Energi

Shell V-Power Diesel Naik Jadi Rp25.420 per Liter, Harga BBM Pertamina Ikut Terkerek

Harga Shell V-Power Diesel naik menjadi Rp25.420 per liter mulai 1 September 2026. Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan

21 jam yang lalu · 4 mnt baca
Shell V-Power Diesel Naik Jadi Rp25.420 per Liter, Harga BBM Pertamina Ikut Terkerek
Suasana SPBU Shell di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (19/9/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis diesel kembali melonjak pada awal September 2026. Shell Indonesia menaikkan harga Shell V-Power Diesel menjadi Rp25.420 per liter mulai Selasa (1/9/2026), dari sebelumnya Rp21.910 per liter pada Agustus.

Dengan demikian, harga diesel Shell naik Rp3.510 per liter atau sekitar 16% hanya dalam waktu satu bulan. Berdasarkan laman resmi Shell Indonesia, harga Rp25.420 per liter berlaku untuk Shell V-Power Diesel yang tersedia di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kenaikan tersebut terjadi di tengah gejolak harga energi global akibat konflik di Timur Tengah. Tidak hanya Shell, PT Pertamina Patra Niaga juga menaikkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi mulai 1 September 2026.

Harga Diesel Shell Sempat Tembus Rp30.890 per Liter

Harga Shell V-Power Diesel sepanjang 2026 bergerak cukup tajam mengikuti volatilitas pasar energi. Pada 1 Maret 2026, produk tersebut masih dijual Rp14.620 per liter. Harganya kemudian melonjak hingga Rp30.890 per liter pada Mei, turun menjadi Rp24.490 pada Juni dan Rp21.340 per liter pada Juli.

Memasuki Agustus, harga Shell V-Power Diesel naik tipis menjadi Rp21.910 per liter sebelum kembali melonjak menjadi Rp25.420 per liter pada September. 

Sementara itu, produk bensin Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tercantum sebagai produk yang tersedia. Laman harga resmi Shell per 1 September 2026 hanya menampilkan Shell V-Power Diesel.

Kondisi serupa juga terlihat pada sejumlah operator SPBU swasta. DetikFinance mencatat BP Ultimate Diesel ikut naik dari Rp21.910 menjadi Rp25.420 per liter mulai September, sementara BP 92 tetap Rp16.130 dan BP Ultimate bertahan Rp16.760 per liter.

Pertamina Dex dan Dexlite Ikut Naik

Kenaikan harga juga terjadi pada produk nonsubsidi Pertamina. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sejumlah provinsi di Pulau Jawa, harga Dexlite naik Rp4.000 dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter.

Pertamina Dex mengalami kenaikan lebih besar secara nominal, yakni Rp4.050 per liter, dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Sementara Pertamax Turbo naik Rp1.300 dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, penyesuaian tersebut mengikuti mekanisme harga yang berlaku. “Penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kitty.

Pertamina menyebut perhitungan harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta kondisi daya beli masyarakat.

Meski beberapa produk mengalami kenaikan, Pertamax tetap dibanderol Rp15.950 per liter dan Pertamax Green 95 bertahan Rp16.600 per liter. Harga BBM subsidi dan penugasan juga tidak berubah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di level Rp6.800 per liter.

Harga Minyak Dunia Kembali di Atas US$90 per Barel

Lonjakan harga BBM diesel terjadi ketika pasar minyak global kembali mendapat tekanan dari konflik Amerika Serikat dan Iran. Reuters melaporkan harga minyak mentah Brent pada perdagangan Selasa (1/9/2026) naik 1,2% menjadi US$91,54 per barel. Minyak West Texas Intermediate atau WTI juga menguat 1,5% menjadi US$87,03 per barel.

Kenaikan dipicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Konflik tersebut juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Iran menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang negara tersebut pada 28 Februari 2026. Hingga awal September, upaya Qatar dan Oman untuk memediasi pembukaan kembali jalur tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

Gangguan tidak hanya terjadi pada minyak mentah. Reuters mencatat impor bahan bakar olahan Asia turun menjadi sekitar 5,10 juta barel per hari pada Agustus 2026, terendah sejak konflik Iran dimulai. Pasokan diesel dan bahan bakar pesawat menjadi salah satu yang paling terdampak, sementara harga gasoil Singapura telah melonjak sekitar 70% sejak akhir Februari.

Tekanan pada pasokan global tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga BBM nonsubsidi, khususnya diesel, lebih mudah berfluktuasi. Di Indonesia, dampaknya terlihat dari kenaikan serentak harga Shell V-Power Diesel, Dexlite, Pertamina Dex, hingga diesel yang dijual operator SPBU swasta lainnya pada awal September 2026.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Shell Indonesia, Diesel, dan Harga solar dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.