iklan periskop
Internasional

Cicilan iPhone Berujung Maut, Satu Keluarga di India Tewas

Satu keluarga di Maharashtra, India, tewas jatuh dari tebing usai cekcok soal cicilan iPhone yang menunggak. Kasus ini membuka sorotan soal beban utang gadget di kalangan anak muda...

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Apple resmi merilis iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max
iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max: Foto: doc.Apple
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kunal Chandgude, 19 tahun, tewas bersama kedua orang tuanya usai jatuh dari tebing di Maharashtra, India. Tragedi ini bermula dari persoalan cicilan iPhone yang menunggak.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan NDTV pada Senin (24/8). Kunal diketahui membeli iPhone lewat skema cicilan, namun kemudian kesulitan membayar tagihan bulanannya.

Kesulitan finansial itu memicu pertengkaran antara Kunal dan orang tuanya. Percekcokan pecah ketika Kunal meminta tambahan uang untuk menutup cicilan terbarunya.

Usai bertengkar, Kunal meninggalkan rumah dan berjalan menuju tepian sebuah bukit. Situasi tegang berlangsung sekitar tiga jam sebelum berakhir tragis.

Ayah Kunal, Murlidhar, 48 tahun, mencoba mendekati dan menangkap putranya. Pria yang bertahun-tahun bekerja sebagai sopir demi menghidupi keluarganya itu justru kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tebing.

Ibu Kunal, Sangeeta, yang menyaksikan suaminya terjatuh, ikut melompat dalam kondisi terkejut dan putus asa. Ketiga anggota keluarga tersebut akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tragedi keluarga Chandgude kembali membuka sorotan soal tekanan finansial dari pembelian perangkat mahal, terutama di kalangan anak muda atau Gen-Z.

Data survei konsumsi makroekonomi dan distribusi kekayaan di India menunjukkan kurang dari 50 juta rumah tangga memiliki pendapatan bulanan sebesar 75.000 rupee. Angka itu setara dengan harga rata-rata iPhone yang kerap dianggap sebagai ponsel aspiratif di negara tersebut.

Lembaga riset pasar independen, Counterpoint Research, memperkirakan sedikitnya 42% iPhone yang terjual di India tahun ini dibeli lewat skema cicilan. Tren pembiayaan ponsel kelas atas ini disebut tidak hanya merambah kota besar, tapi juga kota kecil dan desa.

Rata-rata tenor pembiayaan smartphone di toko ritel fisik saat ini mencapai 10 bulan, menurut Counterpoint Research. Khusus iPhone, kuatnya daya tarik produk ini membuat rata-rata tenornya membengkak hingga 17,2 bulan.

Periode cicilan yang diperpanjang membuat tagihan bulanan terlihat lebih ringan, meski masa utang jadi lebih panjang. Pembeli hanya perlu menyerahkan dokumen identitas dasar untuk membawa pulang perangkat yang harganya bisa melebihi pendapatan bulanan seluruh keluarga.

Bagi kalangan Gen-Z, kepemilikan iPhone juga berfungsi sebagai simbol sosial dan penanda kelas. Tekanan untuk menyesuaikan diri dengan kelompok sebaya dinilai terasa lebih kuat di kota-kota kecil, sementara algoritma media sosial turut mengaitkan harga diri dengan kepemilikan barang.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.