Zodiak Bulan September Ada Dua, Virgo dan Libra
Ada dua zodiak yang jatuh di bulan September, yaitu Virgo pada 1 sampai 22 September dan Libra pada 23 sampai 30 September. Batasnya ditentukan momen ekuinoks.

Periskop.id - Ada dua zodiak yang jatuh di bulan September, yaitu Virgo dan Libra. Virgo mencakup tanggal 1 sampai 22 September, lalu Libra mengambil alih sejak 23 September sampai akhir bulan.
Batas antara keduanya tidak selalu jatuh di tanggal yang sama tiap tahun. Penyebabnya ada pada momen ekuinoks September.
Zodiak Bulan September Ada Dua, Virgo dan Libra
Rentang tanggal yang lazim dipakai astrologi Barat seperti ini.
| Zodiak | Rentang tanggal | Lambang | Unsur |
|---|---|---|---|
| Virgo | 23 Agustus sampai 22 September | Sang perawan | Tanah |
| Libra | 23 September sampai 22 Oktober | Timbangan | Udara |
September berbagi dua zodiak dengan Agustus di awal bulan dan Oktober di akhir bulan. Tidak ada satu pun zodiak yang seluruh rentangnya berada di dalam September.
Batas Virgo dan Libra Ditentukan Ekuinoks September
Batas Virgo dan Libra adalah momen Matahari mencapai bujur ekliptika 180 derajat, yang juga menandai ekuinoks September. Momen itu jatuh pada jam yang berbeda tiap tahun.
Panjang satu tahun tropis adalah 365,2422 hari, sekitar 5 jam 49 menit lebih panjang daripada 365 hari kalender. Akibatnya ekuinoks bergeser makin siang tiap tahun, lalu tahun kabisat menambah satu hari yang melempar jamnya mundur lagi.
| Tahun | Ekuinoks September (WIB) | Tanggal batas |
|---|---|---|
| 2023 | 23 September, 13.49 | 23 September |
| 2024 | 22 September, 19.43 | 22 September |
| 2025 | 23 September, 01.19 | 23 September |
| 2026 | 23 September, 07.05 | 23 September |
| 2027 | 23 September, 13.01 | 23 September |
| 2028 | 22 September, 18.45 | 22 September |
| 2029 | 23 September, 00.38 | 23 September |
| 2030 | 23 September, 06.26 | 23 September |
Ada satu lapisan lagi. Ekuinoks adalah satu momen tunggal untuk seluruh Bumi, sementara jam dindingnya berbeda di tiap zona waktu. Ekuinoks 2025 terjadi 22 September pukul 18.19 waktu universal, dan itu sudah 23 September pukul 01.19 di Indonesia.
Karena itu sumber luar negeri dan sumber Indonesia bisa mencantumkan tanggal batas yang berbeda satu hari untuk tahun yang sama, dan keduanya benar.
Cara Menentukan Zodiak dari Tanggal Lahir
Untuk tanggal 1 sampai 21 September dan 24 sampai 30 September, tanggal lahir saja sudah cukup. Rinciannya tersedia di daftar zodiak per tanggal 1 sampai 30 September.
Untuk yang lahir pada 22 atau 23 September, tanggal saja tidak cukup. Perlu tahun kelahiran dan jam lahir, lalu dibandingkan dengan momen ekuinoks tahun itu.
Contohnya, yang lahir 22 September 2024 pukul 21.00 WIB tercatat sebagai Libra, karena ekuinoks tahun itu sudah lewat pada pukul 19.43 WIB. Yang lahir di tanggal sama pukul 10.00 WIB masih tercatat sebagai Virgo.
Virgo dan Libra sebagai Rasi Bintang
Di luar astrologi, keduanya adalah rasi bintang yang punya batas resmi dan bisa diukur.
Virgo adalah rasi terbesar kedua di antara 88 rasi, dengan luas 1.294 derajat persegi, dan yang terbesar di antara rasi zodiak. Bintang paling terangnya Spica, bermagnitudo 0,98, bintang paling terang ke-15 di seluruh langit. Nama Virgo berarti perawan dalam bahasa Latin, sementara Spica berarti bulir gandum.
Libra punya sejarah yang lebih berliku. Dalam tradisi Yunani, wilayah langit ini disebut Chelae, yang berarti capit, karena dianggap bagian dari capit Kalajengking. Bangsa Romawi memisahkannya menjadi rasi tersendiri pada abad pertama Sebelum Masehi.
Jejak capit itu masih hidup di nama bintangnya. Zubeneschamali berarti capit utara dan Zubenelgenubi berarti capit selatan, keduanya dari bahasa Arab. Menariknya Zubeneschamali yang berlabel Beta justru lebih terang, bermagnitudo 2,61, dibanding Zubenelgenubi yang berlabel Alfa dengan magnitudo 2,75.
Libra juga satu-satunya rasi zodiak yang lambangnya benda mati. Sebelas sisanya berupa hewan atau tokoh.
Dalam bahasa Indonesia keduanya lazim diterjemahkan sebagai sang perawan dan timbangan. Tidak ada padanan baku yang dikeluarkan lembaga bahasa maupun lembaga astronomi.
Zodiak Tropis Tidak Lagi Sejajar dengan Rasi Bintangnya
Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Tanda zodiak dan rasi bintang dengan nama yang sama sudah lama tidak menempati posisi yang sama di langit.
Sumbu putar Bumi bergoyang perlahan, gejala yang disebut presesi ekuinoks. Besarnya sekitar 50,29 detik busur per tahun, atau 1,4 derajat per abad, dengan satu putaran penuh memakan 25.772 tahun.
Sejak Hipparchus mencatat gejala ini pada 129 Sebelum Masehi, pergeserannya sudah mencapai sekitar 30 derajat, selebar satu tanda zodiak penuh.
Akibatnya terlihat jelas di September. Orang yang lahir 1 September disebut Virgo, sementara pada tanggal itu Matahari sebenarnya melintas di depan rasi Leo. Matahari baru masuk ke wilayah rasi Virgo sekitar 16 atau 17 September.
Ketimpangan lain muncul pada durasinya. Astrologi membagi ekliptika menjadi 12 bagian yang sama besar, masing-masing 30 derajat. Rasi bintang tidak sama besar. Matahari melintas di depan rasi Virgo selama 45 hari, sedangkan di depan rasi Scorpius hanya 7 hari.
Dari sinilah muncul klaim soal zodiak ke-13. Matahari memang melintas di depan rasi Ophiuchus, sekitar 29 November sampai 18 Desember. Ophiuchus bukan rasi baru, sudah tercatat dalam 48 rasi yang didaftar Ptolemaeus pada abad kedua Masehi, dan termasuk 88 rasi yang batasnya dibakukan pada 1930.
Lembaga astronomi internasional tidak pernah menambah atau mengubah zodiak. Batas rasi adalah alat pemetaan langit untuk keperluan astronomi.
Asal-usul Pembagian Dua Belas Zodiak
Pembagian ekliptika menjadi 12 bagian seragam berukuran 30 derajat adalah inovasi Babilonia sekitar 400 Sebelum Masehi. Bagan horoskop tertua yang selamat bertarikh 419 Sebelum Masehi.
Sebelum itu ada kompendium astronomi Babilonia bernama MUL.APIN, disusun sekitar 1000 Sebelum Masehi dengan salinan tertua bertarikh 686 Sebelum Masehi. Dokumen itu mendaftar rasi-rasi di jalur Bulan yang menjadi cikal bakal zodiak, jumlahnya 17 sampai 18, dan belum berisi pembagian 12 bagian seragam.
Sistem ini kemudian sampai ke dunia Yunani. Hipparchus pada abad kedua Sebelum Masehi menemukan presesi, dan Ptolemaeus pada abad kedua Masehi mengikat awal zodiak ke titik ekuinoks. Keputusan Ptolemaeus itulah yang melahirkan zodiak tropis yang dipakai astrologi Barat sampai sekarang.
Sifat Zodiak Termasuk Kepercayaan Populer
Rentang tanggal, posisi Matahari, dan sejarah penamaan di atas adalah hal yang bisa diukur dan diperiksa ulang.
Berbeda halnya dengan sifat, watak, dan nasib yang dikaitkan dengan zodiak. Klaim semacam itu berada di ranah kepercayaan populer dan tidak punya dukungan bukti ilmiah. Artikel ini memperlakukannya sebagai tradisi budaya yang menarik ditelusuri asal-usulnya.
Untuk mencocokkan tanggal-tanggal di atas dengan hari dalam pekan, tersedia kalender September 2026.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.