Hukum

Gagal Bobol ATM karena Oksigen Las Habis, Komplotan Satu Keluarga di Jakbar Dicokok Polisi

Polisi membongkar percobaan pembobolan ATM oleh satu keluarga di Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi gagal setelah oksigen untuk mesin las habis

16 jam yang lalu · 5 mnt baca
Gagal Bobol ATM karena Oksigen Las Habis, Komplotan Satu Keluarga di Jakbar Dicokok Polisi
Polres Metro Jakarta Barat pada Selasa (1/9/2026) mengungkap aksi nekat sekeluarga bekerja sama untuk membobol mesin ATM yang berada di dalam sebuah minimarket di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. dok. Polres Metro Jakbar
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Polisi membongkar aksi satu keluarga yang diduga merencanakan pembobolan mesin ATM di dalam sebuah minimarket di kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Upaya yang dilakukan menggunakan peralatan las tersebut gagal setelah oksigen yang digunakan untuk memotong mesin ATM habis.

Kasus itu melibatkan tiga orang dengan hubungan keluarga, yakni RH sebagai ayah tiri, D sebagai ibu kandung, dan H yang merupakan anak D. Polisi telah menangkap D dan H, sementara RH masih diburu dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan aksi yang dilaporkan pada Februari 2026 tersebut telah direncanakan dengan pembagian peran di antara ketiganya.

“Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri,” kata Nasriadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

DetikNews juga melaporkan peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan Februari 2026. RH dan H masuk ke dalam minimarket untuk mengeksekusi pembobolan, sementara D berada di luar untuk mengawasi keadaan.

Oksigen Habis saat Mesin ATM Dilas

Polisi menyebut RH dan H membawa peralatan las ke dalam minimarket dan mencoba memotong bagian mesin ATM untuk mendapatkan uang di dalamnya. Namun, rencana itu tidak berjalan sesuai harapan karena persediaan oksigen untuk proses pengelasan habis sebelum mesin berhasil dibuka.

“Pelaku RH bersama H masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu (D) menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar. Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis,” kata Nasriadi.

Dalam keterangan lain, Nasriadi menegaskan mesin ATM bahkan belum berhasil dibobol maupun dirusak ketika peralatan las berhenti berfungsi. "Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis," ungkapnya.

Gagal mendapatkan uang dari ATM, ketiganya kemudian mengalihkan sasaran dengan mengambil sejumlah rokok yang berada di dalam minimarket. "Akhirnya, misi mereka gagal dan tidak berhasil menjebol ATM. Karena misinya gagal, maka yang mereka ambil akhirnya adalah rokok," tuturnya. 

Nyamar Pakai Seragam Karyawan Minimarket

Penyelidikan polisi juga menemukan salah satu pelaku menggunakan pakaian yang dibuat menyerupai seragam pegawai minimarket. Pakaian tersebut diketahui dibeli secara daring. Polisi menduga penggunaan seragam menjadi bagian dari modus untuk mengurangi kecurigaan orang di sekitar lokasi sekaligus menyamarkan identitas saat terekam kamera CCTV.

“Pakaian tersebut dibeli secara daring dan diduga digunakan untuk mengelabui orang di sekitar lokasi maupun kamera CCTV,” ucapnya. 

Nasriadi dalam keterangannya juga menjelaskan tujuan penyamaran tersebut. "Sebagai catatan, salah satu pelakunya menggunakan baju yang seakan-akan merupakan seragam karyawan dari swalayan tersebut, tujuannya supaya tidak dicurigai saat terekam dalam CCTV," lanjutnya. 

Pembagian tugas menjadi salah satu indikasi bahwa aksi tersebut telah dipersiapkan sebelumnya. Polisi menduga RH memiliki peran penting dalam merancang pembobolan sekaligus mengajak anggota keluarganya terlibat.

Ibu dan Anak Ditangkap, Ayah Tiri Masih Buron

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap H dan ibu kandungnya, D. Sementara RH masih dalam pengejaran petugas. Nasriadi mengatakan motif ekonomi diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi keluarga tersebut melakukan tindak pidana. RH juga diduga membujuk istrinya untuk ikut dalam aksi itu.

“Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah,” ungkapnya.

Penyidikan terhadap RH juga diarahkan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatannya dalam perkara serupa. Polisi mencurigai kemampuan menggunakan peralatan khusus untuk mencoba membobol ATM menunjukkan pelaku memiliki pengetahuan mengenai modus tersebut.

“Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut,” kata Nasriadi.

Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyidikan dan pencocokan dengan perkara lain.

Peralatan Las Dibuang ke Kali Angke

Sejumlah barang bukti telah diamankan polisi dalam penyidikan kasus tersebut. Barang yang ditemukan antara lain baju berwarna merah marun, pakaian menyerupai seragam minimarket, satu unit telepon seluler, dan sebuah tong sampah.

Sementara itu, peralatan las yang digunakan untuk mencoba membobol ATM belum ditemukan. Polisi mendapat informasi peralatan tersebut dibuang para pelaku ke Kali Angke setelah aksi dilakukan. Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Metro Jakarta Barat masih melakukan pencarian lantaran alat itu merupakan salah satu barang bukti penting.

“Sampai saat ini unit Resmob masih terus mencarinya,” ucapnya.

Rekaman CCTV serta informasi masyarakat turut menjadi petunjuk polisi dalam mengidentifikasi para pelaku dalam perkara tersebut.

Lebih dari 2.200 Kasus Kejahatan 3C Diungkap Polda Metro

Kasus percobaan pembobolan ATM tersebut menambah deretan perkara pencurian yang ditangani kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Data resmi Polda Metro Jaya menunjukkan sepanjang Januari-Juni 2026 terdapat 5.436 laporan polisi terkait kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Dari jumlah tersebut, Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama polres jajaran berhasil mengungkap 2.216 kasus dan mengamankan 2.054 tersangka. Kepolisian mencatat tindak pidana tersebut banyak terjadi pada malam hingga dini hari, terutama pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.

Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan penanganan kejahatan tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui patroli dan upaya pencegahan.

“Kegiatan hari ini merupakan bentuk akuntabilitas jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam melaksanakan penegakan hukum, khususnya pada kasus-kasus kejahatan jalanan, curat, curas, dan curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan jajaran,” ujar Andaru saat memaparkan capaian pengungkapan kasus pada Juni 2026.

Dalam perkara pembobolan ATM di Cengkareng, penyidikan masih berlanjut. Selain memburu RH, polisi akan mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam kejadian lain serta mencari peralatan las yang dibuang ke Kali Angke sebagai bagian dari pembuktian kasus.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai jakarta barat, ATM, pembongkaran, dan pencurian dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.