iklan periskop
Hiburan

D'MASIV Siapkan Album Full Bahasa Inggris, Tandai Era Baru Usai Keluar dari Musica

D'MASIV menyiapkan album penuh berbahasa Inggris yang direkam di Los Angeles dan London, menandai era baru sekaligus tur Asia independen pada 2026

6 hari yang lalu · 5 mnt baca
D'Masiv
Personel band D'Masiv. dok. dmasivband.com
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id – D'MASIV bersiap membuka babak baru setelah hampir dua dekade bernaung di bawah Musica Studios. Band asal Ciledug itu tengah menggarap album penuh berbahasa Inggris yang direkam di Los Angeles, Amerika Serikat, dan London, Inggris, sebagai upaya memperluas pasar sekaligus menawarkan warna musik berbeda kepada pendengar lama.

Vokalis D'MASIV Rian Ekky Pradipta mengatakan, keputusan membuat album berbahasa Inggris menjadi bagian dari perjalanan musikal band yang telah berdiri sejak 3 Maret 2003. Mereka ingin terus bereksperimen tanpa terus-menerus terjebak ekspektasi untuk mengulang formula dari album-album awal.

"Jadi kami sekarang sedang mempersiapkan album yang berisi full berbahasa Inggris, kita ingin mencoba hal yang mungkin cara kita juga untuk nggak cepat bubar ya, jangan dong ya (bubar), karena gini, banyak sekali pendengar atau Massivers pinginnya kami selalu bikin lagu-lagu yang kayak album awal gitu," kata Rian di sela acara di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Menurut Rian, musik merupakan perjalanan yang harus terus berkembang. Karena itu, karya yang dibuat D'MASIV saat ini harus merepresentasikan apa yang dirasakan para personelnya sekarang, bukan semata-mata mengulang gaya yang pernah membawa mereka populer.

Album baru itu sekaligus diarahkan untuk memperkenalkan D'MASIV kepada pendengar yang lebih luas. Selain menjaga hubungan dengan Massivers yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak awal, penggunaan bahasa Inggris membuka peluang bagi band untuk menjangkau audiens internasional yang kini semakin menjadi fokus mereka.

"On Our Own" Jadi Pembuka Era Baru D'MASIV

Sinyal perubahan tersebut sebenarnya sudah terlihat melalui singel "On Our Own", lagu berbahasa Inggris yang dirilis pada 27 Mei 2026 melalui label MSV Records. Apple Music mengategorikan lagu berdurasi sekitar tiga menit itu sebagai rilisan rock D'MASIV pada 2026.

Bisa dibilang, "On Our Own" sebagai materi yang menandai era baru D'MASIV menjelang tur Asia mereka. Lagu tersebut hadir setelah band menjalani proses rekaman di Amerika Serikat. Pada Synchronize Fest 2025, Rian bahkan telah mengungkap bahwa D'MASIV baru kembali dari Los Angeles untuk menggarap materi internasional yang ketika itu direncanakan dirilis pada 2026.

Eksperimen dengan pasar global juga bukan sepenuhnya hal baru. Pada 2019, D'MASIV pernah melakukan rekaman di Abbey Road Studios, London, salah satu studio musik paling terkenal di dunia. Saat itu mereka merekam sekitar 20 lagu dalam berbagai format, termasuk versi full band dan akustik.

Pengalaman internasional mereka kemudian semakin berkembang. Pada April 2025, D'MASIV menjalankan tur Jepang dengan pertunjukan di Osaka, Nagoya, dan Tokyo pada 18-20 April. Rekaman penampilan tersebut kemudian dirilis sebagai konten live performance melalui Langit Musik.

Masuk Era Independen setelah 19 Tahun Bersama Musica

Album berbahasa Inggris kali ini menjadi semakin penting karena hadir setelah D'MASIV mengakhiri perjalanan panjang bersama Musica Studios. Band tersebut resmi meninggalkan label yang menaungi mereka selama sekitar 19 tahun pada Mei 2026 dan melanjutkan perjalanan sebagai grup independen.

Perpisahan itu berlangsung tanpa konflik terbuka. D'MASIV menyebut hubungannya dengan Musica tetap seperti keluarga, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai pintu untuk menentukan arah musik dan identitas mereka secara lebih independen.

Kini, salah satu langkah terbesarnya adalah album internasional yang seluruh materinya menggunakan bahasa Inggris. D'MASIV juga telah menyiapkan sedikitnya dua singel baru dari proyek tersebut untuk diluncurkan masing-masing pada September dan Oktober 2026. Judul serta tanggal peluncuran album penuh belum diumumkan.

Tur Asia Home Run Dimulai Oktober

Babak baru D'MASIV tidak berhenti pada album. Band yang beranggotakan Rian, Dwiki Aditya Marsall alias Kiki, Nurul Damar Ramadan alias Rama, Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata alias Rai, dan Wahyu Piadji itu juga akan menggelar tur independen Asia Home Run 2026.

Tur dijadwalkan dibuka di Taipei pada 4 Oktober 2026, kemudian berlanjut ke Hong Kong pada 1 November, Capitol Theatre Singapura pada 9 November, dan Megastar Arena Kuala Lumpur pada 20 November. Puncak rangkaian konser akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 5 Desember 2026.

Penjualan tiket Taipei telah dibuka pada Agustus, disusul Hong Kong. Sementara tiket untuk Singapura, Kuala Lumpur, dan Jakarta dijadwalkan mulai dijual secara serentak pada 26 Agustus 2026 melalui situs resmi tur D'MASIV.

Promotor RANS Entertainment bersama Antara Suara menyiapkan konser dengan konsep yang menggabungkan lagu-lagu lama dan materi baru. D'MASIV berencana membawakan sekitar 20 hingga 23 lagu lintas era serta menghadirkan kolaborasi dengan musisi lokal di beberapa negara tujuan.

Direktur Utama RANS Entertainment Nagita Slavina mengatakan, tur tersebut juga dirancang agar D'MASIV dapat membangun kedekatan dengan audiens di setiap kota.

"Kami berharap setiap pertunjukan menghadirkan pengalaman yang hangat, dekat, dan meninggalkan kesan bagi siapa pun yang hadir," kata Nagita.

Tur ini juga memiliki target yang lebih luas dibandingkan sekadar mengumpulkan penggemar Indonesia di luar negeri. Manajemen D'MASIV mencatat pembeli tiket di sejumlah negara tujuan mulai didominasi warga lokal, sehingga rangkaian Asia Home Run diharapkan menjadi pintu untuk memperluas basis pendengar band di kawasan Asia.

Langkah tersebut melanjutkan ekspansi internasional yang telah dibangun D'MASIV beberapa tahun terakhir. Setelah tampil di tiga kota Jepang pada 2025, band kini menggunakan momentum menjadi independen untuk bergerak lebih jauh melalui album berbahasa Inggris dan tur lintas negara.

Bagi D'MASIV, perubahan ini sekaligus menjadi strategi menjaga umur panjang band yang pada 2026 telah memasuki usia 23 tahun. Alih-alih hanya mengandalkan nostalgia dari lagu seperti "Cinta Ini Membunuhku", "Merindukanmu", dan "Jangan Menyerah", Rian dan kawan-kawan memilih mencoba pasar dan musikalitas baru sembari membawa katalog lama mereka ke panggung Asia.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Konser, dan Musik dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.