Hukum

Polisi Duga Pembunuhan di Balik Mayat Kardus Bandung

Warga menemukan mayat perempuan terbungkus kardus di Babakan Ciparay, Bandung. Polisi menduga korban tewas dibunuh dan masih mendalami identitasnya.

19 jam yang lalu · 2 mnt baca
Pria Asal Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia di Masjid Tanah Abang
Ilustrasi mayat. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Warga menemukan mayat perempuan terbungkus kardus di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat. Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan.

Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan menyebutkan, jasad tersebut ditemukan warga di kawasan RW 05, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara begitu laporan diterima.

"Telah ditemukan sesosok mayat yang terbungkus oleh kardus," kata Kurniawan di Bandung, Selasa (1/9).

Olah TKP digelar untuk mengumpulkan barang bukti sekaligus mencari petunjuk soal penemuan jasad tersebut. Dari penyelidikan awal, aparat mencurigai adanya unsur kesengajaan menghilangkan nyawa korban.

"Ya, hasil penyelidikan awal dan olah TKP di lokasi diduga ini ada upaya hasil dari pembunuhan, namun demikian kita masih melakukan penyelidikan dari titik awal TKP," ujarnya.

Hingga kini identitas korban belum terungkap. Perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun berdasarkan pengamatan fisik di lokasi.

"Identitas belum, masih dalam penyelidikan," kata Kurniawan.

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polrestabes Bandung turut diturunkan memeriksa lokasi. Pemeriksaan itu bertujuan mengumpulkan bukti serta petunjuk yang bisa mengarah pada identitas korban maupun penyebab kematiannya.

Sejauh ini, polisi belum menemukan luka luar pada tubuh korban. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.

"Kalau luka luar belum ditemukan. Kita akan tindaklanjuti karena korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi," ujarnya.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.