Kronologi Lengkap Challenge Hafalan Ad-Duha Berhadiah Miras di Booth Newport
Kronologi lengkap challenge hafalan Surah Ad-Duha berhadiah miras di booth Newport, dari audiens merebut mikrofon MC hingga videonya viral dan menuai kecaman luas.

Periskop.id - Insiden viral challenge hafalan Surah Ad-Duha berhadiah minuman keras di booth Newport ternyata bermula dari momen sederhana yang lepas kendali. Berikut kronologi lengkapnya, dari interaksi biasa MC dengan pengunjung hingga videonya viral dan menuai kecaman luas.
Jeda Acara yang Berubah Jadi Kontroversi
Kejadian ini berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, di booth Newport dalam gelaran festival musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Menurut MC yang bertugas di booth tersebut, Ega, semua bermula saat acara memasuki jeda. Saat itu ia sedang menjalankan tugas rutinnya, yakni berinteraksi dengan para pengunjung yang datang ke booth.
Interaksi semacam ini lazim dilakukan MC di sela-sela festival untuk menjaga suasana tetap hidup sembari menunggu penampilan berikutnya dimulai.
Audiens Mengambil Alih Mikrofon
Di tengah interaksi itu, situasi berubah tiba-tiba. Seorang audiens yang mengenakan atasan putih mengambil alih mikrofon yang sebelumnya digunakan oleh MC.
Ega mengaku tidak segera merebut kembali mikrofon tersebut. Momen inilah yang belakangan ia akui sebagai kelalaiannya.
"Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalu untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," kata Ega, menjelaskan seharusnya ia bertindak lebih cepat.
Sayembara Spontan Muncul dari Pengunjung
Setelah menguasai mikrofon, audiens tersebut langsung berinisiatif membuat sayembara kepada pengunjung lain di sekitar booth.
"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut," ujar Ega.
Sayembara itu berupa tantangan menghafal dan melafalkan Surah Ad-Duha, salah satu surah pendek dalam Al-Quran. Imbalan yang ditawarkan bukan hadiah ringan, melainkan sebotol minuman beralkohol milik Newport yang dipajang di booth tersebut.
Pengunjung Merespons, Sorakan Pun Pecah
Tantangan itu direspons oleh salah seorang pengunjung yang kemudian melafalkan Surah Ad-Duha di depan mikrofon. Begitu selesai, orang-orang di sekitar booth serentak bersorak merayakan momen tersebut.
Momen inilah yang kemudian direkam oleh salah satu pengunjung menggunakan ponselnya, tanpa disadari akan menjadi pemicu kontroversi besar beberapa hari kemudian.
Video Menyebar dan Memicu Gelombang Kecaman
Rekaman video interaksi tersebut kemudian diunggah dan menyebar luas di berbagai platform media sosial. Publik yang menontonnya bereaksi keras, sebagian besar mengecam aksi tersebut sebagai bentuk penistaan terhadap agama.
Kecaman ini muncul karena ayat Al-Quran, yang memiliki nilai sakral bagi umat Islam, dinilai dijadikan bagian dari aktivitas promosi produk minuman beralkohol. Kombinasi antara unsur keagamaan dan minuman keras inilah yang membuat video ini cepat menyulut kemarahan warganet.
Berujung Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Menyusul derasnya kecaman publik, Ega akhirnya buka suara lewat unggahan di akun Threads pribadinya.
Ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus membeberkan kronologi lengkap kejadian tersebut.
Ega menegaskan bahwa tantangan hafalan berhadiah miras itu murni aksi spontan dari audiens, bukan bagian dari konsep atau strategi promosi yang disiapkan pihak Newport.
Dua hari setelah video ini viral, giliran manajemen Newport yang menyampaikan klarifikasi resmi. Mereka menegaskan insiden tersebut terjadi akibat lemahnya pengawasan di lokasi, dan bukan program promosi resmi perusahaan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.