Pengabdi Setan 3: Origin Tayang 2027, Joko Anwar Bongkar Asal-usul Sekte
Pengabdi Setan 3: Origin resmi memasuki tahap produksi dan dijadwalkan tayang pada 2027. Film Joko Anwar akan mengungkap asal-usul sekte dan kutukan

Periskop.id - Semesta horor Pengabdi Setan kembali berlanjut. Rapi Films dan Come and See Pictures bersama Sky Media serta Legacy Pictures resmi memulai pengerjaan Pengabdi Setan 3: Origin yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027.
Joko Anwar kembali dipercaya sebagai penulis sekaligus sutradara. Berbeda dari dua film sebelumnya, seri ketiga akan membawa cerita jauh ke masa lalu untuk mengungkap asal-usul sekte, kutukan, hingga sejumlah misteri yang sejak Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022) sengaja dibiarkan terbuka.
“Sejak 'Pengabdi Setan' pertama, cerita ini memang tidak pernah dirancang untuk selesai dalam satu film. Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula,” ujar Joko Anwar dalam siaran pers rumah produksi, Selasa (1/9/2026).
Laporan industri perfilman internasional bahkan menyebut Pengabdi Setan 3: Origin atau Satan's Slaves: Origin sebagai prekuel yang dapat berdiri sendiri. Ceritanya tidak sekadar melanjutkan teror keluarga Rini, tetapi menelusuri akar sekte dan perjanjian gelap yang menjadi fondasi dua film sebelumnya.
Asal-usul Darminah dan Batara Mulai Terkuak
Salah satu daya tarik utama film terbaru ini adalah misteri dua karakter, Darminah dan Batara, yang selama ini memicu beragam spekulasi dan teori di kalangan penggemar. Keduanya diperkenalkan sebagai sosok penting dalam jaringan misterius yang menghubungkan berbagai kejadian di semesta Pengabdi Setan.
Namun, identitas, latar belakang, hingga seberapa besar peran mereka dalam sekte belum dijelaskan secara utuh pada dua film sebelumnya. Joko akan memperbesar cakupan cerita dengan menjelajahi ruang dan periode yang belum pernah ditampilkan dalam waralaba tersebut.
Asal tahu saja, cerita Pengabdi Setan 3: Origin akan dimulai dari peristiwa histeria massal di Strasbourg, Eropa, pada abad ke-16 yang terinspirasi kejadian nyata pada 1518. Cerita kemudian bergerak menuju sebuah mercusuar di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17.
Skala produksinya pun disebut menjadi salah satu yang paling ambisius dalam karier Joko Anwar.
Film tersebut akan membawa cerita melintasi dua benua dan menggunakan tujuh bahasa, yakni Indonesia, Alsatian, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin. Meski informasi mengenai latar cerita mulai terungkap, rumah produksi masih merahasiakan detail alur serta jajaran pemain. Pengumuman terkait pemeran akan dilakukan secara bertahap selama proses produksi berlangsung.
Dua Film Sebelumnya Raup Lebih dari 10 Juta Penonton
Pengabdi Setan 3: Origin datang dengan beban ekspektasi tinggi setelah dua film terdahulunya mencatat kesuksesan besar di bioskop Indonesia. Data yang dikutip dari Film Indonesia menunjukkan Pengabdi Setan pada 2017 mengumpulkan 4.206.103 penonton. Film tersebut menjadi salah satu tonggak kebangkitan horor modern Indonesia sekaligus meraih apresiasi di sejumlah festival internasional, termasuk penghargaan film horor terbaik di Toronto After Dark Film Festival.
Lima tahun kemudian, Pengabdi Setan 2: Communion mencatat pencapaian lebih tinggi dengan 6.391.982 penonton. Artinya, dua film garapan Joko Anwar tersebut secara keseluruhan telah mengumpulkan lebih dari 10,5 juta penonton bioskop di Indonesia.
Pengabdi Setan 2 juga menjadi salah satu film lokal terlaris pada 2022 dan tercatat sebagai film Indonesia pertama yang dirilis dalam format IMAX. Keberhasilan tersebut memperbesar posisi waralaba Pengabdi Setan tidak hanya di pasar horor, tetapi juga dalam industri film nasional.
Produser Rapi Films Sunil Samtani mengatakan, respons penonton bahkan berkembang melampaui film itu sendiri. Berbagai petunjuk yang tersebar di dua film sebelumnya melahirkan diskusi dan teori di media sosial.
“Pengabdi Setan 3: Origin menjadi babak yang sangat penting dari perjalanan tersebut,” ujar Sunil.
Studio di Balik ‘Parasite’ Bawa Pengabdi Setan 3 ke Pasar Dunia
Ambisi Pengabdi Setan 3 tidak berhenti pada pasar Indonesia. Barunson E&A asal Korea Selatan bergabung sebagai international sales agent untuk menangani penjualan global film tersebut. Barunson E&A dikenal sebagai perusahaan yang berada di balik produksi Parasite karya Bong Joon-ho, film Korea Selatan yang memenangkan empat Academy Awards pada 2020 termasuk Best Picture.
Perusahaan itu akan mulai memperkenalkan Satan's Slaves: Origin kepada pembeli dan distributor internasional melalui pasar film Toronto International Film Festival pada September 2026.
Kerja sama tersebut melanjutkan hubungan Barunson E&A dengan Joko Anwar dan Come and See Pictures. Sebelumnya, mereka turut menangani film ‘Ghost in the Cell’ yang berhasil terjual ke sekitar 150 wilayah internasional.
Di balik layar, Gope T. Samtani dan Tia Hasibuan bertindak sebagai produser Pengabdi Setan 3: Origin. Jajaran produser eksekutif diisi Sunil G. Samtani, Sunar S. Samtani, Priya NK, Joko Anwar, Tia Hasibuan, Wicky Olindo, dan Lisbeth Simarmata.
Ical Tanjung kembali dipercaya menangani sinematografi sebagai Director of Cinematography. Dennis Sutanto menjadi Production Designer, Monika Paska menangani kostum, sedangkan Novie Ariyanti bertanggung jawab terhadap make-up effects.
Dengan skala cerita lintas abad dan benua serta distribusi internasional yang disiapkan sejak tahap awal produksi, Pengabdi Setan 3: Origin tidak sekadar diposisikan sebagai kelanjutan waralaba horor populer. Film tersebut menjadi proyek untuk menjawab teka-teki yang telah dibangun hampir satu dekade sekaligus membawa salah satu waralaba horor terbesar Indonesia semakin jauh ke pasar global.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Joko Anwar, sineas, Film Horor, dan daftar film horor joko anwar dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.