iklan periskop
Internasional

Iran Siapkan RUU Larang Kapal Musuh Masuk Teluk

Parlemen Iran menggodok aturan baru yang bisa menutup akses Teluk bagi kapal militer dan komersial negara yang dianggap musuh tanpa izin Teheran.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Jalur Minyak Dunia Paling Vital 2025: Selat Malaka hingga Selat Hormuz
Kapal tanker minyak. Ilustrasi: Envato/JuiceFlair.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Parlemen Iran sedang menyiapkan rancangan undang-undang yang melarang kapal militer maupun komersial dari negara yang dianggap "musuh" melintasi Teluk tanpa izin Teheran. Aturan ini disebut sebagai salah satu regulasi paling penting sejak nasionalisasi industri minyak Iran.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ibrahim Azizi menjelaskan, rancangan tersebut dirancang untuk memperkuat kewenangan dan kendali Iran atas Selat Hormuz. Ia menyebutkan, kapal negara yang dikategorikan musuh wajib mendapat persetujuan Teheran sebelum melintasi Teluk.

Menurut kantor berita pemerintah IRNA, Azizi menegaskan bahwa RUU ini masuk kategori undang-undang paling maju sejak proses nasionalisasi minyak Iran berlangsung. Ia tidak merinci lebih jauh mekanisme perizinan yang akan diterapkan bagi kapal asing.

Rancangan aturan ini muncul di tengah upaya Teheran memperkuat posisi geopolitiknya di jalur pelayaran strategis tersebut. Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu titik krusial bagi arus perdagangan energi dunia.

Proses legislasi RUU ini sebenarnya sudah bergulir sejak awal Agustus. Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Hassan Ghashghavi mengungkapkan, komisinya telah menyetujui rancangan tersebut pada 9 Agustus.

Ghashghavi menyebutkan, tujuan utama RUU tersebut adalah menjamin keamanan Selat Hormuz dan Teluk. Ia menambahkan, aturan ini juga diarahkan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di kedua wilayah itu.

Rencana pembatasan akses ini tidak lepas dari kondisi kawasan yang masih tegang. Situasi memanas sejak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran meletus pada akhir Februari.

Hingga kini, Teheran dan Washington belum mencapai kesepakatan final untuk mengakhiri konfrontasi tersebut. Ketidakpastian ini turut memengaruhi arah kebijakan Iran di sektor pertahanan maritimnya.

Selat Hormuz sendiri sempat mengalami penutupan yang masih berlangsung hingga saat ini. Kondisi tersebut terus mengganggu rantai pasokan energi global, mengingat jalur ini merupakan salah satu lintasan minyak tersibuk di dunia.

Dengan RUU baru yang sedang digodok parlemen, Iran berupaya memperkuat kontrolnya atas jalur pelayaran itu di tengah tekanan geopolitik yang belum mereda. Langkah ini menambah kompleksitas situasi di kawasan yang sudah lama menjadi titik rawan konflik.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai parlemen iran, dan teluk persia dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.