Gaya Hidup

Olivia Rodrigo Pakai Gaun Bordiran Palestina di Festival Amal

Olivia Rodrigo mengenakan gaun bersulam tatreez dari label Palestina, Nöl Collective, sekaligus umumkan donasi festival amal Daisy Chain Fields.

2 jam yang lalu · 3 mnt baca
Olivia Rodrigo Pakai Gaun Bordiran Palestina di Festival Amal
Olivia Rodrigo dengan pakaian berbordir tradisional tatreez khas Palestina. Instagram/@filasteeni
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Olivia Rodrigo tampil mengenakan gaun rancangan label busana asal Palestina, Nöl Collective, dalam festival amal Daisy Chain Fields di Great Park, California, Amerika Serikat, Sabtu (29/8). Gaun buatan tangan itu menjadi cara terbaru penyanyi tersebut menyuarakan dukungan bagi budaya dan rakyat Palestina.

Gaun mini berwarna pink lembut itu tampil dengan potongan flutter sleeves pendek. Detail yang mencolok datang dari sulaman tatreez, teknik bordir tradisional Palestina bermotif burung dan rangkaian bunga daisy.

"Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan rasa patah hati saya saat menyaksikan kehancuran yang menimpa orang-orang tak berdosa di Palestina. Para ibu, ayah, dan anak-anak di Gaza menderita kelaparan serta tidak mendapatkan akses terhadap perawatan medis dasar dan bantuan kemanusiaan. Hal ini mengerikan dan sama sekali tidak dapat diterima. Membiarkan mereka berarti mengabaikan sisi kemanusiaan kita," tulis Rodrigo dalam unggahan Instagram pribadinya, Juli 2025.

Pelantun "drop dead" ini dikenal vokal membela Palestina. Dalam wawancara bersama New York Times Popcast, ia mengungkapkan alasannya terus bersuara soal Gaza.

"Saya adalah seorang seniman, dan pekerjaan saya adalah mengungkapkan apa yang saya rasakan lalu menyampaikannya kepada orang lain. Menurut saya akan terasa tidak jujur jika saya berpura-pura tidak merasa patah hati atas apa yang sedang terjadi di Gaza," kata Rodrigo.

Rodrigo mengaku bersyukur berada di lingkungan yang mendukung dan sejalan dengan pandangannya. Menurutnya, orang-orang terdekat tidak pernah melarangnya bersuara soal Gaza.

"Saya merasa dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki pandangan yang sangat sejalan dengan saya, dan saya sangat menghargai itu. Tidak pernah ada yang mengatakan kepada saya, 'jangan lakukan itu'," ujar Rodrigo.

Dalam gelaran Daisy Chain Fields, Rodrigo juga mengumumkan festival tersebut menyumbangkan US$10 juta kepada 10 organisasi amal yang mendukung perempuan dan anak perempuan. Festival ini menghadirkan sejumlah musisi perempuan dan dibangun dari semangat inisiatif Rodrigo sebelumnya, Fund 4 Good, yang telah menyalurkan dana untuk isu hak reproduksi, pendidikan anak perempuan, dan persoalan terkait lainnya.

Nöl Collective merupakan jenama fesyen berbasis di Ramallah, Palestina, yang memproduksi pakaian secara lokal lewat bengkel jahit keluarga, studio pengrajin, dan koperasi perempuan di berbagai wilayah. Jenama ini didirikan oleh desainer Palestina-Amerika, Yasmeen Mjalli.

Menurut laporan Roya, nama Nöl berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti alat tenun atau loom. Nöl Collective menekankan teknik tradisional seperti sulaman tatreez, tenun tangan, dan pewarnaan alami, dengan misi yang menyentuh sisi komunitas sekaligus dimensi politik dari fesyen buatan Palestina.

Pada awal 2026, Rodrigo juga menyumbangkan lagu cover "The Book of Love" untuk album amal Help(2) garapan War Child UK. Video musik lagu tersebut memakai rekaman anak-anak dari Gaza, Sudan, Ukraina, dan Yaman, dengan hasil proyek dipakai mendukung kerja War Child UK bagi anak-anak korban konflik, termasuk di Gaza.

"Saya selalu merasa bahwa saya seharusnya bisa berbuat lebih banyak, berbicara lebih banyak, dan hal-hal semacam itu," kata Rodrigo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai olivia rodrigo dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.