungkap Laode.
Soal banderol harganya, Laode mengaku belum bisa merinci angka spesifik. Yang pasti, menurutnya, penetapan harga B50 bakal mengikuti mekanisme yang sama dengan harga solar selama ini.
Laode memaparkan, formula perhitungan harga yang berjalan saat ini tidak akan berubah dan tetap mengacu pada ketentuan yang sudah ada sebelumnya.
"Hitungannya diesel, kayak harga solar. Enggak ada jauh dekatnya, enggak ada. Sama dengan harga solar yang sudah ditetapkan tiap bulan. Formula yang sekarang kami jalankan saat ini masih mengikuti formula seperti yang sebelumnya," jelas Laode.
B50 menjadi tahap lanjutan dari program mandatori biodiesel Indonesia. Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan B40, yakni campuran solar dengan 40% minyak kelapa sawit, sebagai bahan bakar wajib di berbagai sektor.
Peningkatan kadar campuran ke 50% ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas penggunaan energi nabati berbasis sawit guna menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menyerap hasil produksi kelapa sawit dalam negeri.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar