iklan periskop
Internasional

Empat Jenazah Ditemukan Dalam 3 Hari, Kasus Orang Hilang Guncang Jeju

Empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Pulau Jeju ditemukan tewas dalam tiga hari, dua kasus diduga ditutup keliru oleh petugas yang sama.

1 jam yang lalu · 3 mnt baca
Empat Jenazah Ditemukan Dalam 3 Hari, Kasus Orang Hilang Guncang Jeju
Ilustrai pemandangan Pulau Jeju, Korea Selatan. Wikimedia/Sgroey
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pulau Jeju, Korea Selatan, digemparkan oleh penemuan empat jenazah orang yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam rentang tiga hari. Dua dari empat kasus itu diduga ditangani secara keliru oleh petugas polisi yang sama, menurut laporan Channel News Asia dan Yonhap, Rabu (26/8).

Pelaksana Tugas Komisaris Jenderal Kepolisian Nasional Yoo Jae-seong mengakui adanya kelalaian dalam penanganan laporan tersebut. Ia menegaskan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh sistem penanganan kasus orang hilang agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami akan memeriksa seluruh sistem dan melakukan perbaikan kelembagaan agar hal ini tidak pernah terjadi lagi," kata Yoo Jae-seong dalam rapat dengar pendapat bersama anggota parlemen, Senin.

Rangkaian penemuan jenazah ini bermula pada 22 Agustus, saat seorang pria berusia 60-an ditemukan tewas di Songdang-ri, Gujwa-eup, Kota Jeju. Pria itu sempat dilaporkan hilang sejak 2 Juli, namun laporan tersebut diduga ditutup petugas yang sama tanpa memastikan keselamatannya.

Keluarga korban baru melaporkan kembali kehilangannya pada 21 Agustus. Pencarian ulang pun dilakukan sebelum akhirnya jasad pria itu ditemukan.

Sehari berselang, pada 23 Agustus dini hari, seorang nelayan menemukan jasad pria berusia 70-an di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup. Pria yang diidentifikasi sebagai Tuan A itu telah dilaporkan hilang ke Kantor Polisi Jeju Timur sejak 22 Agustus, sementara penyebab kematiannya masih didalami.

Pada hari yang sama sekitar pukul 09.35, orang lain yang sebelumnya dilaporkan hilang juga ditemukan tewas di dekat sebuah lembah di Aewol-eup. Sekitar pukul 10.46, jenazah yang diyakini sebagai Jang Mi-ran, perempuan 37 tahun yang hilang sejak Mei, ditemukan di dekat penginapan tempatnya menetap, 104 hari setelah ia dinyatakan hilang.

Kasus Jang sempat menjadi sorotan nasional karena polisi diduga menutup laporan kehilangannya tanpa memastikan keselamatannya. Setelah laporan itu diajukan ulang bulan lalu, polisi kembali melakukan pencarian hingga jenazahnya ditemukan.

Penanganan dua kasus oleh petugas yang sama membuat kepolisian kini meninjau ulang 298 laporan orang hilang yang pernah ia tangani. Sekitar 10 kasus di antaranya diduga ditutup secara tidak semestinya.

Pengadilan menahan petugas tersebut pada Selasa atas dugaan kelalaian tugas, pemalsuan dokumen elektronik resmi, dan menghalangi pelaksanaan tugas resmi, demikian dilaporkan Yonhap News Agency. Petugas itu membantah tuduhan tersebut dan mengaku telah menghubungi orang-orang yang dilaporkan hilang.

Kepolisian Jeju menyatakan tidak ada komentar tambahan mengenai penanganan kasus-kasus itu. Kontroversi ini turut memicu kekhawatiran publik soal keselamatan warga serta kritik luas di media sosial.

Data resmi menunjukkan kepolisian Korea Selatan menerima 70.814 laporan orang dewasa hilang sepanjang tahun lalu. Jumlah laporan serupa telah melampaui 70.000 setiap tahun sejak 2022, meski mayoritas kasus disebut terselesaikan dalam 30 hari.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ikut menyoroti kasus ini dan menyerukan kepolisian memperkuat akuntabilitas. Seruan tersebut muncul di tengah rencana reformasi yang akan memberi kepolisian peran lebih besar dalam penyidikan tindak pidana.

"Polisi kemungkinan akan memiliki kekuasaan terbesar di antara lembaga-lembaga negara," kata Lee Jae Myung dalam rapat Kabinet, Selasa. Ia menambahkan, "Tanggung jawab harus diperkuat sebanding dengan besarnya kewenangan."

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kepolisian Nasional Korea Selatan, dan Kepolisian Jeju dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.